kumparan
22 November 2019 14:46

6 Cara Aman Mencukur Rambut Kemaluan Agar Tidak Iritasi

Ilustrasi Mencukur Rambut Kemaluan
Ilustrasi Mencukur Rambut Kemaluan Foto: Shutterstock/Niran Phonruang
Sebagai perempuan, kita pasti kerap terganggu dengan kehadiran rambut kemaluan. Karena itulah, kita akhirnya memutuskan untuk mencukurnya agar tidak tebal dan lebat. Dalam mencukur rambut kemaluan sendiri, tak sedikit dari perempuan memilih menggunakan alat cukur karena lebih mudah dan praktis.
ADVERTISEMENT
Namun sayangnya, jika dilakukan dengan cara yang tidak tepat metode ini bisa menyebabkan beberapa risiko; seperti iritasi, kemerahan, hingga infeksi kulit.
Sebenarnya, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menghindari risiko-risiko buruk tersebut. Cara-cara apa sajakah itu?
1. Potong rambut kemaluan dengan gunting terlebih dahulu
LIPSUS, Berbulu vs Ketiak Licin, Ilustrasi Mencukur
Ilustrasi Mencukur. Foto: Abil Achmad Akbar/kumparan
Sebelum mencukur rambut kemaluan dengan alat cukur, potong rambut kemaluan Anda dengan gunting terlebih dahulu. Ini dilakukan, untuk memudahkan Anda saat mencukur rambut kemaluan yang memiliki tekstur tebal, kasar, serta cenderung keriting. Selain itu, mencukur rambut yang panjang serta keriting dengan alat cukur, biasanya rentan menarik batang rambutnya dan menyebabkan iritasi.
Sebelum memulai memangkas, pastikan untuk mensterilkan gunting menggunakan alkohol. Kemudian, pangkaslah rambut kemaluan dengan gunting, tapi jangan sampai ke permukaan kulit (sisakan sedikit batang rambut sekitar 0,5 cm) untuk memudahkan Anda saat bercukur nanti.
ADVERTISEMENT
2. Basuh dengan air hangat
Ilustrasi membasuh dengan air hangat
Ilustrasi membasuh dengan air hangat. Foto: Shutter Stock
Jika memangkas rambut kemaluan dengan gunting telah usai, basuhlah rambut kemaluan Anda dengan air hangat. Hal ini bertujuan agar proses bercukur lebih mudah, serta menghindari dari proses luka gores. Jika sudah, keringkan dan tunggu beberapa menit.
3. Oleskan krim atau minyak cukur
Baik itu krim atau minyak bertindak sebagai lapisan penghalang sehingga pisau cukur bisa meluncur dengan mudah (tanpa menyeret kulit). Selain itu, pengaplikasian minyak cukur juga bisa membantu mencegah timbulnya ruam merah, dan iritasi yang timbul akibat bercukur. Jika kulit Anda cukup sensitif, pastikan untuk menggunakan krim atau minyak cukur bebas pewangi.
4. Perhatikan lajur pertumbuhan rambut kemaluan saat mencukur
Saat mulai bercukur, pastikan untuk mengarahkan alat cukur anda searah dengan lajur pertumbuhan rambut kemaluan. Selain itu, cukurlah secara perlahan dan jangan pernah mencukur di area yang sama terlalu sering. Cara ini bisa menjauhkan Anda dari risiko iritasi, atau kemerahan yang disebabkan oleh mata pisau.
ADVERTISEMENT
5. Bilas hingga bersih
Jika cara keempat sudah dilakukan dengan benar, pastikan untuk membilas area genital Anda dengan bersih. Pastikan semua sisa-sisa krim atau minyak juga hilang, guna menghindari gatal-gatal. Kemudian, keringkan area tersebut dengan handuk bersih dengan cara ditepuk-tepuk.
6. Oleskan pelembap
Ilustrasi Ibu Hamil Menggunakan Krim Perawatan
Ilustrasi Perempuan Menggunakan Pelembap Foto: Shutterstock
Cara aman saat mencukur rambut kemaluan yang terakhir adalah mengoleskan pelembap. Cara ini sangat penting dilakukan guna menghindari rasa gatal dan iritasi yang diakibatkan alat pencukuran. Anda bisa menggunakan produk pelembap yang mengandung lidah buaya untuk mengurangi sensasi gatal dan iritasi. Selain itu, hindarilah menggunakan produk pelembap yang mengandung parfum karena bisa mengiritasi kulit Anda.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan