5 Cara Sehat Mengatasi Rasa Marah dengan Pasangan agar Hubungan Kamu Langgeng
·waktu baca 3 menit

Hubungan asmara tidak selalu berjalan mulus. Ada momen ketika kamu dan pasangan frustrasi karena beberapa kondisi. Rasa frustrasi tersebut kemudian bisa memburuk dan berubah menjadi kebencian atau kemarahan yang meluap-luap.
Agar hal ini tidak terjadi, ada beberapa trik yang sebenarnya perlu dilakukan. Kamu dan pasangan bisa mengatasi frustrasi dengan cara yang lebih sehat.
Mengutip Fatherly, Cheri Timko, Couple Relationship Coach mengatakan bahwa adalah wajar bila setiap orang merasa frustrasi dengan pasangan. Yang terpenting adalah bagaimana menjadi dua orang dengan banyak perbedaan dapat tetap hidup bersama dengan damai.
Menurutnya, cara kita menangani perbedaan dapat sangat memengaruhi sebuah hubungan. Karena itu, penting untuk berhati-hati saat menghadapi rasa frustrasi.
“Ketika ditangani dengan buruk, itu dapat menyebabkan kemarahan dan kebencian bagi kedua pasangan. Ketika dilakukan dengan baik, situasi frustrasi dapat membantu membangun dan memperkuat ikatan,” imbuhnya.
Faktanya, ada beberapa cara sehat untuk mengatasi rasa marah dengan pasangan. Simak selengkapnya berikut ini seperti kumparanWOMAN rangkum dari Fatherly.
1. Tempatkan diri kamu pada posisinya
Setiap orang bisa dengan sangat mudah terhanyut rasa frustrasi, sehingga hanya fokus pada diri sendiri. Namun bila mencoba untuk melihat situasi dari sisi pasangan—menelaah perasaan atau reaksi kita bila ada di posisinya, reaksi—kamu mungkin akan merasa sedikit lebih baik. “Pikirkan bagaimana pengaruh situasi tersebut terhadap pasangan kamu. Ini bukan interpretasi kamu, melainkan apa yang kemungkinan akan mereka jelaskan kepada kamu soal situasi tersebut,” ujarnya.
2. Minta masukan dari pasangan
Meminta masukan pasangan bisa membantu kita untuk sampai pada akar frustasi. Kuncinya adalah tenang. Bicaralah dengan pasangan dan mintalah mereka untuk menjelaskan alasan di balik tindakan dan amarahnya. Dengarkan dan ajukan pertanyaan untuk mendapatkan pemahaman yang jelas terkait penyebab frustrasi di antara kalian.
“Penting untuk memilih waktu yang tepat untuk bertanya agar kalian berdua tetap tenang. Kamu mungkin tidak mendapatkan kesempatan untuk menggambarkan bagian perasaan kamu, tetapi mengetahui apa yang terjadi pada pasangan akan membantu kamu menghadapi situasi dengan lebih baik,” ujar Cheri.
3. Bicaralah dengan pasangan saat kamu merasa tenang
Saat ketegangan memuncak, seseorang akan mengatakan atau melakukan sesuatu yang akan membuat salah satu atau kalian berdua marah. Tunggulah sampai kalian berdua tenang untuk dapat mengatasi apa yang menyebabkan frustrasi.
“Pilihlah waktu untuk mendiskusikan rasa frustrasi dengan hati-hati. Saat-saat buruk adalah ketika pasangan sibuk dengan hal-hal lain, sebelum bekerja atau tidur, atau ketika salah satu dari kalian frustrasi atau kelelahan,” kata Cheri.
4. Mengontrol perasaan diri sendiri
Kamu tidak dapat mengontrol perilaku pasangan. Namun, kamu dapat mengontrol reaksi kita terhadap perilaku pasangan. Jika dia melakukan atau mengatakan sesuatu yang membuat kamu frustrasi hingga lepas kendali, kamu hanya akan memperburuk situasi. “Kamu bertanggung jawab untuk menjadi versi terbaik dari diri di situasi apa pun,” ungkap Cheri.
5. Menenangkan diri
Rasa frustrasi terkadang dapat membuat kamu dan pasangan tidak tahan berada di ruang yang sama. Ketika mencapai titik itu, kalian akan terus bertengkar, berbicara, dan berdebat sampai emosi berkobar. Pada akhirnya, kalian akan menyesal atas apa yang telah dikatakan.
Sebelum menyesal, luangkan waktu sejenak untuk menjauh dan menjernihkan pikiran. Kamu bisa mencari tempat yang tenang dan infokan kepada pasangan bahwa kamu membutuhkan hal itu.
Terapis pernikahan dan keluarga, Amber Trueblood, “Menjelaskan secara verbal apa yang kamu lakukan bisa sangat membantu pasangan, yang mungkin sebelumnya ia dengan mudah mengambil kesimpulan atau berasumsi yang terburuk saat kamu menghilang untuk sementara waktu, baik secara emosional maupun fisik.”
