Kumparan Logo

5 Penyebab Darah Menstruasi Keluar Berlebihan dan Cara Mengatasinya

kumparanWOMANverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi menstruasi. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menstruasi. Foto: Shutter Stock

Darah menstruasi yang keluar secara berlebihan tentu mengganggu aktivitas sehari-hari, Ladies. Dikutip dari Medical News Today, volume darah menstruasi yang dikeluarkan dalam keadaan normal adalah 30-45 ml atau sekitar 2-3 sendok makan. Kondisi ini berlangsung selama 4-5 hari.

Namun, beberapa perempuan mungkin pernah mengalami perdarahan yang berlebihan. Bukan tanpa alasan menstruasi yang berlebihan keluar begitu saja. Derasnya darah menstruasi dapat disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari perubahan tubuh, penggunaan alat kontrasepsi hingga masalah kesehatan lainnya.

Berikut telah kumparanWOMAN rangkum dari Health Partners lima cara penyebab darah menstruasi keluar secara berlebihan dan cara mengatasinya.

1. Perubahan tubuh

Ilustrasi perempuan. Foto: Cast Of Thousands/shutterstock

Tubuh perempuan sensitif terhadap perubahan dibandingkan laki-laki. Perempuan umumnya mengalami masa kehamilan, persalinan, atau masa transisi menopause atau perimenopause. Selama masa perimenopause, ovarium akan lebih banyak memproduksi hormon estrogen daripada hormon progesteron. Akibatnya, lapisan rahim menumpuk lebih banyak dan perdarahan menstruasi keluar secara berlebihan.

2. Penggunaan alat kontrasepsi

Ilustrasi alat KB spiral atau IUD Foto: Shutterstock

Menggunakan alat kontrasepsi jenis intrauterine device (IUD) dapat memicu beberapa efek samping, salah satunya meningkatkan perdarahan menstruasi yang berlebihan. Beberapa perempuan mengalami kram perut dan sakit punggung selama menggunakan IUD saat menstruasi.

Efek samping penggunaan IUD juga dapat menyebabkan menstruasi berlangsung lebih lama sekitar 3-6 bulan pertama setelah pemasangan.

3. Ketidakseimbangan hormon

Ilustrasi perempuan sedih Foto: Shutterstock

Hormon yang tidak seimbang dapat memengaruhi jumlah darah menstruasi yang dikeluarkan. Terlalu banyak atau sedikit hormon estrogen dan hormon progesteron dapat menyebabkan perdarahan menstruasi yang berlebihan.

Beberapa perempuan biasanya memiliki kadar hormon estrogen yang tinggi dan kadar hormon progesteron yang rendah. Hal ini dapat menyebabkan lapisan dinding rahim menebal. Ketika lapisan rahim yang tebal ikut luruh saat menstruasi, perempuan mengalami perdarahan menstruasi yang lebih banyak dan gumpalan darah yang lebih besar.

4. Fibroid rahim

Fibroid atau yang sering disebut juga dengan istilah miom adalah pertumbuhan kecil nonkanker yang berkembangbiak di dalam atau di sekitar rahim. Pertumbuhan fibroid terdiri dari otot dan jaringan fibrosa. Ukuran fibroid berkisar dari sebutir pasir hingga menjadi besar yang dapat mengganggu kerja organ lain di sekitarnya.

Banyak perempuan yang tidak menyadari bahwa mereka memiliki fibroid karena kondisi ini tidak memiliki gejala. Perempuan yang memiliki fibroid biasanya mengalami darah menstruasi yang keluar secara berlebihan diiringi dengan sakit perut, nyeri punggung bawah, sering buang air kecil, sembelit atau rasa sakit saat berhubungan seks.

5. Endometriosis

ilustrasi wanita yang mengalami endometriosis Foto: shutterstock

Salah satu penyebab darah menstruasi keluar secara berlebihan terakhir adalah endometriosis. Endometriosis adalah kondisi menyakitkan di mana endometrium tumbuh di luar dinding rahim.

Ketika perempuan mengalami endometriosis, jaringan endometrium menebal, rusak, dan ikut meluruh saat darah menstruasi keluar. Hal ini karena jaringan endometrium cenderung terperangkap dan tidak bisa kemana-mana. Akibatnya, perdarahan saat menstruasi pun akan sangat banyak dan lebih lama dari biasanya.

Cara mengatasi darah menstruasi yang keluar secara berlebihan

Setelah kamu mengetahui penyebab darah menstruasi keluar secara berlebihan, kamu juga perlu mengetahui cara mengatasi kondisi ini.

1. Obat antiinflamasi nonsteroid

Ilustrasi obat-obatan. Foto: Shutter Stock

Obat antiinflamasi nonsteroid atau nonsteroidal anti-inflammatory drug (NSAID) adalah kelompok obat yang digunakan untuk mengurangi peradangan, rasa nyeri, dan menurunkan demam. NSAID tertentu seperti ibuprofen dapat mengurangi rasa sakit dan membuat menstruasi terasa lebih ringan. Hal ini karena NSAID bekerja dengan mengurangi jumlah prostaglandin, yaitu hormon yang menyebabkan rasa sakit dan perdarahan saat menstruasi.

Obat ini bisa kamu temukan di apotek terdekat dan dapat dibeli tanpa menggunakan resep dokter.

2. Terapi hormon

Ketika darah menstruasi keluar secara berlebihan disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon, terapi hormon bisa menjadi solusi untuk mengatasi masalah ini. Terapi hormon seperti kontrasepsi hormonal dapat digunakan secara teratur untuk mengencerkan lapisan rahim dan membantu menjaga kesimbangan hormon.

Terapi hormon juga dapat digunakan untuk mengatasi kondisi endometriosis yang menyebabkan rasa nyeri dan perdarahan saat menstruasi.

3. Memenuhi asupan vitamin C

Ilustrasi Vitamin C. Foto: Shutter Stock

Salah satu cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi perdarahan yang berlebihan adalah dengan memenuhi asupan vitamin C. Cara ini terbukti membantu meningkatkan penyerapan zat besi di dalam tubuh. Kamu bisa menemukan vitamin C di dalam jeruk, jambu biji, pepaya, paprika, brokoli, bayam atau kembang kol. Kamu juga bisa mengonsumsi suplemen vitamin c yang telah direkomendasikan oleh dokter.

Itulah lima penyebab darah menstruasi keluar secara berlebihan dan cara mengatasinya. Ketika kamu merasa mengalaminya, jangan ragu untuk segera melakukan pemeriksaan dan konsultasikan dengan dokter, ya.