3 Bahaya Pakai Celana Dalam Lembap untuk Kesehatan Vagina

21 Oktober 2022 15:10
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tips memakai celana dalam agar vagina tetap sehat. Foto: Shuutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Tips memakai celana dalam agar vagina tetap sehat. Foto: Shuutterstock
ADVERTISEMENT
Setiap perempuan wajib menjaga kesehatan organ intimnya. Pasalnya, vagina merupakan area yang lembap sehingga sangat rentan untuk alami infeksi. Ketika tidak menjaga kesehatannya, maka vagina akan menjadi tempat tumbuhnya bakteri atau jamur.
ADVERTISEMENT
Saat itu terjadi, ada beberapa risiko yang bisa kamu alami, Ladies. Di antaranya adalah iritasi, keputihan tidak normal, hingga Infeksi Saluran Kemih (ISK).
Salah satu cara yang bisa dilakukan yakni menjaga kebersihan celana dalam. Penting juga bagi kita untuk menjaga celana dalam tetap kering.
Hindari penggunaan celana dalam yang lembap apalagi sampai basah karena itu berisiko timbulkan beberapa masalah. Mengutip Health Shots, Dr Darshan H.B., Konsultan – Dokter Kandungan, Ginekolog, dan Ahli Bedah Laparoskopi di India mengatakan bahwa vagina memiliki kulit yang cukup sensitif.
Organ intim itu juga sangat rentan terhadap infeksi dan risiko iritasi. Sementara celana dalam lembap yang terus dipakai bisa mengakibatkan infeksi.
Celana dalam lembap bisa disebabkan oleh banyak hal, seperti tidak rutin mengganti celana dalam setelah berkeringat, tidak mengeringkan vagina setelah buang air kecil atau air besar, atau tidak mengganti celana dalam saat mengalami keputihan berlebihan.
ADVERTISEMENT
Efek samping dari penggunaan celana dalam lembap yang mungkin masih belum diketahui banyak perempuan, di antaranya:
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020

1. Menyebabkan iritasi

 Ilustrasi vagina iritasi. Foto: Doucefleur/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi vagina iritasi. Foto: Doucefleur/Shutterstock
Celana dalam yang lembap dapat menyebabkan iritasi, kemerahan, atau ruam pada vagina. Hal ini juga dikonfirmasi oleh Jen Gunter, M.D., ahli vulvovaginal dan Ob-gyn di San Francisco.
“Celana dalam lembap bisa membuat vulva, bagian luar vagina iritasi karena pada celana dalam lembap terdapat jamur yang bisa berkembang dengan cepat dan menyebabkan rasa gatal hingga iritasi,” ujar Gunter dikutip dari Glamour.
Selain di daerah vulva, Gunter juga mengatakan iritasi saat menggunakan celana dalam lembap bisa terjadi di sekitar selangkangan atau biasa dikenal sebagai intertrigo.
Kondisi intertrigo dapat disebabkan atau diperburuk oleh area yang lembap. Kemudian terjadi gesekan sehingga bisa memperparah iritasi.
ADVERTISEMENT

2. Menyebabkan infeksi

 Ilustrasi vagina atau organ kewanitaan. Foto: Andrey_Popov/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi vagina atau organ kewanitaan. Foto: Andrey_Popov/Shutterstock
Celana dalam lembap juga menyebabkan infeksi jamur di area vagina. Dikutip dari Health Shots, jika sering menggunakan celana dalam lembap maka kamu akan berisiko alami peradangan pada vagina, kemerahan, gatal-gatal, nyeri saat buang air kecil, atau berhubungan seks. Pasalnya, kelembapan di area vagina akan membuat bakteri tumbuh lebih cepat.

3. Mengganggu keseimbangan pH alami vagina

Ilustrasi celana dalam perempuan. Foto: Sapunova Svetlana/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi celana dalam perempuan. Foto: Sapunova Svetlana/Shutterstock
Sering menggunakan celana dalam lembap ternyata juga bisa mengganggu keseimbangan pH alami vagina. Padahal sangat penting untuk menjaga keseimbangan pH alami vagina demi mencegah infeksi jamur dan bakteri. Jika pH vagina meningkat maka kamu akan lebih rentan alami infeksi.
Tingginya pH vagina bisa menyebabkan infeksi jamur, vaginosis bakteri, Infeksi Saluran Kemih (ISK) dan Penyakit Menular Seksual (PMS), seperti vaginosis bakterial dan trichmoniasis.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020