5 Perubahan yang Terjadi pada Vagina Seiring Bertambahnya Usia
ยทwaktu baca 2 menit

Sama seperti bagian tubuh lainnya, vagina juga akan menua seiring dengan bertambahnya usia kamu. Begitu kamu mendekati usia menopause, beberapa bagian pada vagina tidak lagi berfungsi sama seperti saat kamu masih muda.
Ketika usia kamu tak lagi muda, vagina akan kering, otot di sekitarnya melemah, dan lainnya. Perubahan ini sebenarnya wajar, tapi bisa berefek pada kehidupan seksual kamu dan kebiasaan kamu saat buang air kecil.
Lantas, apa saja perubahan yang terjadi pada vagina seiring bertambahnya usia kamu? Seperti dirangkum kumparanWOMAN dari WebMD, berikut ini penjabarannya.
Vagina menjadi kering
Salah satu fungsi hormon estrogen pada tubuh perempuan, yakni menjaga vagina tetap sehat dan lembap. Ketika kadar estrogen menurun di waktu menopause, organ sensitif tersebut akan kering.
Kondisi ini kelak bisa membuat hubungan seks terasa tidak nyaman atau menyakitkan. Untuk menyiasatinya, perempuan bisa menggunakan pelumas berbahan dasar air. Berhubungan seks secara teratur juga bisa menjaga kelembapan vagina.
Rambut di sekitar vagina berkurang
Rambut memiliki siklus pertumbuhannya sendiri. Ia akan tubuh dalam jangka waktu tertentu dan kemudian rontok. Seiring bertambahnya usia, siklus pertumbuhan rambut pun semakin pendek. Pada saat yang sama, penurunan kadar estrogen pada tubuh membuat testosteron menjadi hormon yang dominan. Nah, hormon testosteron memicu kerontokan rambut.
Ketika ada lebih banyak rambut yang rontok daripada yang tumbuh, kamu akan melihat beberapa area mengalami penipisan pertumbuhan rambut. Ini bisa terjadi di area kepala maupun vagina.
Otot yang melemah
Otot-otot dasar panggul bertindak seperti penopang rahim, kandung kemih, rektum, dan bagian atas vagina. Melahirkan dan menopause dapat melemahkan otot tersebut. Hal ini bisa membuat organ-organ di panggul menurun. Hal ini disebut prolaps atau yang lebih dikenal sebagai turun peranakan. Kondisi ini bisa membuat rahim turun hingga menonjol ke luar vagina.
Vagina menipis dan kurang elastis
Kadar estrogen yang berkurang seiring usia menopause membuat jaringan vagina menjadi lebih tipis dan kurang elastis. Jika kamu tidak cukup sering berhubungan seks, vagina bisa menyempit. Jadi, begitu kamu berhubungan seks, ini akan terasa menyakitkan. Mempertahankan kehidupan seks yang sehat akan membuat vagina tetap lentur.
Warna vulva yang tak sama lagi
Karena letaknya yang tersembunyi, kamu mungkin tidak terlalu mengenal vulva. Ya, vulva merupakan bibir luar pada vagina. Ketika kamu menua, kondisi vulva juga akan berubah. Warnanya akan menjadi lebih pucat, karena faktor aliran darah dan kadar estrogen yang rendah.
