Kumparan Logo

5 Tanda Kamu Punya Saudara Kandung Berperilaku Toksik

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kakak dan adik bertengkar. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kakak dan adik bertengkar. Foto: Shutter Stock

Belum lama ini beredar video kekerasan terhadap seorang perempuan. Dalam video singkat itu, seorang laki-laki terlihat menendang hingga memukul seorang perempuan berkaus putih. Kedua orang tersebut dikabarkan memiliki hubungan kakak adik.

Ladies, kekerasan terhadap perempuan nyatanya terus terjadi. Pelakunya justru ada yang orang terdekat atau punya hubungan darah. Catatan Tahunan atau CATAHU Komnas Perempuan mencatat tahun 2021, ada 171 kasus kekerasan terhadap perempuan dengan pelaku masih dalam relasi personal pada lingkup rumah tangga, seperti menantu, sepupu, kekerasan oleh kakak/adik ipar atau kerabat lain.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa hubungan antara saudara kandung memang tak selamanya menyenangkan. Kakak adik ternyata juga bisa memiliki hubungan yang toksik seperti yang terjadi dalam video yang viral tadi.

Kekerasan fisik juga bukan satu-satunya tanda hubungan toksik. Mengutip Bustle, terapis pernikahan dan keluarga di Amerika Serikat (AS), Jill Whitney, LMFT mengatakan, "Orang-orang toksik secara konsisten membuat kamu merasa lebih buruk tentang diri sendiri dengan cara yang tidak sehat.”

Lantas, apa saja tanda bahwa seseorang memiliki saudara kandung yang berperilaku toksik? Untuk tahu selengkapnya, simak pemaparan berikut, seperti kumparanWOMAN rangkum dari Bustle.

1. Manipulatif

Ilustrasi kakak dan adik bertengkar. Foto: Tirachard Kumtanom/Shutterstock

Tidak selalu mudah untuk melihat tanda-tanda seseorang memanipulasi kamu. Contohnya, saudara yang toksik mungkin meminjam uang untuk menyelesaikan masalah dalam hidup mereka dan membuat kamu merasa tidak enak bila menolaknya.

"Kadang-kadang, orang-orang ini kecanduan. Mereka mungkin terus-menerus membutuhkan uang untuk makan atau sewa karena mereka telah menghabiskan uang mereka untuk hal lain, dan kamu tidak akan begitu kejam dan egois sehingga tidak akan membantu mereka pada saat mereka membutuhkan, bukan?" ungkap Jill.

2. Mereka terlalu mengkritik kamu

Kritik yang konstruktif atau membangun biasanya datang dari orang-orang yang benar-benar peduli atau mencintai kamu. Di sisi lain, tanda saudara kandung yang berperilaku toksik, yakni mereka sengaja membuat kamu merasa buruk tentang diri sendiri dengan kritikan yang tidak membangun.

"[Ini toksik] ketika saudara kamu sangat menghakimi dan terlalu kritis terhadap kamu. Kamu mungkin sering merasa seolah-olah kamu tidak dapat melakukan sesuatu dengan benar karena saudara kamu akan mengomeli dan menemukan 'kekurangan' dalam diri kamu," kata konselor keluarga Christene Lozano, LMFT.

Bila ini yang terjadi, penting untuk memberi tahu saudara kamu ketika kata-kata mereka mulai menyakiti, dan buat batasan untuk diri sendiri bila perlu. Jika kamu tidak meminta nasihat, kamu tidak harus menerimanya hanya karena itu berasal dari anggota keluarga.

3. Mereka menyalahkan orang lain

Ilustrasi kakak dan adik bertengkar. Foto: Shutterstock

Jika melihat saudara kamu menyalahkan orang lain atas kesalahan mereka sendiri, terus-menerus bertindak keliru, dan tidak memiliki kesadaran diri untuk bertanggung jawab atas tindakan mereka sendiri, ini merupakan tanda bahaya besar, Ladies.

Family counselor di AS, Christene Lozano, LMFT mengatakan, "Mereka sering memiliki mentalitas bahwa tidak ada yang salah, dan semua orang salah."

4. Mereka tidak pernah meminta maaf

Saudara yang toksik tidak pernah meminta maaf, tidak peduli apa yang mereka lakukan atau seberapa besar tindakan itu menyakitimu.

"Ketika saudara kamu tidak menunjukkan penyesalan, itu terkait dengan tanda sebelumnya, yaitu menyalahkan orang lain," kata Christene. Karena itu, bahwa mereka benar-benar tidak merasa bersalah, sehingga tidak perlu meminta maaf.

Sementara itu, terapis keluarga di AS, Dawn Friedman, LCSW, mengatakan bahwa tanda hubungan yang sehat dengan saudara kandung adalah memiliki komunikasi yang terbuka. Ini berarti bahwa jika kamu memberi tahu saudara bahwa mereka menyakiti perasaan, mereka seharusnya menerima itu, dan bersedia untuk memenuhi kebutuhan kamu dengan meminta maaf.

5. Kamu selalu lelah di sekitar saudara kandung

Apakah kamu sering merasa lelah saat berada di sekitar atau berkomunikasi dengan saudara kandung karena mereka hanya membicarakan gosip dan hal-hal negatif? Jika ya, itu berarti mereka telah menguras energi dan merusak suasana hati kamu, Ladies.

Terlalu sering berbicara dengan mereka juga bisa mengikis kepercayaan diri kamu. Itu semua merupakan indikator bahwa saudara kandung kamu memiliki perilaku toksik.