3 Inovasi Kecantikan Kelas Dunia dari Amorepacific

30 April 2019 18:52 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Laneige Flagship store di Seoul, Korea Selatan. Foto: Dok. Amorepacific
zoom-in-whitePerbesar
Laneige Flagship store di Seoul, Korea Selatan. Foto: Dok. Amorepacific
ADVERTISEMENT
Amorepacific, perusahaan Korea yang memiliki brand-brand terkenal seperti Sulwhasoo, Laneige, Innisfree dan Etude merupakan perusahaan kecantikan terbesar di Korea dan berada dalam posisi 10 besar perusahaan kecantikan terbesar di dunia.
ADVERTISEMENT
Dimulai dengan produk minyak perawatan rambut di 1945, perusahaan berusia lebih dari 70 tahun ini terus maju hingga memiliki 33 brand yang sebagian besarnya menjadi pemain penting dalam industri kecantikan global.
Awal April lalu, kumparan berkesempatan mengunjungi kantor pusat Amorepacific di Seoul, Korea Selatan, termasuk juga melihat langsung pusat Research & Development (R&D) yang terletak di kota Osan, sekitar 35 km dari Seoul. Pusat R&D yang juga disebut dengan Amoepacific Beauty Campus ini memberi gambaran mengenai betapa perusahaan ini sangat berdedikasi terhadap inovasi berkelanjutan dalam industri kecantikan.
"Kosmetik ginseng dan kosmetik teh hijau, sleeping masker hingga cushion, tantangan baru Amorepacific selalu mengejutkan dunia dan menciptakan budaya kecantikan yang baru. Inilah intisari dan visi inovasi Amorepacific selama 74 tahun," ujar Timothy Park, Senior Vice President of Group Strategy Division Amorepacific saat menyambut kami di Seoul.
ADVERTISEMENT
Visi besar dan inovasi yang terus menerus ini membuahkan hasil yang besar. Amorepacific membuat berbagai terobosan yang berhasil mengubah wajah dunia kecantikan global.
Berbagai terobosan tersebut mungkin sudah menjadi bagian dari rutinitas kecantikan Anda sehari-hari. Apa saja bentuk terobosan kecantikan yang dilakukan oleh Amorepacific? Berikut daftarnya:
Cushion Sulwhasoo Foto: Dok. Sulwhasoo
Cushion saat ini sudah menjadi produk must-have bagi para beauty enthusiast. Cushion pada dasarnya merupakan foundation yang dibentuk dalam format compact atau padat. Dulunya format compact ini hanya digunakan untuk bedak. Selain foundation, cushion juga biasanya terdiri dari sunscreen dan formula perawatan kulit lainnya.
Produk yang efisien dalam satu produk ini menjadikan cushion salah satu produk favorit penggemar kecantikan.
Cushion pertama kali muncul pada 2008. Berangkat dari pemikiran mengenai sebuah produk foundation yang efisien untuk digunakan dan dibawa serta diaplikasikan berkali-kali, pada 2007 R&D Amorepacific mulai melakukan penelitian yang ekstensif mengenai cushion. Dilansir dari beautypackaging.com, Amorepacific kabarnya melakukan tes hingga 3.600 kali sampai menemukan formula yang cocok.
ADVERTISEMENT
Hasilnya, pada 2008, Amorepacific memperkenalkan terobosan kecantikan Air Cushion melalui brand IOPE. Kesuksesan cushion dari IOPE ini diikuti peluncuran cushion di brand Amorepacific lainnya seperti Hera, Amorepacific, Laneige, Sulwhasoo, Innisfree dan Etude. Totalnya, ada sekitar 19 jenis produk cushion dari 13 merek milik Amorepacific.
Tren yang menyebar cepat di Korea ini pun langsung diadopsi oleh dunia. Dior Beauty bekerjasama dengan Amorepacific untuk memproduksi cushion untuk mereka. Selain itu, berbagai brand kecantikan lainnya seperti L’Oreal, Lancome, Cle de Peau, Maybelline, Bobbi Brown, Yves Saint Laurent turut meluncurkan cushion. Begitupun di Indonesia, berbagai brand lokal seperti Make Over dan Rollover Reaction juga meluncurkan cushion.
Sleeping Mask dari Lineage. Foto: Dok. Laneige
Pada awal tahun 2000, Amorepacific melihat kesempatan untuk menciptakan sebuah produk kecantikan yang bekerja di kulit ketika tidur. Itu adalah ide awal dari terciptanya Sleeping Mask atau masker tidur.
ADVERTISEMENT
Hal ini berangkat dari fakta bahwa kulit secara natural meregenerasi dirinya pada waktu malam dengan mengeluarkan kotoran yang tersimpan, memperbaiki kerusakan yang terjadi di siang hari dan mengaktivasi mekanisme detoks untuk melindungi kulit keesokan hari. Kulit biasanya juga akan ‘haus’ ketika kita tidur, ini membuat waktu tidur menjadi waktu yang sangat sempurna bagi kulit untuk menyerap kelembapan.
Melihat ada potensi inovasi di sini dan menyadari bahwa kondisi sehari-hari kulit perempuan tergantung seberapa lama dan efektifnya kelembapan kulit di malam sebelumnya, Amorepacific mulai melakukan riset tentang masker yang dapat merevitalisasi dan mengoptimalisasi proses mekanisme purifikasi kulit setiap malam.
Tentu saja jenis masker tradisional tidak masuk dalam perhitungan, karena akan sulit diaplikasikan selama tidur. Karena itu, Amorepacific mulai bekerja dengan premise sederhana: sebuah masker yang bisa dibiarkan dan bertahan selama pemakainya tidur.
ADVERTISEMENT
Pada 2002 visi ini pun terwujud melalui Laneige Water Sleeping Mask. Sebuah inovasi yang merupakan kombinasi antara produk perawatan kulit dengan masker wajah. Produk ini sangat simple untuk digunakan dan mengoptimalisasi perawatan kulit selama tidur. Sleeping Mask juga dapat memaksimalkan regenerasi kulit dengan membentuk ‘protective film’ yang memberi nutrisi pada kulit.
Laneige Flagship store di Seoul, Korea Selatan. Foto: Dok. Amorepacific
Salah satu kelebihan dalam inovasi sleeping mask ini ada pada Moisture Wrap Technology, yang memastikan tekstur masker ini tetap lembut dan terasa nyaman saat tidur. Selain itu, ada lagi technology Sleep Scent, yang memastikan wangi dari sleeping mask ini juga dapat membantu pemakainya tidur lebih baik dan menurunkan tingkat stress.
Dalam situs Laneige, mereka mengungkapkan bahwa produk ini mencatat rekor penjualan 16 juta sejak diluncurkan dan sebagai masker tidur terlaris di dunia yang terjual setiap 12 detik.
ADVERTISEMENT
Selain Laneige, Amorepacific juga meluncurkan sleeping mask untuk brand Sulwhasoo dan Hera.
Kebun teh milik Amorepacific di Jeju, Korea Selatan. Foto: Dok. Amorepacific
“Setiap negara di dunia setidaknya memiliki satu cara minum teh yang unik, tetapi Korea tidak. Saya ingin sekali menciptakan kembali budaya minum teh kita meskipun ada pengorbanan yang besar,” hal tersebut pernah diungkapkan oleh pendiri Amorepacific Suh Sungwhan yang mendirikan perusahaan ini pada tahun 1945.
Popularitas manfaat teh hijau dalam produk kecantikan memang tidak bisa lepas dari Amorepacific. Tidak ada perusahaan kosmetik lainnya di dunia yang benar-benar mengeksplor teh hijau ke dalam produk mereka seserius yang dilakukan Amorepacific. Mereka bahkan memiliki satu merek kecantikan, Innisfree, yang memang menjadikan green tea atau teh hijau sebagai identitas utamanya.
ADVERTISEMENT
Untuk mewujudkan impiannya menghidupkan kembali budaya minum teh di Korea, Suh Sungwhan menanami kembali tanah di area Jeju yang sempat ditelantarkan petani karena dianggap gersang dan tidak menghasilkan. Ini menjadi awal dari total 3,3 juta hektar lahan teh yang dimiliki Amorepacific di tiga perkebunan yaitu, Dosun Tea Garden, Seogwang Tea Garden dan Hannam Tea Garden.
Saat ini, perkebunan teh ini menjadi salah satu warisan dan aset terbesar Amorepacific.
Produk Innisfree berbahan dasar green tea. Foto: Dok. Innisfree
Pada tahun 1989, Amorepacific meluncurkan kosmetik pertama mereka yang berbahan dasar teh hijau dengan merek Meero. Sejak itu, Amorepacific terus melakukan riset terhadap teh mereka untuk melahirkan jenis baru yang efektif untuk perawatan kulit. Riset yang terus menerus ini menghasilkan varietas baru yang mengandung level tinggi asam amino dan catechins yang memaksimalkan manfaat untuk kulit.
ADVERTISEMENT
Dua varietas terbaru ini digunakan dalam banyak jenis produk-produk kecantikan Amorepacific. Hingga saat ini, Amorepacific adalah perusahaan kosmetik utama yang menemukan fungsi teh hijau dan varietas teh hijau yang berfokus pada manfaat kecantikan dan Innisfree menjadi salah satu brand yang dikenal dunia dengan bahan dasar teh hijau.