Kumparan Logo

5 Fakta P&G dan Octopus Kolaborasi Kelola Sampah Plastik di Jakarta

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Peluncuran program Conscious Living, kolaborasi P&G dan Octopus dalam pengelolaan sampah Jakarta, di The Terrace Senayan, Selasa (21/06/2022). Foto: P&G
zoom-in-whitePerbesar
Peluncuran program Conscious Living, kolaborasi P&G dan Octopus dalam pengelolaan sampah Jakarta, di The Terrace Senayan, Selasa (21/06/2022). Foto: P&G

Sampah, terutama sampah plastik, menjadi masalah pelik yang terjadi di seluruh dunia. Termasuk di Indonesia dan ibu kotanya, DKI Jakarta. Menurut data dari Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, ibu kota bisa memproduksi hingga 7.500 ton sampah per harinya, dengan sebagian besar dari jumlah tersebut merupakan sampah plastik.

Pemakaian plastik sekali pakai menjadi pemicu besarnya timbunan sampah di wilayah ibu kota ini, Ladies. Sampah rumah tangga seperti kemasan sampo, pouch sabun cuci isi ulang, hingga plastik-plastik sachet pun menjadi penyumbang terbanyak. Dengan sampah plastik sebanyak itu, sayangnya tidak sebanding dengan jumlah yang dikelola dengan baik dan yang didaur ulang.

Berkaca dari fenomena tersebut, banyak pihak yang mulai mengambil bagian untuk mengelola sampah plastik di Jakarta. Salah satunya adalah perusahaan fast-moving consumer goods (FMCG) besar di Indonesia, Procter & Gamble (P&G). P&G pun melakukan upaya pengelolaan sampah di ibu kota bersama dengan perusahaan start up ekonomi sirkular Octopus, lewat program bertajuk Conscious Living.

Ladies mungkin penasaran, seperti apa seluk beluk kolaborasi yang ramah lingkungan ini. Untuk itu, kumparanWOMAN telah merangkum lima fakta dari program Conscious Living P&G dan Octopus ini. Simak selengkapnya di bawah ini, ya.

1. Tahun lalu, sukses diselenggarakan di Jawa Barat

Ilustrasi memilah sampah plastik. Foto: shutterstock

lam acara peluncuran program ini di The Terrace Senayan, Selasa (21/6), Sustainability Champion P&G Indonesia Ariandes Veddytaro dan CEO Octopus Indonesia Moehammad Ichsan menjelaskan soal ekspansi dari kolaborasi ramah lingkungan ini. Sebelum diluncurkan di Jakarta, program Conscious Living ini telah lebih awal dijalankan di Jawa Barat pada akhir 2021, dan disambut dengan antusias oleh para warga.

“Kami sangat bangga bahwa Octopus bersama program Conscious Living dapat diperluas ke wilayah DKI Jakarta. Selain turut bertanggung jawab untuk mengatasi sampah di DKI Jakarta, kami membuka luas kesempatan bagi para pihak yang terlibat untuk dapat merasakan manfaat dari nilai-nilai yang dihasilkan terhadap sampah yang dikumpulkan. Pihak-pihak tersebut adalah konsumen, pelestari, dan pengepul sampah,” kata Ariandes.

2. Libatkan perempuan dan penyandang disabilitas

Peluncuran program Conscious Living, kolaborasi P&G dan Octopus dalam pengelolaan sampah Jakarta, di The Terrace Senayan, Selasa (21/06/2022). Foto: Judith Aura/kumparan

Lewat program yang diselenggarakan di Jawa Barat, Conscious Living P&G dan Octopus ini berhasil menjangkau 2.916 pelestari (sebutan untuk pihak penjemput sampah yang sudah dipilah). Bahkan, 54 persennya adalah perempuan dan 54 orang adalah penyandang disabilitas. Dengan begitu, program ini turut membantu memberdayakan mereka, memberikan mereka kesempatan untuk bekerja dan menghasilkan uang sendiri.

Nah, di program Conscious Living di Jakarta ini, diharapkan P&G dan Octopus mampu merangkul hingga 3.500 pelestari dari berbagai latar belakang profesi hingga kondisi ekonomi.

3. Sistem pemilahan dan pengelolaan sampah P&G dan Octopus cukup mudah

Ilustrasi perempuan dalam menjaga lingkungan. Foto: Farknot Architect/Shutterstock

Bagaimana cara kerja program Conscious Living ini? Program ini mengajak para warga Jakarta untuk belajar memilah sampah sendiri di rumah. Kamu bisa mulai memilah sampah HDPE, sampah multilayer, dan sampah sachet dari produk-produk P&G. Setelahnya, kamu bisa mengunduh aplikasi Octopus yang tersedia di smartphone untuk memanggil pelestari. Sebelum memanggil pelestari, pastikan sampah plastik yang sudah kamu kumpulkan dan pilah mencapai berat minimum 1 kg, ya.

Usai pelestari datang dan menjemput sampahmu, mereka akan menjualnya ke bank sampah untuk nantinya diproses dan dikelola menjadi sumber energi terbarukan. Para pelestari pun akan memperoleh pendapatan dari penjualan sampah yang sudah mereka jemput.

Kemudian, Octopus tidak hanya menerima sampah-sampah plastik atau sampah dari produk P&G, lho. Menurut Ichsan, Octopus menerima sampah jenis lainnya, seperti sampah elektronik, kaca, baterai, hingga sampah kemasan makeup. Namun, untuk saat ini, belum tersedia layanan untuk pengumpulan sampah tekstil.

4. Punya daya tarik tersendiri

Peluncuran program Conscious Living, kolaborasi P&G dan Octopus dalam pengelolaan sampah Jakarta, di The Terrace Senayan, Selasa (21/06/2022). Foto: Judith Aura/kumparan

Tentunya, aplikasi Octopus yang digunakan dalam program ini memiliki daya tarik tersendiri untuk para konsumen, agar penggunanya tertarik dan terdorong untuk melakukan pengumpulan dan pemilahan sampah. Daya tariknya adalah setiap kamu mengumpulkan sampah dengan Octopus, kamu akan mendapatkan poin yang nantinya bisa ditukar dengan token listrik, pulsa, hingga voucher untuk pembelian berbagai barang.

5. Diluncurkan sebagai hadiah ulang tahun ke-495 DKI Jakarta

Ilustrasi memilah sampah skin care. Foto: Shutter Stock

Pemilihan Jakarta sebagai wilayah ekspansi dari Conscious Living ini bukan tanpa sebab, Ladies. Menurut Ichsan, menyusul kesuksesan program ini di Jawa Barat, DKI Jakarta menjadi pilihan karena tingkat kesadaran masyarakat soal pengelolaan sampah yang sudah jauh lebih tinggi.

Peluncuran program ini juga menjadi lebih spesial, karena Conscious Living dirilis di Jakarta sebagai “hadiah ulang tahun ke-495” bagi ibu kota.

“Tentu kami menyambut baik peluncuran aplikasi Octopus. Ini merupakan hadiah terindah bagi Ulang Tahun Jakarta yang ke-495 tahun. Terima kasih dari P&G dan Octopus yang sudah membantu dan menyadarkan kita semua agar bisa membangun kebiasaan baru memilah sampah dengan baik dan benar. Tidak hanya pemerintah, tetapi semua warga dan stakeholders bersama-sama bergerak menuju kota Jakarta yang maju, bersih lingkungannya, dan terbebas dari sampah,” ucap Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, yang hadir di acara peluncuran tersebut.

Ladies, semakin tertarik untuk rajin memilah dan mengelola sampah rumah tangga?