Kumparan Logo

4 Penyebab Orang Selingkuh Meski Bahagia dengan Pasangannya

kumparanWOMANverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi selingkuh. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi selingkuh. Foto: Shutter Stock

Kita mungkin pernah melihat hancurnya hubungan pasangan yang berbahagia, karena salah satu di antara mereka berselingkuh. Meski sebelumnya tampak baik-baik saja dan saling mencintai, tiba-tiba hubungan itu retak, karena kini salah satu dari mereka sudah tidak bisa lagi mempercayai pasangannya.

Terkadang, hal ini akan membuat orang bertanya-tanya. Apa yang membuat seseorang berselingkuh, meskipun mereka sudah memiliki pasangan yang baik dan kehidupan yang berbahagia?

Sebenarnya, ada begitu banyak faktor yang bisa membuat seseorang terjebak dalam tindakan tercela itu. Namun, secara khusus, Psychology Today menyoroti mengenai empat hal yang bisa menyebabkan seseorang selingkuh, sekalipun punya hubungan yang bahagia. Uniknya, keempat hal ini berhubungan dengan kepuasan pribadi seseorang dan rasa penemuan diri di usia dewasa. Apa saja alasan yang dimaksud?

1. Menemukan bagian lain dari dalam diri

Ilustrasi selingkuh. Foto: Getty Images

Dalam buku yang berjudul 'The State of Affairs', psikoterapis asal Belgia, Esther Perel, menjelaskan bahwa berdasarkan pengalamannya, selingkuh sering dianggap sebagai bagian dari perjalanan menemukan diri sendiri atau cara untuk menemukan identitas yang pernah hilang.

"Bagi mereka, selingkuh cenderung bukan dianggap bagian dari masalah. Selingkuh lebih sering dideskripsikan sebagai pengalaman baru yang melibatkan perkembangan, penelusuran, dan transformasi," sebutnya dalam buku tersebut, seperti dikutip Psychology Today.

Artinya, ada cukup banyak orang yang berselingkuh karena menganggap hal itu sebagai cara menemukan sisi dalam diri yang selama ini tidak diketahui. Bisa dibilang, mereka bukan berselingkuh untuk mencari 'orang atau pasangan yang baru', namun untuk menemukan dirinya sendiri.

kumparan post embed

2. Tergoda dengan tantangan yang ada

Ilustrasi selingkuh. Foto: Shutter Stock

Kemudian, ada juga orang yang berselingkuh karena tergoda dengan tantangan yang ada dalam hubungan itu. Mereka tahu apa yang dilakukannya terlarang, sehingga semakin tergoda menjalaninya.

Lewat buku 'The Erotic Mind', terapis asal San Francisco, Jack Morin menggambarkan fenomena selingkuh sebagai rasa seru yang ditimbulkan oleh adanya rasa penasaran dan juga penghalang. Penjelasan ini seolah menggambarkan apa yang dirasakan seseorang di masa muda. Saat remaja, mendobrak batasan yang ada merupakan bagian dari cara untuk mengeksplorasi dunia dan diri sendiri. Ketika sudah dewasa, ada pula orang yang berselingkuh karena alasan serupa.

3. Mengambil kesempatan yang pernah hilang

Ilustrasi selingkuh. Foto: Shutter Stock

Selain itu, ada orang yang berselingkuh karena menganggapnya sebagai kesempatan untuk mendapatkan hal-hal yang tak bisa dimiliki sebelumnya. Misal, karena mereka teringat dengan seseorang yang pernah disukai atau untuk mendapatkan kehidupan yang sebenarnya sudah lama diinginkan.

Meskipun sudah memiliki hubungan asmara yang berbahagia, mereka mungkin akan tetap merasa penasaran dan tergoda. Akhirnya, orang-orang ini pun berselingkuh dari pasangan.

4. Menemukan emosi yang telah lama hilang

Ilustrasi pasangan selingkuh. Foto: Shutterstock

Masih berhubungan dengan poin-poin yang disebutkan di atas, ada juga orang yang berselingkuh karena ingin kembali menghidupkan perasaan-perasaan yang pernah ada. Terutama, bagi individu yang selama ini terbiasa atau terpaksa menekan perasaan-perasaan mereka.

Sebagian dari orang ini beranggapan, dengan berselingkuh, mereka bisa mengeluarkan emosi yang sudah lama terlupakan dan merasakan lebih banyak kebahagiaan. Dalam hal ini, mereka sebenarnya lebih mementingkan kepuasan emosional daripada seksual selingkuh.

Meski demikian, apa pun alasannya, perlu diingat bahwa sebenarnya mereka tidak perlu melakukan hal tersebut. Sebab, dalam perselingkuhan, akan selalu ada pihak lain yang terluka.

------

Yuk! bantu donasi atasi dampak Corona.