4 Penyebab Nyeri Punggung Bawah pada Perempuan
·waktu baca 3 menit

Ladies, apakah kamu sering mengalami low back pain atau nyeri punggung bawah saat menstruasi? Jika ya, kamu sebenarnya tidak sendirian.
Walaupun nyeri punggung bawah bisa menimpa laki-laki dan perempuan, perempuan mungkin lebih rentan mengalaminya lantaran perubahan hormonal sepanjang hidup, termasuk saat menstruasi dan kehamilan.
Menurut The Healthy, ada banyak struktur di sekitar punggung bawah kita, Ladies. Ini termasuk otot, pembuluh darah, saraf, sendi, dan tulang yang dapat menyebabkan atau memperburuk rasa sakit. Pada perempuan, organ reproduksi juga masuk dalam daftar.
Tergantung dari penyebabnya, nyeri punggung bawah bisa berlangsung selama beberapa pekan atau bulan. Rasa nyerinya bisa ringan atau berat dan kadang-kadang disertai rasa kebas, lemah, atau sakit yang bisa menyebar ke bagian tubuh yang lain seperti bokong atau kaki.
Kamu mungkin lebih mungkin mengalami nyeri punggung jika kelebihan berat badan, merokok, atau menjalani gaya hidup yang tak banyak bergerak.
Baik laki-laki maupun perempuan bisa mengalami nyeri punggung bawah akibat bekerja terlalu keras, jatuh (walaupun hanya jatuh ringan), kelebihan berat badan, mengangkat sesuatu dengan posisi badan salah, dan stres.
Direktur Pain Management Center di Phelps Hospital, New York, Yili Huang, DO, juga mengatakan kepada The Healthy, “Perempuan mungkin lebih banyak mengalami nyeri punggung bawah yang terkait dengan ketidakseimbangan hormon, menstruasi, atau jelang menopause.”
Nah, berikut ini penjelasan lebih detail mengenai beberapa penyebab nyeri punggung bawah pada perempuan.
1. Kehamilan
“Selama kehamilan, ada pergeseran berat dan lokasi beban yang dibawa seseorang,” kata dokter bedah tulang belakang dan leher di New Jersey, Rahul Shah, MD.
Otot dan ligamen harus beradaptasi dengan lokasi beban yang tergantung dari posisi kandungan,” kata Rahul. “Ketika tubuh menyesuaikan dengan lokasi beban tersebut, beberapa perempuan mungkin mengalami rasa sakit tambahan.”
Yili juga mengatakan bahwa perubahan selama kehamilan dan persalinan juga dapat menyebabkan disfungsi sendi sakroiliaka. Sendi sakroiliaka menghubungkan pelvis atau tulang panggul dengan tulang belakang bagian bawah.
“Ini adalah salah satu penyebab umum nyeri punggung bawah pada perempuan yang sedang hamil,” kada Yili.
2. Menopause
Selama menopause, ada penurunan besar terkait produksi hormon estrogen pada perempuan. Kondisi ini tentu mempengaruhi banyak hal pada tubuh, seperti rambut, kulit, mood, tulang, dan lainnya.
“Perubahan hormonal setelah menopause membuat perempuan rentan terhadap pelemahan tulang atau biasa disebut osteoporosis, dan hal ini bisa menyebabkan lebih banyak patah tulang belakang, yang dapat menyebabkan sakit punggung yang parah,” kata Yili.
3. Premenstrual syndrome (PMS)
Menurut dosen fakultas bedah saraf di University of Louisville, Amerika Serikat (AS), Nikhil Jain, MD, banyak perempuan yang mengalami nyeri punggung bawah sebelum menstruasi. Belum diketahui penyebab pasti dari masalah tersebut, tetapi kemungkinan terkait dengan perubahan hormonal jelang menstruasi.
4. Kejang otot
Terapis fisik dan asisten profesor peneliti di University of Utah (AS), Jake Magel menyatakan bahwa kejang otot yang memicu nyeri di punggung bisa terjadi akibat olahraga, dehidrasi, stres, mengangkat beban berat berulang-ulang, atau bahkan salah gerak badan secara tiba-tiba.
