3 Efek Samping Retinol, Picu Iritasi hingga Kulit Mengelupas
·waktu baca 2 menit

Bagi skincare enthusiast, kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan kandungan retinol pada produk skin care. Ya, retinol menjadi salah satu bahan aktif yang tengah populer beberapa waktu terakhir karena diklaim punya banyak manfaat untuk kulit.
Dikutip dari Healthline, retinol merupakan bentuk turunan dari vitamin A. Retinol termasuk ke dalam kelompok vitamin A yang mudah larut dalam lemak yang memiliki banyak kegunaan untuk kulit, di antaranya mencegah penuaan, menghilangkan jerawat, dan meremajakan kulit secara menyeluruh.
“Retinol merupakan kandungan ajaib yang bisa meremajakan kulit. Ketika rutin mengaplikasikan retinol, tekstur kulit akan lebih halus dan juga terlihat lebih glowing atau bercahaya,” ujar Dr. Tina Alster dari Washington Institute of Dermatologic Laser Surgery.
Efek samping retinol untuk kulit
Meskipun memiliki beragam manfaat, retinol juga punya efek samping jika digunakan secara berlebihan. Berikut ini beberapa efek samping penggunaan retinol pada wajah yang patut diwaspadai seperti dikutip dari TODAY.
1. Kulit memerah
Retinol merupakan bahan aktif skincare yang digunakan untuk mempercepat regenerasi kulit. Ketika pertama kali diaplikasikan, retinol membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan kulit sehingga rentan mengalami kemerahan. Masalah kulit kemerahan umumnya terjadi pada pemilik kulit sensitif.
2. Kulit mengelupas dan terasa kering
Efek samping lain yang mungkin terjadi ketika menggunakan retinol adalah kulit mengelupas dan terasa kering. Namun, permasalahan ini terjadi ketika retinol dipakai secara berlebihan. Oleh sebab itu, bagi pemula disarankan untuk mengaplikasikan retinol secara bertahap agar kulit bisa beradaptasi.
"Mulai perlahan dengan menambahkannya ke rutinitas malam, misalnya satu sampai dua kali per minggu, lalu tingkatkan secara bertahap dan lihat reaksi kulit," kata Amanda von dem Hagen, ahli kecantikan berlisensi yang berbasis di Amerika Serikat.
3. Picu risiko cacat lahir pada janin
Retinol dapat menimbulkan dampak buruk bagi ibu hamil dan menyusui. Bahan aktif ini bisa meresap ke dalam aliran darah hingga menembus plasenta yang tentunya berbahaya bagi janin.
Penggunaan retinol saat hamil bisa memicu Fetal retinoid syndrome (FRS). Ini adalah sindrom yang membuat bayi mengalami cacat lahir karena di dalam kandungan telah terpapar retinoid.
Fetal retinoid syndrome (FRS) meningkatkan risiko gangguan pendengaran dan penglihatan pada janin. Ketika lahir, bayi juga berpotensi untuk mengalami keterlambatan pertumbuhan.
