Kumparan Logo

4 Tanda Perempuan Punya Beban Emosional dari Hubungan Asmara Masa Lalu

kumparanWOMANverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi perempuan tak bahagia dalam hubungan. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perempuan tak bahagia dalam hubungan. Foto: Shutterstock

Ladies, apakah kamu sulit melupakan hubungan asmara di masa lalu? Atau kamu masih berada di bawah bayang-bayang mantan pasangan? Jika ya, hal ini memang wajar terjadi. Ketika mengingat kembali hubungan masa lalu, kamu mungkin masih menyimpan memori atau masalah yang belum selesai.

Sangat mudah untuk membawa masalah dari hubungan masa lalu ke hubungan berikutnya, terlebih bila itu adalah hubungan yang sulit atau traumatis. Masalah di masa lalu yang dipendam sering kali menjadi beban emosional yang menumpuk.

Beban emosional yang dimaksud adalah rasa sakit hati yang terpendam, kesedihan, kemarahan, dendam, ketakutan, sakit hati, dan perasaan menyakitkan lainnya. Kamu biasanya menghubungkan perasaan ini dengan orang atau situasi tertentu.

Perasaan seperti ini dapat membahayakan hubungan asmara yang akan kamu bangun di masa depan. Oleh sebab itu, sebelum melangkah ke hubungan selanjutnya, kamu harus berdamai dengan diri sendiri.

Ada beberapa tanda untuk mengetahui apakah kamu masih memiliki beban emosi dan belum move on dari hubungan masa lalu yang kelam. Berikut adalah rangkuman kumparanWOMAN dari berbagai sumber.

1. Kurang percaya

Ilustrasi perempuan kurang percaya kepada pasangannya. Foto: Shutterstock

Karena kurang bisa mengekspresikan emosi di hubungan masa lalu, seseorang yang masih memiliki beban emosional sulit untuk percaya pada orang baru. Hal ini lantaran ia takut dimanfaatkan. Akibatnya, ia kesulitan untuk berbagi perasaan, emosi, atau mengungkapkan keinginan dengan siapa pun.

Peristiwa kehidupan ini dapat menyebabkan stres, kecemasan, dan kurangnya kepercayaan diri. Beberapa tanda dari kondisi ini, yaitu meningkatnya ketergantungan, rasa tidak aman, dan masalah komitmen.

2. Takut ditinggalkan

Ilustrasi pasangan. Foto: Shutter Stock

Salah satu tanda yang paling jelas dari seorang yang memiliki beban emosional adalah ketakutan bahwa setiap hubungan akan berakhir dengan rasa sakit yang sama. Ia juga takut ditinggalkan sendirian.

Semua orang tentu takut ditinggalkan oleh orang yang mereka cinta. Ketika kamu memberikan hati kepada seseorang, wajar jika kamu merasakan ketakutan tersebut. Di sisi lain, beban emosional bisa jadi membuat kamu meragukan seseorang yang benar-benar mencintaimu. Akibatnya, hal ini bisa mengganggu hubunganmu sendiri.

3. Membandingkan hubungan sekarang dengan yang dulu

Ilustrasi pasangan. Foto: Shutterstock

Beberapa orang membawa begitu banyak beban dari hubungan masa lalunya sehingga mereka mulai membanding-bandingkan hubungan sekarang dan yang lalu.

Jika kamu terus-menerus membandingkan hubungan saat ini dengan yang sebelumnya atau berpikir pasanganmu saat ini mirip dengan sebelumnya, itu bisa menjadi tanda bahwa kamu belum move on dari beban hubungan di masa lalu.

4. Memprediksi hubungan berdasarkan pengalaman di masa lalu

Ilustrasi Pasangan Foto: Shutterstock/ Makistock

Salah satu perilaku yang merusak hubungan adalah memprediksi hubungan sekarang berdasarkan pengalaman di masa lalu. Saat berpikir negatif, kamu akan menciptakan skenario paling buruk dalam hubungan yang menyebabkan ketidakpercayaan dan gangguan komunikasi yang serius.

Hal ini membuat kamu tidak mau berusaha untuk memperbaiki atau mempertahankan hubungan. Sebenarnya tidak ada kata terlambat untuk menyadari bahwa kamu masih membawa beban emosional atau memiliki masalah dari hubungan sebelumnya.

Tarik napas dalam-dalam dan pertimbangkan apakah sudah waktunya untuk mengatasi masalah ini. Bicaralah dengan pasangan, teman, atau terapis sehingga kamu mendapatkan solusi tepat untuk keluar dari masalah ini dan menjadi lebih kuat.

Penulis: Adonia Bernike Anaya