5 Fakta Upaya Sustainability Emina, Kumpulkan Sampah Kosmetik buat Didaur Ulang

20 Oktober 2022 8:17
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Press conference Emina First Step Towards Sustainability di Atsiri diSarinah, Jakarta, Selasa (18/10/2022). Foto: Judith Aura/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Press conference Emina First Step Towards Sustainability di Atsiri diSarinah, Jakarta, Selasa (18/10/2022). Foto: Judith Aura/kumparan
ADVERTISEMENT
Penggunaan plastik yang masif oleh masyarakat, termasuk dalam bentuk kemasan produk kecantikan, menjadi faktor perusak lingkungan yang sangat besar. Ini diperburuk dengan pengelolaan sampah yang buruk. Menurut data oleh Waste4Change, 185 ribu ton sampah setiap hari dihasilkan di Indonesia. Namun, hanya sedikit dari sampah-sampah tersebut yang dikelola dengan baik.
ADVERTISEMENT
Brand kecantikan Indonesia dengan target remaja perempuan, Emina, kini turut berkomitmen dalam menerapkan gaya hidup berkelanjutan atau sustainable living. Melihat Bumi sudah dihantam berbagai masalah lingkungan pelik, sustainability perlu dilakukan oleh berbagai pihak; termasuk oleh para penikmat dunia kecantikan dan perusahaan yang menyediakan kebutuhan para konsumennya.
Dengan itu, Emina pun memutuskan untuk meluncurkan kampanye bertajuk #EminaGotYourBack, yang berfokus pada mengajak remaja Indonesia untuk memulai langkah kecil, seperti mengumpulkan sampah produk kosmetik mereka yang nantinya akan didaur ulang. Program ini sudah berlangsung sejak November 2021, Ladies.
Press conference Emina First Step Towards Sustainability di Atsiri diSarinah, Jakarta, Selasa (18/10/2022). Foto: Judith Aura/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Press conference Emina First Step Towards Sustainability di Atsiri diSarinah, Jakarta, Selasa (18/10/2022). Foto: Judith Aura/kumparan
“Bersama dengan Emina, kita mengembangkan kampanye ini untuk [menunjukkan bahwa] ‘Oh, ternyata komitmen ke sustainability itu enggak susah, lho.’ Seperti sesimpel mengganti tas plastik menjadi totebag, atau mengumpulkan sampah plastik produk beauty dan dibawa ke tempat khusus,” ujar Teens & Emerging Brand Group Head Emina, Clarissa A. Gunawan, dalam konferensi pers First Step Towards Sustainability di Atsiri diSarinah, Jakarta, Selasa (18/10).
ADVERTISEMENT
Nah, seperti apakah upaya sustainability Emina lewat waste collection alias pengumpulan sampah plastik dari kemasan kosmetik ini? kumparanWOMAN sudah merangkum 4 faktanya, Ladies. Simak selengkapnya di bawah ini, ya!

1. Emina sediakan Beauty Bin hingga ke 42 titik

Press conference Emina First Step Towards Sustainability di Atsiri diSarinah, Jakarta, Selasa (18/10/2022). Foto: Judith Aura/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Press conference Emina First Step Towards Sustainability di Atsiri diSarinah, Jakarta, Selasa (18/10/2022). Foto: Judith Aura/kumparan
Salah satu program dari kampanye sustainability oleh Emina adalah waste collection atau pengumpulan sampah plastik. Ini dilakukan Emina lewat menyediakan beauty bin atau tempat sampah khusus di 42 titik yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia.
Selain di gerai Emina Playground yang berlokasi di Bandung, Jakarta, dan Malang, Emina juga bermitra dengan sejumlah gerai kecantikan seperti Guardian dan Watsons untuk menyediakan beauty bin. Buat kamu yang penasaran dengan 42 titik beauty bin, kamu bisa mengeceknya langsung di situs resmi Emina.
ADVERTISEMENT

2. Beauty Bin Emina terima sampah kemasan kosmetik dari berbagai brand

Press conference Emina First Step Towards Sustainability di Atsiri diSarinah, Jakarta, Selasa (18/10/2022). Foto: Judith Aura/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Press conference Emina First Step Towards Sustainability di Atsiri diSarinah, Jakarta, Selasa (18/10/2022). Foto: Judith Aura/kumparan
Menurut Clarissa, beauty bin ini tidak cuma menerima sampah kemasan produk Emina, lho. Jadi, kamu bisa bawa sampah plastik kemasan kosmetik apa pun yang kamu miliki di rumah.
“Beauty bin Emina terbuka buat [kemasan produk] brand lain, enggak cuma Emina atau produk-produk dari Paragon group (Wardah dan MakeOver). Bisa banget dari brand lain,” ucap Clarissa.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020

3. Emina edukasi etika dalam mengumpulkan dan membuang sampah di Beauty Bin

Press conference Emina First Step Towards Sustainability di Atsiri diSarinah, Jakarta, Selasa (18/10/2022). Foto: Judith Aura/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Press conference Emina First Step Towards Sustainability di Atsiri diSarinah, Jakarta, Selasa (18/10/2022). Foto: Judith Aura/kumparan
Lalu, bagaimana cara mengumpulkan sampah plastik kecantikan yang baik dan benar? Emina selalu mengingatkan remaja Indonesia untuk mengosongkan kemasan, mencuci bersih kemasan, kemudian mengeringkan, dan memasukkannya ke dalam wadah untuk mempermudah kamu membawa sampah yang sudah dipilah.
ADVERTISEMENT
Dalam mengelola hasil sampah kemasan yang sudah dikumpulkan, Emina bekerja sama dengan Trashsmith, perusahaan yang mengolah sampah plastik menjadi barang layak guna. Founder Trashsmith, Bintang Gantyna, turut menjelaskan etika dalam mengumpulkan sampah kemasan kosmetik yang baik dan benar.
“Treatment sampah, bagaimana melakukannya dengan baik? Jadi, pisahkan tutup dari badan kemasan. Pastikan memisahkan material dari bahan yang nonplastik. Lalu, dipilah warnanya, dan pastikan kemasannya bersih,” ucap Bintang pada konferensi pers Emina.

4. Sampah plastik Emina didaur ulang jadi produk layak guna

Press conference Emina First Step Towards Sustainability di Atsiri diSarinah, Jakarta, Selasa (18/10/2022). Foto: Judith Aura/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Press conference Emina First Step Towards Sustainability di Atsiri diSarinah, Jakarta, Selasa (18/10/2022). Foto: Judith Aura/kumparan
Setelah sampah plastiknya dikumpulkan, apa yang terjadi dengan kemasan-kemasan tersebut? Tentunya, kemasan akan didaur ulang menjadi produk yang layak guna oleh Trashsmith.
Puluhan kilogram sampah kemasan produk kecantikan yang sudah dikumpulkan Emina pun diolah menjadi rak buku dan kursi kecil. Untuk menciptakan satu kursi kecil, dibutuhkan sampah seberat 3 kg; sementara rak buku memerlukan 35 kg sampah.
ADVERTISEMENT
Selain menjadi rak buku dan kursi, sampah plastik produk kecantikan juga bisa diolah menjadi barang-barang kecil lucu, seperti cermin, wadah untuk menyimpan perhiasan, hingga coaster atau tatakan gelas.

5. Hasil daur ulang didonasikan untuk Taman Bacaan

Press conference Emina First Step Towards Sustainability di Atsiri diSarinah, Jakarta, Selasa (18/10/2022). Foto: Judith Aura/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Press conference Emina First Step Towards Sustainability di Atsiri diSarinah, Jakarta, Selasa (18/10/2022). Foto: Judith Aura/kumparan
Setelah didaur ulang, Emina mendonasikan barang jadi layak guna tersebut ke berbagai Taman Bacaan yang berlokasi sejumlah wilayah Indonesia, seperti di Kupang dan Kabupaten Malaka di Nusa Tenggara Timur, lewat kerja sama dengan organisasi nonprofit Indorelawan.
“Kita memang selalu punya pilihan, termasuk memilih untuk ambil satu langkah kecil yang dapat memberikan dampak besar kepada lingkungan. Seiring dengan program keberlanjutan yang terus kami lakukan, Emina akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak melalui kegiatan-kegiatan berkelanjutan. Harapannya, program ini dapat meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terutama remaja Indonesia terhadap lingkungan,” tutup Clarissa.
ADVERTISEMENT
Nah, Ladies, apakah kamu jadi semakin tertarik untuk mengumpulkan sampah kemasan kosmetik?
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020