5 Penyebab Munculnya Perut Buncit, Bisa Berbahaya untuk Kesehatan

Memiliki perut tubuh yang ideal dan tidak buncit merupakan keinginan setiap orang, terutama perempuan. Tak heran kebanyakan perempuan akan memilih untuk menghindar dari pakaian yang akan memperlihatkan bentuk perutnya.
Namun selain mengganggu penampilan, yang penting diketahui adalah bahwa memiliki perut buncit juga bisa membawa dampak negatif untuk kesehatan tubuh. Mengutip Medicine Net, perut buncit merupakan istilah lain dari pembengkakan pada perut. Akibatnya beberapa penyakit juga akan menghampiri seperti gangguan pencernaan dan fungsi usus, serta sembelit berkelanjutan.
Berbeda dengan kembung, perut buncit lebih mengarah pada penumpukan lemak yang ada di dalam perut. Sehingga proses untuk membuatnya kembali rata pun perlu usaha yang tidak sedikit. Sedangkan perut kembung hanya terjadi sementara dan dapat kembali ke bentuk seperti semula.
Lantas, apa sebenarnya penyebab dari kemunculan perut buncit ini? Apakah karena kebiasaan atau mungkin karena makanan yang dikonsumsi? Mengutip Medical News Today, berikut kumparanWOMAN telah merangkumnya. Simak penjelasannya di bawah ini ya!
1. Kadar gula dalam makanan tinggi
Mengkonsumsi makanan manis terlalu sering ternyata mampu menyebabkan perut menjadi buncit karena menimbunnya lemak. Makanan manis tersebut bisa saja seperti kue, permen, atau bahkan minuman bersoda. Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa ia tengah mengkonsumsi gula dengan kadar yang berlebihan.
Hubungan antara gula dan lemak di perut sangatlah besar, sehingga tanpa disadari setelah mengkonsumsinya kamu juga akan membuat perutmu secara perlahan membengkak. Nah, Ladies, mulai dari sekarang kamu bisa mengurangi kadar gula yang dikonsumsi setiap harinya!
2. Terlalu sering mengkonsumsi alkohol
Selain dapat membawa penyakit ke dalam tubuh seperti liver, ginjal, dan lain-lain, mengkonsumsi alkohol secara berlebihan juga berdampak pada munculnya perut buncit. Hal ini ditegaskan dalam sebuah artikel di Journal Current Obesity Report, yang menyebutkan bahwa mengkonsumsi alkohol dapat menyebabkan berat badan bertambah di sekitar area perut.
Hal tersebut disebabkan karena kandungan kalori yang tinggi dalam alkohol. Namun tertulis juga bahwa kebanyakan kasus tersebut terjadi pada pria. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan perempuan juga ikut merasakan dampak dari munculnya perut buncit dari mengkonsumsi alkohol ini.
3. Kurang olahraga
Kurangnya olahraga merupakan faktor paling utama dari kemunculan perut buncit. Kebanyakan orang tidak menyadari kalori yang dikonsumsinya memiliki jumlah yang lebih besar dibandingkan dengan pembakaran lemak. Sehingga perut akan lebih mudah menimbulkan kondisi perut buncit.
Nah, salah satu cara untuk membakar lemak adalah berolahraga. Meski sebentar, olahraga yang kamu lakukan secara rutin ini dapat membantu mengurangi penumpukan lemak di perut.
4. Stres atau depresi
Untuk beberapa orang, cara untuk mengurangi rasa stres atau depresinya adalah dengan mengkonsumsi makanan yang cukup banyak. Keinginan untuk makan tersebut dipicu karena hormon steroid yang dikenal sebagai kortisol (hormon stres) guna membantu tubuh untuk mengontrol dan mengatasi stres.
Namun, saat seseorang mengalami stres atau depresi, kortisol tersebut akan meningkat sehingga berpengaruh pada metabolisme tubuh. Pada akhirnya, keinginan untuk makan pun menjadi lebih besar. Akibatnya, tubuh menerima kalori yang berlebihan dari sebelumnya dan pada akhirnya tertimbun di dalam perut.
5. Waktu tidur singkat
Dalam sebuah studi Journal of Clinical Sleep, penambahan lemak di area perut dapat disebabkan karena durasi waktu tidur yang cukup singkat. Berhubungan dengan stres, kurangnya waktu tidur dapat memicu kortisol semakin tinggi karena tubuh kurang mendapatkan waktu beristirahat yang cukup.
Dengan meningkatnya kortisol, keinginan untuk mengkonsumsi makanan juga ikut bertambah. Akibatnya waktu tidur yang singkat tersebut juga harus terganggu dengan keinginan untuk makan. Selain itu, kegiatan makan terlebih di tengah malam lalu tertidur dapat menyebabkan lemak di perut semakin tertimbun dan berujung pada kebuncitan.
Penulis: Johanna Aprillia
