5 Tips Sukses Berkarier Sebagai PNS Menurut Jubir Menkeu, Rahayu Puspasari
·waktu baca 4 menit

Profesi Pegawai Negeri Sipil (PNS) selalu diminati banyak orang. Ini bisa dilihat dari membludaknya jumlah pelamar CPNS dalam setiap rekrutmen yang dibuka pemerintah.
Mengutip kumparanBISNIS, dalam pendaftaran CPNS 2021 pada Juli lalu misalnya, disebutkan bahwa sebanyak 4.542.134 peserta mengisi formulir. Sementara itu, jumlah calon PNS yang menyelesaikan pendaftaran (submit seluruh persyaratan) hingga Senin (26/7) malam adalah 4.030.090 peserta.
Dengan banyaknya jumlah pelamar itu, secara tidak langsung menunjukkan bahwa profesi PNS masih menjadi idaman di kalangan masyarakat. Beberapa alasan mengapa profesi itu banyak diidamkan, antara lain karena pendapatan yang stabil, memiliki karier yang jelas, hingga adanya jaminan pensiun.
Nah, Ladies, apakah Anda salah satu orang yang bercita-cita ingin menjadi PNS? Jika iya, berikut ini kumparanWOMAN akan bagikan beberapa tips bagi Anda yang ingin meniti karier sebagai PNS.
Tips karier ini disampaikan oleh Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan, Rahayu Puspasari (49). Apa saja? Yuk, simak informasinya berikut ini.
1. Memiliki motivasi yang jelas
Menurut Rahayu, hal pertama yang harus diperhatikan jika Anda ingin menjadi seorang PNS adalah memiliki motivasi yang jelas. Anda juga harus tahu alasan yang tepat mengapa ingin meniti karier di pemerintahan.
“Kalau ingin kerja di pemerintahan itu harus memiliki motivasi yang jelas. Sebab, Anda itu harus menjadi investasi, bukan malah menjadi beban. Kalau memutuskan ingin kerja di PNS supaya bisa terima gaji atau bantu-bantu penghasilan suami, itu salah banget,” kata perempuan yang akrab disapa Puspa itu kepada kumparanWOMAN pada Kamis (1/7) lalu.
Rahayu melanjutkan, bahwa motivasinya menjadi PNS adalah bukan mendapatkan jabatan, melainkan mengabdi untuk perbaikan Indonesia.
2. Punya target performance sendiri
Selanjutnya, Rahayu juga menyebut bahwa seorang yang ingin menjadi PNS harus memiliki target sendiri dalam hal performance indicator. Anda juga tidak boleh mengikuti standar orang lain, supaya tidak terjebak dalam alur yang tidak jelas.
“Selain itu, Anda juga harus fokus pada kebermanfaatan. Alasannya, karena PNS itu kan enggak punya privilege untuk kita bisa menentukan penempatan kerja di mana, karena kita di sini adalah untuk mengabdi. Jadi, kalau kita enggak mau kecewa dengan penempatan, kita harus fokus pada kebermanfaatan tadi karena pada gilirannya di mana pun kita ditempatkan, kita akan selalu memberikan value,” papar juru bicara Menteri Keuangan Sri Mulyani tersebut.
3. Memiliki kompetensi sebagai seorang perempuan
Menurut Rahayu, kompetensi perempuan di tempat kerja itu tidak hanya sebatas pintar atau bisa bekerja secara profesional, melainkan menjadi seorang ibu di dalam timnya.
“Sifat ibu itu kan caring, memiliki sense of giving, empati, dan value terhadap timnya. Ibu juga enggak akan meng-underestimate timnya. Menurut saya, semua perempuan pasti memiliki kompetensi tersebut karena hal itu sudah jadi gift dari yang di atas,” lanjut perempuan yang sudah mengabdi di Kemenkeu selama lebih dari 27 tahun itu.
Menurut Rahayu, perempuan yang ingin bekerja di PNS harus memiliki poin-poin di atas. Pasalnya, poin-poin itu akan menjadi kekuatan yang membuatnya jadi beda dengan laki-laki.
4. Harus bisa mengendalikan emosi
Perempuan dikenal sulit untuk mengontrol emosinya ketika berada di dalam kondisi yang marah, kecewa, ataupun sedih. Saat di tempat kerja sekalipun, tidak dapat dipungkiri bahwa mengendalikan atau mengontrol emosi akan menjadi hal yang sulit.
Karena alasan itulah, Rahayu pun berpesan bagi Anda yang ingin menjadi seorang PNS harus bisa pintar-pintar mengendalikan perasaan dan lebih mengutamakan logika.
“Saat bekerja, kita jangan iri antar sesama perempuan. Karena perempuan itu harusnya saling membantu bukan saling menjatuhkan,” tegas Rahayu.
5. Jangan khawatir dengan berbagai judgment dan stereotip
Saat bekerja, perempuan kerap mendapatkan berbagai judgment dan stereotip, misalnya dianggap lemah, emosional, tidak memiliki skill, dan sebagainya. Berbagai stereotip itu kerap menghambat perempuan untuk mencapai kesuksesan dalam berkarier.
Karena itulah, Rahayu pun menyarankan Anda untuk tidak terlalu mengkhawatirkan berbagai judgment dan stereotip itu saat Anda berkarier di dunia kerja, khususnya di dunia pemerintahan.
“Jangan pusing dengan judgment orang. Anda harus be yourself, tapi tetap jangan hilangkan ciri dan kompetensi perempuan yang saya sebutkan tadi. Selain itu, jangan pernah biarkan percikan perasaan dan emosi malah kemudian melemahkan kita. Itu adalah pesanku untuk perempuan yang ingin menjadi PNS,” tutup Rahayu Puspasari.
