Kumparan Logo

5 Gejala Diabetes pada Perempuan yang Perlu Diwaspadai

kumparanWOMANverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kenali gejala diabetes pada perempuan sejak dini. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Kenali gejala diabetes pada perempuan sejak dini. Foto: Shutterstock

Penyakit diabetes bisa dialami siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan. Namun, ada beberapa gejala diabetes pada perempuan yang mungkin tidak terjadi pada laki-laki.

Menurut laman resmi World Health Organization (WHO), diabetes adalah penyakit kronis yang terjadi ketika pankreas tidak menghasilkan cukup insulin sehingga tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin di dalam tubuh.

Beberapa perempuan mungkin juga belum memahami gejala diabetes sehingga penyakit ini kerap terabaikan. Agar kamu bisa mendeteksi gejalanya sejak dini, simak lima gejala diabetes pada perempuan yang perlu diwaspadai seperti yang telah dirangkum dari berbagai sumber berikut ini.

1. Infeksi jamur vagina

Ilustrasi vagina atau organ kewanitaan. Foto: JasminkaM/Shutterstock

Ladies, kamu perlu khawatir jika sering mengalami infeksi jamur vagina. Sebab hal ini bisa menjadi tanda bahwa kamu mengalami diabetes. Dilansir dari Healthline, pertumbuhan berlebih ragi yang disebabkan oleh jamur Candida albicans dapat menyebabkan infeksi jamur vagina, infeksi jamur mulut, dan sariawan vagina.

Ketika infeksi berkembang di area vagina, gejalanya dapat meliputi:

  • Vagina terasa gatal

  • Keputihan

  • Vagina terasa sakit

  • Seks yang terasa nyeri

Infeksi jamur vagina dapat menyebabkan lapisan putih di area lidah dan di dalam mulut. Tingginya kadar gula darah atau yang biasa disebut dengan istilah hiperglikemia dapat memicu pertumbuhan jamur Candida albicans. Infeksi ini sering terjadi pada perempuan.

2. Infeksi saluran kemih

Ilustrasi perempuan yang terkena infeksi saluran kemih. Foto: Peter Dazeley/Getty Images

Infeksi saluran kemih akan berkembang ketika bakteri memasuki saluran kemih. Risiko infeksi saluran kemih lebih tinggi pada perempuan yang menderita diabetes. Infeksi saluran kemih dapat menyebabkan masalah kesehatan, di antaranya:

  • Rasa sakit saat buang air kecil

  • Sensasi terbakar saat buang air kecil

  • Urin berdarah dan berwarna keruh

Infeksi saluran kemih sering terjadi pada perempuan karena hiperglikemia yang mengganggu sistem kekebalan tubuh. Jika tidak segera diobati, akan berisiko infeksi ginjal.

3. Disfungsi seksual

Tingginya kadar gula darah bisa merusak fungsi saraf atau neuropati diabetik di area vagina dan pembuluh darah yang melewatinya. Kerusakan ini dapat memicu kesemutan dan hilangnya perasaan di berbagai bagian tubuh, salah satunya tangan, kaki, dan bagian lutut hingga ke pergelangan kaki.

Ilustrasi berhubungan seks. Foto: Getty Images

Kondisi ini juga dapat menyebabkan disfungsi seksual pada perempuan, termasuk memengaruhi sensasi di area vagina, menurunkan gairah seks perempuan, dan menyebabkan vagina terasa kering.

4. PCOS

PCOS pada wanita. Foto: Shuttertock

Salah satu gejala diabetes pada perempuan yang perlu diwaspadai selanjutnya adalah sindrom ovarium polikistik atau polycystic ovary syndrome (PCOS). PCOS adalah kondisi yang menunjukkan adanya kista di area ovarium atau indung telur.

Dalam sebuah penelitian, para ahli meyakini bahwa tingginya kadar hormon androgen menjadi faktor yang dapat meningkatkan risiko PCOS. Hormon androgen yang terlibat dalam PCOS adalah hormon testosteron dan androstenedion.

Berbagai gejala PCOS meliputi:

  • Siklus menstruasi yang tidak teratur

  • Penambahan berat badan

  • Jerawat

  • Depresi

  • Mandul

Jumlah hormon androgen yang tinggi menjadi awal dari diabetes tipe 2 pada perempuan.

5. Siklus menstruasi yang tidak teratur

Ilustrasi menstruasi. Foto: ViDI Studio/Shutterstock

Tingginya kadar gula darah ternyata juga bisa menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang dapat memengaruhi siklus menstruasi menjadi tidak teratur. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melansir, menstruasi yang berlangsung lebih lama dan terasa berat dapat menjadi gejala diabetes pada perempuan.