Woman
·
13 Oktober 2020 18:13

5 Anggapan Keliru tentang Pemakaian Bra yang Sering Dipercayai Perempuan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
5 Anggapan Keliru tentang Pemakaian Bra yang Sering Dipercayai Perempuan (77750)
aneka jenis bra Foto: Shutterstock
Bra merupakan bagian dari pakaian dalam yang penting bagi perempuan. Selain untuk melindungi payudara dari gesekan atau tekanan, penggunaan bra juga dapat membuat bentuk payudara terlihat lebih indah dan terbentuk.
ADVERTISEMENT
Namun di balik itu semua, masih ada beberapa mitos-mitos atau anggapan keliru seputar pemakaian bra yang masih saja dipercayai hingga saat ini. Padahal, mitos tersebut tidak teruji kebenarannya secara ilmiah.
Salah satu mitos yang sering dipercayai adalah memakai bra saat tidur dapat membuat payudara kencang atau mitos tak boleh mencuci bra di mesin cuci. Benarkah demikian?
Melansir Health, berikut mitos-mitos seputar bra yang sebaiknya tak perlu dipercayai.

1. Tidur memakai bra membuat payudara tetap kencang

5 Anggapan Keliru tentang Pemakaian Bra yang Sering Dipercayai Perempuan (77751)
Bantal payudara, 'Pillow Bra' oleh brand Spanyol, Sleep&Glow. Foto: Instagram/@sleepandglow
Dalam interview yang dilakukan aktris Hollywood Halle Berry beberapa tahun lalu, ia mengatakan bahwa ia selalu tidur mengenakan bra sejak usianya 16 tahun agar payudaranya tetap kencang. Padahal menurut dokter bedah payudara asal Amerika Serikat, Amber A. Guth, MD, hal tersebut tak terbukti secara ilmiah.
ADVERTISEMENT
"Tak ada bukti penelitian ilmiah yang mengatakan bahwa mengenakan bra atau tidak, membuat perbedaan terhadap payudara. Perubahan payudara menjadi kendur terjadi secara alami karena kehamilan, melahirkan dan menyusui," jelas dokter yang praktik di NYU Langone Medical Center, seperti dikutip dari Health.

2. Menggunakan bra dengan kawat dapat menyebabkan kanker payudara

5 Anggapan Keliru tentang Pemakaian Bra yang Sering Dipercayai Perempuan (77752)
Ilustrasi memijat payudara Foto: Shutterstock
Mitos ini dimulai pada 1995 silam ketika sepasang suami istri seorang antropolog medis menyatakan bahwa mengenakan bra yang berkawat yang ketat dapat membatasi kelenjar getah bening di sekitar payudara, sehingga menjebak racun penyebab kanker di dalam tubuh. Padahal, hal ini tidak berdasarkan penelitian ilmiah.
Menurut American Cancer Society, penelitian tersebut mengikuti praktik standar penelitian epidemiologi, juga tidak mempertimbangkan faktor risiko yang diketahui untuk kanker payudara. Sayangnya, mitos tersebut tetap beredar di internet hingga majalah.
ADVERTISEMENT
"Cara kerja kelenjar limfatik adalah berpindah dari tepi payudara ke area putih, kemudian keluar di ketiak. Sehingga, penggunaan bra tidak akan menghambat kelenjar ini karena posisinya jauh dari kawat bra untuk menyangga payudara," lanjut Dr. Guth lagi.

3. Tak boleh mencuci bra di mesin cuci

5 Anggapan Keliru tentang Pemakaian Bra yang Sering Dipercayai Perempuan (77753)
Ilustrasi Bra Foto: Shutterstock
Siapa bilang bra tak boleh dicuci di mesin cuci? Nyatanya, bra bisa dicuci di mesin cuci dengan menggunakan detergen yang halus dan lembut. Pastikan juga untuk mencuci bra dengan air dingin agar material bra tidak rusak dan bisa dipakai dalam jangka waktu lama.

4. Bra bisa dipakai seumur hidup

5 Anggapan Keliru tentang Pemakaian Bra yang Sering Dipercayai Perempuan (77754)
Bra. Foto: Thinkstock
Mitos lainnya yang banyak dipercayai adalah bra bisa dipakai seumur hidup sehingga menggantinya secara rutin bukanlah sebuah keharusan. Padahal, ukuran payudara bisa berubah seiring bertambahnya usia dan perubahan bentuk payudara.
ADVERTISEMENT
"Bila bra Anda masih bisa dipakai dalam satu-dua tahun, itu bagus. Tapi perlu diketahui, bila bra yang dimiliki jarang dipakai, maka masa pakainya adalah tiga tahun. Sedangkan bra yang sering dipakai, masa pakainya adalah satu tahun," jelas Jené Luciani, penulis buku 'The Bra Book'.

5. Ukuran bra di semua merek pakaian dalam adalah sama

5 Anggapan Keliru tentang Pemakaian Bra yang Sering Dipercayai Perempuan (77755)
Ilustrasi Bra Foto: Shutterstock
Terkadang, perempuan selalu berpatokan dengan ukuran yang sudah diketahuinya dalam memakai bra. Misalnya, kamu membeli bra ukuran 34B di merek A, maka ukuran bra kamu di merek B pun 34B. Padahal, masing-masing merek pakaian dalam mempunyai ukurannya sendiri-sendiri, sehingga ada baiknya kamu mengukurnya terlebih dahulu demi mendapatkan ukuran lingkar dada dan cup bra yang sesuai.
"Tak ada mesin atau patokan ukuran untuk mengukur bra, para brand pakaian dalam mengandalkan ukuran tubuh perempuan asli yang mana setiap tubuh ukurannya berbeda-beda. Kamu mungkin akan memiliki lima bra dari lima merek berbeda dengan ukuran yang juga berbeda-beda," demikian tutur Luciani.
ADVERTISEMENT