3 Masalah Kesehatan Intim yang Bisa Terjadi pada Perempuan
18 September 2025 19:00 WIB
·
waktu baca 2 menit
3 Masalah Kesehatan Intim yang Bisa Terjadi pada Perempuan
3 masalah kesehatan intim ini sering dialami perempuan dan bisa berdampak serius jika diabaikan.kumparanWOMAN

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
“Jangan anggap remeh gejala seperti nyeri haid berlebihan atau keputihan tidak normal, itu bisa menandakan masalah jangka panjang yang serius. Pemeriksaan rutin, tes Infeksi Menular Seksual, dan vaksin HPV adalah langkah preventif penting bagi kesehatan intim perempuan,” ujar dr. Gracia Merryane Rauw, dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam acara Halodoc, Selasa (16/9).
Karena itu, penting bagi perempuan untuk memahami masalah kesehatan intim yang paling umum terjadi, agar bisa lebih waspada dan segera melakukan tindakan pencegahan maupun perawatan medis.
Masalah Kesehatan Intim yang Perlu Diwaspadai
Ada tiga masalah kesehatan intim yang paling sering dialami perempuan. Ketiganya sama-sama perlu diperhatikan karena bisa berujung pada komplikasi serius bila dibiarkan.
1. Gangguan Menstruasi
Gangguan menstruasi bisa berupa nyeri haid (dismenore) yang parah, siklus haid tidak teratur, hingga volume darah yang terlalu banyak. Kondisi ini sering dipicu oleh masalah hormon seperti PCOS (Polycystic Ovary Syndrome) atau endometriosis. Rasa nyeri berlebihan bahkan bisa membuat aktivitas sehari-hari terganggu. Jika tidak ditangani, gangguan menstruasi dapat memengaruhi kesuburan maupun kesehatan reproduksi jangka panjang.
ADVERTISEMENT
2. Infeksi Saluran Kencing (ISK)
Perempuan lebih rentan terkena ISK karena faktor anatomi yang membuat bakteri lebih mudah masuk ke saluran kencing. Gejalanya meliputi nyeri saat buang air kecil, sering merasa ingin pipis, atau anyang-anyangan. Dalam beberapa kasus, ISK juga bisa menyebabkan urine berbau menyengat atau bercampur darah. Jika diabaikan, ISK bisa menjalar ke ginjal dan menimbulkan komplikasi yang lebih berat.
3. Infeksi Menular Seksual (IMS)
IMS sering tidak bergejala, tapi bisa ditandai dengan keputihan tidak normal, gatal di area vagina, nyeri saat berhubungan intim, atau pendarahan di luar siklus haid. Beberapa jenis IMS juga dapat menimbulkan rasa nyeri di panggul atau menyebabkan luka di area genital. Karena sering tidak disadari, banyak perempuan baru menyadari setelah kondisinya cukup parah. Tanpa pengobatan, IMS dapat menimbulkan masalah serius, termasuk risiko infertilitas.
ADVERTISEMENT
