kumparan
1 Juni 2019 10:01

5 Efek Positif pada Tubuh saat Mengurangi Konsumsi Produk Olahan Susu

Ilustrasi susu
Ilustrasi susu Foto: Pixabay
Sebagian besar dari Anda mungkin sangat sulit untuk terlepas dari segala macam produk olahan susu atau dairy. Tidak dapat dipungkiri, kandungan protein, kalsium dan vitamin B2 pada produk susu memang sangat bermanfaat bagi pertumbuhan dan kesehatan tubuh. Rasanya pun enak, baik jika diminum dalam produk susu langsung, ataupun olahan lain seperti keju
ADVERTISEMENT
Namun tahukan Anda bila ternyata, produk olahan susu juga bisa memiliki dampak negatif bagi kesehatan terutama bagi kulit? Ya, dairy diketahui dapat memperparah jerawat pada wajah, membuat perut kembung bagi penderita lactose intolerance, hingga pemicu utama migrain.
Apabila Anda sering mengalami beberapa masalah kesehatan di atas. Mungkin ini sudah saatnya Anda diet dairy. Untuk semakin meyakinkan Anda, berikut kami telah merangkum beberapa efek positif pada tubuh yang bisa Anda rasakan ketika mengurangi komsumsi dairy.
1. Berat badan menurun
Ilustrasi timbangan berat badan
Ilustrasi timbangan berat badan Foto: Pixabay
Keinginan untuk menurunkan berat badan biasanya menjadi alasan utama perempuan untuk mengurangi segala bentuk produk olahan susu.
Cynthia Sass, MPH, RD, Editor nutrisi dari Health mengatakan bahwa mengurangi konsumsi dairy atau produk susu memang dapat mengurangi berat badan.
ADVERTISEMENT
Jadi apabila Anda terbiasa mengkonsumsi makanan yang mengandung dairy seperti pizza, mac and cheese, atau sandwich mozarella, cobalah menggantinya dengan makanan berprotein yang rendah lemak. Misalnya kacang-kacangan, gandum, atau sayur.
2. Mengurangi rasa kembung
Ilustrasi Perut Kembung
Ilustrasi Perut Kembung Foto: Pixabay
Pada sebagian orang yang menderita lactose intolerance atau tidak bisa mencerna kandungan gula dalam produk susu, dairy bisa menyebabkan mereka merasa kembung dan dipenuhi dengan gas.
Kondisi ini biasanya dibarengi juga dengan sakit perut yang parah, diare, atau kram. Hal ini disebabkan oleh orang yang tidak toleran laktosa tubuhnya tidak menghasilkan cukup laktase, enzim penting untuk memecah jenis gula dalam produk susu.
Oleh karena itu, bila Anda penderita lactose intolerance atau merasa kembung setelah mengkonsumsi produk susu, Anda bisa menguranginya secara bertahap dan menggantinya makanan kaya gizi lainnya.
ADVERTISEMENT
3. Kulit menjadi lebih sehat
Ilustrasi wajah kulit sehat
Ilustrasi wajah kulit sehat. Foto: Shutterstock
Penelitian yang sudah dilakukan sejak 1940-an menunjukkan adanya keterkaitan antara mengkonsumsi dairy dengan breakout atau jerawat yang terjadi pada kulit.
Beberapa ahli percaya bahwa produk susu dapat memperburuk masalah jerawat hormonal. Hal ini juga diperkuat dengan banyaknya orang yang mengaku kulitnya lebih bersih ketika mereka tidak mengkonsumsi dairy.
Untuk mengatasi hal itu, American Academy of Dermatology merekomendasikan agar Anda melakukan percobaan selama seminggu untuk berhenti mengkonsumsi dairy. Bila kulit Anda membaik, maka dairy adalah penyebab utama pada masalah kulit Anda.
4. Mood menjadi lebih stabil
Karena tingginya jumlah hormon seperti estrogen dan progesteron yang ditemukan dalam susu sapi, ketika Anda mengkonsumsi susu, tubuh Anda mengambil hormon-hormon ini sebagai produk ganda.
Ilustrasi perempuan bahagia
Ilustrasi perempuan bahagia Foto: dok.Unspalsh
"Hormon tambahan dari dairy ini, ketika dicampur dengan hormon Anda sendiri, dapat menyebabkan perubahan suasana hati," ungkap Frida Harju-Westman, in-house nutritionist di aplikasi kesehatan, Lifesum, seperti dikutip dari Cosmopolitan.
ADVERTISEMENT
5. Mengurangi sakit kepala
Bahan kimia alami yang sering ditemukan dalam keju ternyata bagi sebagian orang dapat menyebabkan migrain dan sakit kepala.
"Jika Anda mengalami sakit kepala secara berturut-turut karena dairy, mengurangi komsumsi keju bisa memiliki efek positif pada kesehatan Anda," tutur Frida Harju-Westman, in-house nutritionist di aplikasi kesehatan, Lifesum, kepada Cosmopolitan.
Namun Anda juga harus memahami bahwa produk susu juga mengandung vitamin B2 yang penting bagi tubuh. Jika memutuskan untuk mengurangi konsumsi dairy, pastikan Anda tidak kekurangan B2 dengan mengkonsumsi banyak jamur, almond, dan bayam.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan