Kumparan Logo

4 Tips Diet selama Bulan Puasa Menurut Ahli

kumparanWOMANverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tips diet selama bulan puasa. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Tips diet selama bulan puasa. Foto: Shutterstock

Momen bulan Ramadhan seringkali dimanfaatkan oleh banyak orang untuk melakukan diet.

Namun dalam kondisi pandemi corona seperti sekarang ini, mungkin banyak yang ragu apakah diet masih aman dilakukan. Sebab kita diharuskan untuk selalu menjaga kesehatan dengan tetap mengkonsumsi makanan sehat supaya imun tetap terjaga.

Lalu bagaimana cara diet yang tepat selama bulan puasa di tengah pandemi ini? Untuk menjawabnya, kumparanWOMAN telah bertanya langsung pada dokter gizi dari MRCCC Siloam Hospital Jakarta, Dr. dr. Inge Permadhi, MS, SpGK (K). Supaya tahu lebih jelas, simak tips lengkapnya berikut ini.

Perhatikan asupan kalori

Ilustrasi makanan sehat. Foto: Thinkstock

Menurut dr. Inge Permadhi, melakukan diet selama puasa boleh saja. Asalkan kita tetap memperhatikan asupan kalori yang masuk dalam tubuh. Sebab di masa pandemi seperti sekarang ini, kita tetap harus menjaga kesehatan supaya imun tubuh tetap kuat.

dr. Inge menyarankan supaya kamu mengurangi asupan kalori yang biasanya per hari 1500 kalori, menjadi 1200 kalori. Nah, jumlah kalori tersebut bisa kamu bagi dalam dua kali makan. Yaitu, 300 kalori saat sahur dan 800 kalori saat berbuka puasa. Lengkapi kebutuhan tubuh, mulai dari karbohidrat protein nabati dan hewani, lemak, hingga mineral.

Penuhi asupan makanan lengkap. Foto: Shutterstock

“Saat puasa dalam kondisi seperti ini, sebaiknya hanya mengurangi asupan kalori saja tanpa harus melakukan diet yang macam-macam karena kita harus menjaga kesehatan. Komposisi makanannya harus normal, jangan hanya makan daging atau sayur saja. Harus tetap makan makanan sehat, kecukupan karbohidrat, protein, lemak, dan mineral harus diperhatikan, yang penting jumlahnya dikurangi supaya berat badan bisa tetap terjaga,” ungkap dr. Inge Permadhi pada kumparanWOMAN.

Konsumsi nasi merah sebagai pengganti nasi putih

Nasi merah Foto: Shutter Stock

Kalau masih khawatir diet gagal karena tetap makan nasi putih, kamu bisa menggantinya dengan nasi merah atau nasi hitam yang lebih sehat. Saat sahur, kamu juga bisa mengkonsumsi roti gandum atau oatmeal, atau kentang sehingga karbohidrat masih tetap terpenuhi. Pastikan kamu mengkombinasikannya dengan protein, seperti telur atau asupan gizi lainnya dari buah dan sayur.

Ganti gula dengan pemanis alami dari buah

Ilustrasi Jus. Foto: Shutterstock/Olyina V

Saat berbuka, tentu kita diharuskan untuk mengkonsumsi makanan manis. Fungsinya untuk mengembalikan gula dalam darah sehingga tubuh punya energi kembali. Namun jika kamu ingin diet selama puasa, dr. Inge menyarankan agar kamu mengganti gula dengan pemanis alami.

“Jangan dibiasakan minum sirup yang kadar gulanya sangat tinggi. Kamu bisa menggantinya dengan jus buah tanpa tambahan gula. Mengapa harus jus? Sebab kita membutuhkan kadar air yang ada pada jus untuk meningkatkan kadar gula dalam darah. Selain itu, kamu juga bisa makan kurma yang punya rasa manis alami,” jelasnya.

Minum air putih dengan tepat

Ilustrasi minum air putih. Foto: dok. Shutter Stock

Para ahli kesehatan menyarankan, manusia membutuhkan asupan air sebanyak dua liter atau setara delapan gelas per hari. Namun saat Ramadhan atau bulan puasa, bagaimana pengaturan waktu minum agar perut tak kembung atau kekurangan?

“Karena puasa, jadwalnya bisa diatur jadi enam gelas setelah berbuka puasa, yakni dimulai dengan dua gelas saat berbuka, lalu empat gelasnya sepanjang malam yang bisa dilakukan usai sholat tarawih dan saat makan besar. Kemudian untuk yang dua gelas lagi diminum saat sahur,” jelasnya.

Asupan air putih sangat diperlukan selama puasa. Meski tidak membantu menurunkan berat badan secara signifikan, namun air putih bisa menjaga tubuh tetap sehat selama menjalani puasa.

***

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

Yuk! Bantu donasi atasi dampak corona.