Kumparan Logo

4 Cara Menjaga Kebersihan Vagina agar Terhindar dari Infeksi

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
 Ilustrasi vagina atau organ kewanitaan. Foto: Andrey_Popov/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi vagina atau organ kewanitaan. Foto: Andrey_Popov/Shutterstock

Vagina kerap kali menjadi bagian yang luput dari perhatian perempuan. Kurangnya edukasi terkait pentingnya menjaga kesehatan vagina juga bisa membuat perempuan gampang percaya dengan mitos-mitos yang beredar. Padahal bagian tubuh ini juga sangat penting dijaga kebersihannya agar terhindar dari masalah kesehatan, termasuk infeksi.

Infeksi pada vagina ini bisa terjadi dalam level yang sedang hingga yang paling parah. Beberapa di antaranya adalah infeksi yang disebabkan oleh jamur candida albicans, infeksi trikomoniasis yang bisa menimbulkan radang panggul, hingga sifilis dan kutil kelamin yang termasuk ke dalam kategori Infeksi Menular Seksual (IMS).

Cara menjaga kebersihan vagina

dr. Amelia Soebyanto, Sp.DV, Spesialis Kulit dan Kelamin (Dermato-venereologi) Klinik Pramudia pun membeberkan beberapa cara sederhana memjaga kebersihan vagina agar terhindar dari masalah infeksi. Ada beberapa hal yang harus kamu lakukan untuk menjaga area kewanitaan agar tetap sehat dan terhindar dari infeksi bakteri dan juga jamur. Penasaran apa saja? Simak penjelasannya di artikel berikut ini.

1. Membersihkan vagina dengan air mengalir

Ilustrasi vulva vagina. Foto: James Jiao/Shutterstock

Membersihkan vagina dengan air mengalir adalah cara sederhana yang wajib kita lakukan. Amelia mengatakan sebaiknya tidak membasuh organ intim dengan air yang menggenang di bak atau ember karena bisa terpapar bakteri berbahaya.

"Area kewanitaan kita ini cukup sensitif, ya, dan kadang kita maunya bersih, wangi. Memang untuk area kewanitaan kita bisa bersihkan dengan air mengalir, air bersih. Jadi bukan air yang dari gayung, terutama yang di WC umum. Kita tidak tahu gayungnya kotor atau embernya sudah lama tidak diganti. Jadi memang tidak disarankan membersihkan dengan air yang sudah menggenang terlalu lama," kata Amelia saat media briefing, Rabu (15/6).

2. Basuh dari bagian depan ke belakang

Ilustrasi vagina atau organ kewanitaan. Foto: Arkom Suvarnasiri/Shutterstock

Selain memperhatikan kebersihan air, perlu juga untuk mengetahui cara membasuh vagina yang benar. Disarankan untuk membasuh organ intim dari bagian depan ke belakang agar tidak membawa kotoran dari bagian anus ke vagina.

"Perhatikan, membersihkannya juga dari depan ke belakang, jangan dari belakang ke depan. Kalau dari belakang ke depan itu sama saja seperti kita masukin kotoran dari anus ke vagina. Jadi cara bersihinnya harus dari depan ke belakang," ujar Amelia.

3. Tidak perlu menggunakan sabun pembersih area kewanitaan

Ilustrasi Vagina Foto: Shutterstock/Photo_mts

Amelia menjelaskan bahwa kita tidak perlu menggunakan sabun pembersih untuk membuat vagina menjadi wangi. Pasalnya, vagina secara alami bisa membersihkan dirinya sendiri. Selain itu, normalnya vagina juga memiliki aroma yang agak asam sehingga tidak perlu menggunakan sabun yang mengandung pewangi.

"Apakah perlu pakai sabun pembersih vagina supaya wangi dan tetap bersih? Sebenarnya tidak perlu karena memang vagina sendiri punya tingkat keasaman yang khas, makanya menimbulkan bau yang khas juga. Baunya normal asal tidak mengeluarkan aroma amis atau berbau busuk. Memang vagina kita relatif agak sedikit berbau," papar Amelia.

Aroma khas pada vagina menandakan kondisinya dalam keadaan yang cukup asam sehingga bisa menurunkan risiko terjadi infeksi bakteri dan infeksi jamur. Ketika vagina berada dalam level asam yang normal, bakteri dan jamur tidak akan menempel di sekitar vagina. Oleh sebab itu, sebaiknya tidak perlu menggunakan sabun-sabun yang mengganggu tingkat keasaman di daerah kewanitaan.

"Jadi jangan kita hilangkan keasaman di vagina dengan pembersih-pembersih vagina terlalu sering atau yang dimasukin ke dalam vagina, yang disemprot juga sebaiknya jangan. Karena berisiko memasukkan sesuatu yang kotor dari luar ke dalam vagina, bahkan sampai ke mulut serviks, malah berisiko berbahaya. Kalau mau pakai pembersih vagina cukup seminggu sekali agar pH-nya tetap seimbang," tutur Amelia lagi.

4. Gunakan celana dalam berbahan katun

Tips memakai celana dalam agar vagina tetap sehat. Foto: Shuutterstock

Amelia juga merekomendasikan para perempuan untuk memilih bahan celana dalam yang tepat karena area kewanitaan yang lembap sangat rentan tumbuh jamur. Penting untuk memilih celana dalam dengan bahan yang menyerap keringat, seperti bahan katun.

"Jangan lupa untuk menggunakan celana dalam berbahan katun. Jangan yang licin-licin karena tidak menyerap keringat. Akhirnya nanti menyebabkan basah, jadi lembap dan menimbulkan infeksi jamur. Jangan yang terlalu sempit juga, pakai yang ukurannya pas agar area lipatan tidak tergesek-gesek dan menimbulkan jamur atau iritasi kulit," tukasnya.

Nah, itu beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menjaga kebersihan area kewanitaan agar terhindar dari infeksi. Jangan lupa dicoba ya, Ladies!

Frequently Asked Question Section

Bagaimana cara membersihkan vagina?
chevron-down

Membersihkan vagina dengan air mengalir adalah cara sederhana yang wajib kita lakukan. Disarankan untuk membasuh organ intim dari bagian depan ke belakang agar tidak membawa kotoran dari bagian anus ke vagina.

Apakah boleh membersihkan vagina pakai sabun?
chevron-down

Kita tidak perlu menggunakan sabun pembersih untuk membuat vagina menjadi wangi. Pasalnya, vagina secara alami bisa membersihkan dirinya sendiri. Selain itu, normalnya vagina juga memiliki aroma yang agak asam sehingga tidak perlu menggunakan sabun yang mengandung pewangi karena bisa mengganggu tingkat keasaman di daerah kewanitaan.

Apakah boleh membersihkan vagina sampai ke dalam?
chevron-down

Tidak direkomendasikan untuk membersihkan vagina sampai ke dalam karena berisiko memasukkan sesuatu yang kotor dari luar ke dalam vagina, bahkan sampai ke mulut serviks yang bisa membahayakan kesehatan.