Kumparan Logo

3 Perubahan Sistem Reproduksi Perempuan Seiring Bertambahnya Usia

kumparanWOMANverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi perempuan. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perempuan. Foto: Shutter Stock

Tubuh perempuan mengalami perubahan seiring bertambahnya usia. Tidak hanya muncul garis halus dan flek hitam pada kulit, sistem reproduksi perempuan juga bisa mengalami perubahan ketika menua.

Salah satu tanda penuaan yang terjadi pada sistem reproduksi perempuan bisa memengaruhi kesuburan secara bertahap. Hal ini lantaran produksi estrogen menurun dan bisa memengaruhi kualitas sel telur.

Ada pula beberapa perubahan sistem reproduksi yang terjadi pada tubuh perempuan seiring usia yang kian menua. Untuk lebih tahu lebih lengkap, kumparanWOMAN telah merangkumnya berikut ini.

1. Perimenopause

Ilustrasi perempuan mengalami masa perimenopause. Foto: Shutter Stock

Kamu mungkin jarang mendengar istilah ini. Namun, setiap perempuan sebenarnya akan mengalami masa perimenopause.

Dikutip dari Nursing Time, ini merupakan transisi perempuan dari masa menstruasi yang rutin terjadi setiap bulan hingga akhirnya berhenti secara permanen atau dikenal dengan sebutan menopause. Perimenopause dapat berlangsung 2 - 10 tahun. Fase ini biasanya ditandai dengan ketidakteraturan menstruasi.

2. Menopause

Ilustrasi perempuan berhenti menstruasi. Foto: Shutter Stock

Dikutip dari MedlinePlus, perubahan sistem reproduksi perempuan seiring bertambahnya usia ditandai dengan menopause atau berhenti menstruasi secara permanen. Faktor utama penyebab penuaan pada sistem reproduksi perempuan adalah perubahan kadar hormon. Menopause adalah bagian normal dari proses penuaan seorang perempuan yang biasanya terjadi pada usia 45 - 55 tahun.

3. Hot flashes

Ilustrasi kulit wajah mengalami hot flashes. Foto: Shutter Stock

Saat berada di fase perimenopause atau menopause karena kadar hormon yang berfluktuasi, perempuan bisa mengalami hot flashes atau rasa panas pada wajah, leher, dan dada. Tubuh juga berkeringat saat malam hari hingga mengalami perubahan suasana hati yang ekstrem.

Dikutip dari Nursing Time, sekitar tiga dari empat perempuan mengalami hot flashes pada fase perimenopause dan menopause. Kondisi ini dialami oleh sebagian besar perempuan setiap hari ketika memasuki masa menopause dengan periode yang berbeda. Namun, umumnya berlangsung selama dua hingga lima menit.

Mayo Clinic melansir beberapa tanda yang terjadi pada perempuan saat mengalami hot flashes. Selain rasa hangat yang tiba-tiba muncul di bagian dada, leher, dan wajah, perempuan juga mengalami kulit memerah, jantung berdetak cepat, muncul keringat di tubuh bagian atas, dan perasaan cemas.