Kumparan Logo

3 Cara Sukses Atasi Keraguan Agar Lebih Berani Membangun Bisnis Sendiri

kumparanWOMANverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Talk Series Eps 3: Smart Womenpreneur, Pede Mengembangkan Bisnis bersama Bank OCBC NISP. Foto: dok. YouTube
zoom-in-whitePerbesar
Talk Series Eps 3: Smart Womenpreneur, Pede Mengembangkan Bisnis bersama Bank OCBC NISP. Foto: dok. YouTube

Dalam rangka merayakan International Women's Day setiap tanggal 8 Maret, kumparanWOMAN mempersembahkan program spesial bertajuk Women's Week 2021. Berbagai acara menarik yang membahas tentang perempuan dihadirkan di sini, salah satunya adalah Talk Series, yakni sebuah program talkshow dengan menghadirkan narasumber perempuan dari berbagai bidang.

Untuk episode ketiga Talk Series ini, kumparanWOMAN menghadirkan salah satu perempuan muda inspiratif. Ia adalah Windy Natriavi, Co-Founder & Chief Product Officer AwanTunai, sekaligus Co-Founder & Chief of Lady Boss WomenWorks.

Windy Natriavi, Co-Founder & Chief Product Officer AwanTunai, sekaligus Co-Founder & Chief of Lady Boss WomenWorks. Foto: dok. YouTube

Pada talkshow yang dilakukan secara virtual, perempuan 29 tahun ini membahas tentang pengalamannya membangun bisnis di bidang finansial sekaligus pengembangan karier perempuan. Menurutnya, membangun bisnis bukanlah hal yang mudah. Namun jika memang kita ingin melakukannya, tidak ada salahnya untuk dicoba. Hasilnya akan gagal atau berhasil, itu akan menjadi sebuah pelajaran.

“Konsekuensi yang kita ‘bayar’ saat kita tidak mencoba mendirikan bisnis itu lebih besar daripada saat kita memutuskan untuk menjalankannya. Untuk itu penting bagi kita untuk tahu tujuan kita membentuk bisnis supaya kita mengetahui apa yang akan terjadi saat berhasil dan tidak,” ungkap Windy Natriavi dalam Talk Series Episode 3: Smart Womenpreneur, Pede Mengembangkan Bisnis, Senin (29/3) di Youtube kumparan.

embed from external kumparan

Selain bercerita mengenai pengalamannya membangun bisnis, Windy juga berbagi cara untuk mengatasi keraguan agar perempuan lebih berani dalam membangun bisnis. Kira-kira apa saja tips dari Windy Natriavi? kumparanWOMAN telah merangkumnya secara khusus untuk Anda. Simak penuturannya berikut ini.

1. Mencatat semua keraguan yang dirasakan

Bagi Windy, langkah pertama yang ia lakukan untuk mengatasi keraguan saat membangun bisnis adalah mencatat semua keraguan yang dirasakan. Setelah itu baru akan ketahuan apa yang perlu dilakukan untuk mengatasi keraguan-keraguan itu.

“Saya mencatat semua keraguan yang saya rasakan. Hal ini dilakukan agar kita tahu langkah apa yang perlu diambil untuk mengatasinya. Saya juga mencoba mencari tahu mitigasi apa yang bisa dilakukan seandainya keraguan atau kekhawatiran yang saya rasakan itu terjadi. Saya juga berusaha melihat apa yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya risiko,” ungkap Windy.

Menulis semua keraguan yang dirasakan. Foto: Shutterstock

2. Memikirkan hal baik yang akan terjadi

Langkah kedua yang harus dilakukan agar lebih berani membangun bisnis adalah memikirkan dampak baik apa yang bisa kita ciptakan dari bisnis yang akan kita bangun.

“Memikirkan hal baik yang akan terjadi juga perlu. Seandainya apa yang saya lakukan berhasil, apa hal baik yang akan terjadi. Misalnya di AwanTunai, hal baiknya kalau kita berhasil melakukan bisnis ini berarti ada 3.5 juta merchant yang ada bisa berkembang secara digital. Di WomenWorks kalau kita sukses, artinya kita bisa mengubah angka perempuan bekerja jadi lebih banyak dari yang ada saat ini bahkan bisa setara dengan laki-laki. Itu adalah hal baiknya. Bagi saya, hal baik itu juga seperti ‘biaya’ yang harus kita bayarkan kalau kita tidak menjalankan bisnis ini,” jelasnya.

embed from external kumparan

Jadi menurut Windy, sebelum membangun bisnis kita harus memikirkan apa saja dampak baik yang akan dihasilkan dari bisnis tersebut. Sebab hal ini bisa membantu kita melihat dampak positif apa yang bisa kita hasilkan dan hal negatif seperti apa yang akan terjadi kalau kita terus merasa ragu tanpa melakukan aksi nyata.

“Dengan begitu, keraguan atau ketakutan kita untuk membangun bisnis akan berkurang dan terkalahkan dengan rasa takut yang muncul apabila kita tidak melakukan sesuatu. Jadi kalau saya gagal, setidaknya saya sudah mencoba melakukan sesuatu,” tambahnya.

3. Punya pendukung yang tepat

Bagi Windy, memiliki grup pendukung atau support system hidup itu penting. Menurutnya, banyak hal yang bisa kita dapatkan dari mentor atau teman. Windy sendiri mengakui bahwa selama ini keputusan hidup yang ia ambil tidak lepas dari peran mentor dan orang-orang terdekatnya.

embed from external kumparan

“Dulu waktu saya mau membuat bisnis sendiri, ada banyak hal yang saya pertimbangkan. Lalu atasan saya dulu di Gojek, Nadiem Makarim, mengatakan kalau korporasi itu tidak cocok untuk saya dan dia menjelaskan alasannya. Percakapan kami hanya terjadi 10 menit tapi itu bisa mengubah kehidupan saya selama tiga tahun kedepan saat itu. Itu adalah pentingnya mentor,” jelasnya.

Menurutnya, kadang orang-orang terdekat kita atau mentor bisa melihat kemampuan kita lebih baik dari diri kita sendiri.

Ada banyak orang yang terlibat dalam proses pengambilan keputusan saya dalam hidup. And sometimes your friends or mentors can see it better than you can,” pungkasnya.