5 Fakta Menarik tentang Anna Sorokin, Sosialita Penipu di Serial Inventing Anna
·waktu baca 7 menit

Serial Inventing Anna sedang menjadi sorotan. Serial garapan Netflix ini menceritakan seorang perempuan muda bernama Anna Sorokin. Perempuan 31 tahun ini merupakan penipu ulung yang berhasil melakukan aksi dengan menipu banyak sosialita dan kaum elite di AS demi bisa menjalani hidup mewah. Selama ini, ia mengaku sebagai perempuan seorang ahli waris kaya asal Jerman dengan nama samaran Anna Delvey.
Tinggal di New York sejak 2013, Anna berpura-pura menjadi sosialita dan banyak melakukan penipuan. Ia dilaporkan pihak bank dan orang-orang yang merasa dirugikan atas kasus penipuan bisnis senilai 275 ribu dolar AS (Rp 3,9 miliar).
Pada 2017 lalu, ia ditangkap atas dakwaan melakukan pencurian properti pribadi dengan nilai di atas jumlah yang ditentukan hukum. Penipuan ini dikenal dengan istilah grand larceny. Anna pun dijatuhi hukuman penjara selama empat tahun dan maksimal kurungan 12 tahun penjara oleh pengadilan tinggi New York pada Mei 2019.
Kasus penipuan yang dilakukannya ini semakin viral setelah diberitakan New York Magazine dan Vanity Fair. Tulisan jurnalis New York Magazine, Jessica Pressler, inilah yang kemudian dijadikan sumber utama dari serial Inventing Anna. Dalam serial tersebut, Jessica Pressler diceritakan berusaha keras membongkar jati diri Anna dan membuat Anna mau diwawancara hingga mengakui semua perbuatannya.
Nah, buat Ladies yang belum menonton Inventing Anna atau ingin tahu lebih dalam soal sosoknya, kumparanWOMAN telah merangkum sejumlah faktanya. Dilansir berbagai sumber, simak selengkapnya berikut ini.
1. Nama aslinya adalah Anna Sorokin
Di awal kisahnya, Anna memperkenalkan diri sebagai Anna Delvey. Padahal nama sebenarnya adalah Anna Sorokin. Kepada orang-orang ia mengaku bahwa Delvey adalah nama tengah ibunya, tapi kepada New York Magazine, orang tua asli Anna mengaku tak pernah mengenal nama Delvey.
Menurut laporan Harper's Bazaar, nama Delvey dipakai Anna untuk menutupi fakta bahwa ia adalah keturunan Rusia. Namun dalam wawancara bersama ABC, Anna mengaku spontan memakai nama tersebut layaknya selebriti yang lumrah dengan perubahan nama.
Jadi pengakuannya sebagai keturunan Jerman juga hanya sebuah kebohongan. Mengutip New York Magazine, Anna Sorokin lahir di Rusia pada 1991, ia dan keluarganya kemudian pindah ke Eschweiler, Jerman, pada 2007. Hingga saat ini, Anna merupakan warga Jerman dan orang tua dan keluarga aslinya masih tinggal di sana.
2. Pernah sekolah seni dan magang di majalah
Anna Sorokin menempuh pendidikan SMA di daerah dekat perbatasan Belgia dan Belanda. Menurut laporan Jessica Pressler, Anna dikenal teman-teman sekelasnya sebagai gadis pendiam. Setelah lulus, Anna pindah dari Jerman ke London dan kuliah di Central Saint Martins, London. Tapi tak lama kemudian, ia keluar dari sekolah seni tersebut.
Setelah itu, Anna sempat kembali ke Berlin sebentar lalu pindah lagi ke Paris untuk mengikuti program magang di majalah seni dan gaya hidup, Purple, pada 2013. Tak lama di Paris, Anna merasa bosan dan ia mendatangi New York Fashion Week. Oleh majalah Purple, Anna pun dipindah ke kantor pusat Purple di New York. Belum lama menjalani magang di New York, Anna pun berhenti dan memilih memalsukan identitas dan menjadi sosialita penipu.
3. Tidak berasa dari keluarga kaya raya
Setelah memutuskan tinggal di New York dan menjalani hidup penuh kepalsuan, Anna Sorokin selalu mengaku berasal dari keluarga kaya raya. Ia mengatakan kalau ayahnya adalah orang kaya raya dan dirinya adalah pewaris kekayaan tersebut. Banyak juga yang mengira bahwa ayah Anna mungkin adalah seorang diplomat atau pebisnis minyak.
Saat bertemu dengan anak dari Santiago Calatrava, seorang arsitek terkenal, ia mengatakan bahwa dirinya adalah anak pewaris tahta dengan kekayaan mencapai 60 juta euro atau sekitar Rp 976 miliaran. Ia juga mengaku sering memberikan uang tip senilai 100 dolar AS atau sekitar Rp 1.4 jutaan.
Tapi kenyataannya, Jessica Pressler mengatakan bahwa ayah Anna adalah seorang sopir truk yang kemudian jadi pemimpin di sebuah perusahaan transportasi yang bangkrut pada 2013. Selanjutnya, ayah Anna membuka bisnis di bidang perangkat energi. Kepada New York Magazine, orang tua asli Anna membeberkan bahwa mereka pernah memberikan uang kepada Anna agar anak mereka bisa bertahan hidup setelah pindah dari rumah.
"Dia meyakinkan kami bahwa biaya tersebut adalah sebuah investasi," ungkap orang tua Anna kepada New York Magazine.
Kini, Anna sudah tak dekat lagi dengan kedua orang tuanya. Mereka bahkan tak mendatangi semua persidangan Anna. Jadi sebenarnya Anna Sorokin memang bukanlah anak dari keluarga kaya raya.
4. Caranya menipu banyak orang hingga bank
Menetap di New York, Anna Sorokin tak cuma mengganti nama. Ia juga memalsukan identitas sehingga dirinya bisa masuk ke lingkup pecinta seni. Kolektor seni Michael Xufu Huang jadi salah satu orang yang menjadi teman pertama Anna saat ia menjalankan aksi penipuan. Bersama Michael, Anna pernah ikut bepergian ke Venice Biennale Art Festival tanpa mengeluarkan biaya sedikit pun. Semua yang menanggung adalah Michael.
Michael baru menyadari kalau Anna adalah seorang penipu beberapa bulan kemudian. Meski begitu, Anna tak kehilangan akal. Ia tetap lanjut menjalankan aksi penipuan dengan cara membuat para sosialita ini saling bermusuhan. Sehingga mereka tidak saling membicarakan dirinya.
Tak cuma menipu sosialita, Anna Sorokin juga menipu bank. Selama menjalankan aksi, ia dikenal sebagai sosok yang suka menginap di hotel-hotel mewah, makan di restoran mahal, bepergian dengan jet pribadi, dan bersosialisasi. Reputasinya ini membuat sejumlah orang percaya, tak terkecuali pihak bank. Jadi ketika ia melakukan peminjaman dana untuk membentuk sebuah klub sosial dan galeri lengkap dengan restoran dan hotel mewah bernama The Anna Delvey Foundation, mereka pun percaya.
Menurut Harper's Bazaar, Anna berusaha meminjam dana sejumlah 20 juta dolar AS atau sekitar Rp 287 miliaran pada Fortress Invesment Group, perusahaan manajemen investasi Amerika yang berbasis di New York. Saat melakukan proses peminjaman, Anna memalsukan banyak data dengan berpura-pura jadi konsultan finansial dan akuntan. Ia juga berbohong mengenai kekayaan yang dimiliki. Sayang usahanya meminjam dana untuk menggelar pameran seni tidak berlangsung mulus seperti perkiraan Anna. Dalam persidangan, pihak Fortress mengatakan ada banyak hal yang ganjil tentang Anna, sehingga perusahaan tak bisa begitu saja memberikan peminjaman. Padahal proses untuk peminjaman yang dilakukan oleh Anna sebenarnya sangat mudah.
Mengutip Rolling Stone, menurut email yang ditampilkan di persidangan, pada Januari 2017 Fortress meminta Anna untuk setoran itikad baik sebesar 100 ribu dolar AS atau Rp 1.4 miliaran, serta verifikasi dari bank di Swiss yang diduga milik Anna sebagai bukti. Setelah banyak kehati-hatian, Anna pun mengirimi Fortress deposit 100 ribu dolar AS. Dikeahui, Anna ternyata memperoleh dana 100 ribu dolar AS itu dari Citi National Bank.
Penipuan yang membuat Anna Sorokin tertangkap adalah saat ia berbohong pada kenalannya, penulis dan mantan editor foto di Vanity Fair, Rachel DeLoache Williams. Singkat cerita, Anna melakukan perjalanan bersama Rachel ke Maroko bersama seorang pelatih pribadi dan videografer. Saat itu, Anna tak bisa membayar perjalanannya itu, sehingga Rachel menggunakan kartu kredit pribadi dan milik perusahaan tempatnya bekerja untuk membiayai Anna. Sayangnya, uang tersebut tak pernah diganti. Rachel pun melaporkan dan menuntut Anna dengan menyebutkan pada jaksa bahwa Anna adalah penipu handal.
Dalam kasus tersebut, Anna tak dinyatakan bersalah karena hakim menemukan fakta bahwa Rachel juga mendapat keuntungan dari gaya hidup yang dijalani oleh Anna. Sehingga Rachel kalah dan Anna bebas dari tuntutan.
5. Mencuri jet pribadi
Pada pertengahan episode Inventing Anna, diceritakan bahwa Anna Sorokin mencuri sebuah jet pribadi. Menurut laporan South China Morning Post, kejadian ini memang nyata terjadi. Namun caranya mencuri bukan seperti di film-film action dan mengendarainya sendiri. Ia menipu dengan meyakinkan pemilik perusahaan sehingga petugas memberinya izin untuk terbang dengan jet milik mereka.
Sama seperti dalam serial, Anna berkenalan dengan Rob Wiesenthal, CEO dari perusahaan yang menjual dan menyewakan jet pribadi bernama Blade. Keduanya bertemu di sebuah acara sosial. Tak lama setelah itu, Anna menyewa jet dari Blade untuk menghadiri acara investasi tahunan Warren Buffett di Omaha, Nebraska, AS. Anna menyewa jet seharga 35 ribu dolar AS atau sekitar Rp 502 jutaan. Ia mengirimkan pihak Blade sebuah konfirmasi palsu berupa bukti transfer dari Deutsche Bank. Berdasarkan laporan yang dibuat Jessica Pressler, pembayaran tersebut tak pernah masuk ke perusahaan.
Mengutip Rolling Stone, kepala keuangan dari Blade, Kathleen McCormack, yang jadi saksi di persidangan Anna Sorokin mengaku bahwa perusahaan percaya bahwa Anna bisa membayar karena dianggap punya kekayaan.
"Sejujurnya, kami membiarkan orang lolos dulu, dan mereka membayar. Rob Wiesenthal pernah bertemu singkat dengannya (Anna), dan dia kenal dengan Anna dari pertemanan, kami merasa dia bisa membayar, jadi kami sewakan dia penerbangan," pungkas Kathleen seperti dikutip dari South China Morning Post.
