Kumparan Logo

5 Langkah Mendukung Orang Tersayang dengan Gangguan Kesehatan Mental

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
5 Langkah Mendukung Orang Tersayang dengan Gangguan Kesehatan Mental. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
5 Langkah Mendukung Orang Tersayang dengan Gangguan Kesehatan Mental. Foto: Shutter Stock

Ladies, mengidap gangguan kesehatan mental merupakan hal yang berat bagi banyak penderitanya. Selain gejala-gejala yang bisa mengganggu aktivitas, stigma yang mengelilingi gangguan mental juga menjadi tantangan tersendiri bagi mereka.

Ketika orang tersayang mengidap gangguan kesehatan mental tertentu, seperti depresi, bipolar, gangguan kecemasan, gangguan stres pasca-trauma (PTSD), dan sebagainya, kita pasti ingin memberikan dukungan terbaik. Pun kepada orang terdekat yang menunjukkan gejala gangguan mental, tetapi belum didiagnosis.

Dukungan yang tepat akan sangat membantu para pengidap gangguan mental dalam proses perawatan dan pemulihan, membantu mereka beraktivitas dengan normal, hingga menolong mereka melewati stigma yang kerap disematkan pada penderita.

Ilustrasi mendukung orang tersayang yang mengidap gangguan mental. Foto: Tirachard Kumtanom/Shutterstock

Kendati demikian, mengulurkan tangan kepada pengidap gangguan mental terkadang cukup rumit. Sebab, salah ucapan atau perlakuan saja bisa berdampak besar pada penderita. Lantas, bagaimana langkah terbaik untuk memberikan dukungan kepada orang tersayang yang mengidap gangguan mental?

Hari kesehatan mental sedunia (World Mental Health Day) yang jatuh pada 10 Oktober menjadi momen yang tepat untuk kita mengedukasi diri lebih jauh terkait kesehatan mental, termasuk bagaimana kita bisa mendukung para penderita gangguan mental. Untuk itu, simak penjelasan yang sudah kumparanWOMAN rangkum dari sejumlah sumber ini.

1. Mengedukasi diri sendiri tentang gangguan mental

Ilustrasi membaca di toko buku. Foto: Shutterstock

Hal yang paling penting ketika memberikan dukungan kepada penderita gangguan mental adalah dengan mengedukasi diri soal kesehatan mental. Dikutip dari PsychCentral, ketika kita tidak teredukasi dengan baik seputar gangguan mental, kita akan kesulitan untuk memahami keparahan dari gejala gangguan mental yang dialami, seperti tendensi untuk bunuh diri pada pengidap depresi.

Menurut American Psychiatry Association, ketika kita mengedukasi diri soal kesehatan mental, kita akan memahami gejala-gejala tertentu yang dialami oleh orang tersayang. Kita juga akan mengetahui bagaimana cara terbaik untuk memberikan dukungan kepada mereka.

2. Tunjukkan kepekaan, empati, dan kesabaran

Ilustrasi mendukung orang tersayang yang mengidap gangguan mental. Foto: Tirachard Kumtanom/Shutterstock

Dalam memberikan semangat dan dukungan, rasa peka, empati, dan kesabaran menjadi kunci utama. Dilansir American Psychiatry Association, kamu bisa menggunakan ‘I statement’ atau pernyataan yang dimulai dengan kata ‘aku’. Contohnya, “Aku khawatir dengan keadaanmu.” Usahakan untuk tidak menggunakan pernyataan yang dimulai dengan kata ‘kamu’.

Menurut American Psychological Association, gangguan mental merupakan penyakit yang berdampak pada mood, pikiran, atau perilaku seseorang. Oleh sebab itu, mereka mungkin akan menunjukkan perilaku yang cenderung berbeda. Misalnya, mereka bisa jadi lebih mudah tersinggung, lebih sensitif, atau pikirannya lebih mudah goyah.

Oleh sebab itu, saat menyemangati mereka, tunjukkanlah kepekaan, empati, dan kesabaran kamu. Jadilah pendengar yang baik dan jangan membandingkan pengalaman mereka dengan pengalamanmu sendiri. Biarkan mereka bercerita dan dengarkanlah tanpa ada prasangka dan kritik. Jangan menyalahkan mereka atas perasaan yang mereka rasakan; yakinkanlah bahwa perasaan mereka valid dan nyata.

3. Ajak dia untuk berkonsultasi dengan ahli

Ilustrasi mendukung orang tersayang yang mengidap gangguan mental. Foto: Odua Images/Shutterstock

Jika orang terdekatmu menunjukkan tanda-tanda gangguan mental, seperti ada pikiran untuk menyakiti diri sendiri dan mengakhiri hidup, menjauh dan menjadi tertutup, adanya perubahan pola hidup yang sangat drastis, maka kamu bisa perlahan mengajak dia untuk mencari pertolongan profesional.

Dikutip dari American Psychological Association, sampaikanlah kekhawatiranmu dengan bahasa yang halus, tanpa terkesan menyalahkan atau menuduh. Contohnya, “Aku melihat kamu tampak lebih tertekan dibandingkan biasanya,” atau, “Aku melihat, sepertinya kamu agak berbeda dari biasanya.” Setelahnya, jelaskan kekhawatiranmu dan pelan-pelan mengajak dia untuk berkonsultasi ke ahli, seperti psikolog atau psikiater.

Jika dia sudah berobat dan mendapatkan diagnosis, maka dukung dia dengan mengingatkan untuk rajin berkonsultasi. Kamu bisa menawarkan diri untuk menemaninya saat bertemu dengan ahli, supaya mereka tidak merasa sendiri.

4. Yakinkan dia bahwa dia tidak sendirian

Ilustrasi mendukung teman yang sedang berduka. Foto: Shutter Stock

Orang yang mengidap gangguan mental tak jarang merasa terisolasi. Stigma yang mengelilingi dia bisa jadi membuat dia menarik diri dan menolak bantuan. Untuk itu, kamu bisa meyakinkan dia bahwa dia tidak sendirian dan kamu akan selalu ada untuk mendukungnya.

Dilansir American Psychological Association, ajaklah dia bicara soal perasaannya, apa yang menjadi tantangannya, dan dukungan seperti apa yang dia inginkan dari kamu. Jangan lupa untuk selalu memberitahu dia soal progres dirinya selama proses perawatan dan pemulihan.

5. Jangan lupa untuk pikirkan diri sendiri

Ilustrasi mendukung orang tersayang yang mengidap gangguan mental. Foto: Shutter Stock

Terakhir, jangan lupa untuk memikirkan dan merawat diri sendiri. Mendukung orang dengan gangguan mental bisa menguras energi dan memengaruhi mood kamu. Oleh karenanya, pastikan untuk terus menjaga kesehatan mentalmu sendiri, ya. Jika kamu merasa memerlukan bantuan, maka carilah pertolongan profesional dari ahli atau bergabung dengan support group.

Ladies, itulah lima langkah yang bisa kamu terapkan untuk mendukung orang tersayang yang mengidap gangguan mental. Selain terus mendukung mereka, pastikan kamu juga memperhatikan kesehatan mental kamu sendiri, ya!