6 Perempuan yang Suarakan Gerakan Skin Positivity

4 Agustus 2022 15:52
·
waktu baca 5 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Perempuan yang suarakan skin positivity. Foto: @crvhons, @lifnisanders, @zsazsimi
zoom-in-whitePerbesar
Perempuan yang suarakan skin positivity. Foto: @crvhons, @lifnisanders, @zsazsimi
ADVERTISEMENT
Kamu mungkin sudah sering mendengar istilah skin positivity. Ya, ini merupakan salah satu gerakan yang marak beredar di media sosial.
ADVERTISEMENT
The Independent melansir skin positivity adalah perayaan yang bisa meningkatkan rasa kepercayaan diri. Skin positivity juga menjadi bentuk mencintai diri sendiri karena bisa menerima ketidaksempurnaan pada kondisi kulit akibat masalah jerawat, jaringan parut pada kulit, atau tanda lahir.
Tidak bisa dipungkiri, permasalahan kulit bisa memengaruhi aspek kehidupan, termasuk kesehatan mental. Dikutip dari sebuah studi yang dipublikasikan dalam International Journal of Psychological Research, penelitian mengungkapkan bahwa orang yang memiliki masalah kulit cenderung sering mengalami emosi-emosi negatif, seperti merasa sedih, depresi, cemas, dan takut.
Untungnya, saat ini sudah banyak orang yang menggaungkan pentingnya skin positivity. Beberapa influencer perempuan pun dikenal gemar membicarakan isu ini di media sosial dan mendorong masyarakat untuk lebih percaya diri dengan kondisi kulit yang dimiliki.
ADVERTISEMENT
Siapa saja influencer yang sering membahas isu skin positivity? Berikut kumparanWOMAN rangkum daftar lengkapnya dari berbagai sumber.

1. Louisa Northcote

Louisa Northcote menjadi salah satu model asal Inggris yang menggaungkan skin positivity. Di laman Instagram pribadinya, terlihat banyak potret dirinya dengan wajah berjerawat.
Model asal Inggris ini menggunakan tagar #FreeThePimple di Instagram untuk mengajak para pejuang jerawat saling berdiskusi terkait efek yang ditimbulkan dari permasalahan kulit yang berdampak terhadap fisik dan mental.
Di Instagram, Louisa juga sering mengajak para pejuang jerawat untuk tampil percaya diri dalam potret tanpa filter. Di salah satu unggahannya, Louisa bercerita, ia sempat merasa mentalnya terganggu karena tidak percaya diri dengan masalah jerawatnya. Namun, seiring berjalannya waktu, Louisa mulai belajar mencintai diri sendiri dan menerima kondisi kulitnya.
ADVERTISEMENT
“Saya menderita jerawat, namun saya beranggapan bahwa tidak apa-apa menjadi orang yang tidak sempurna. Saya menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk menutupinya hingga akhirnya memengaruhi hidup saya dan kesehatan mental saya. Tetapi, sekarang saya menerimanya karena itu adalah bagian dari siapa saya,” tulis Louisa di Instagram.

2. Nicole Herbig

Nicole Herbig juga menjadi salah satu influencer asal New Jersey, Amerika Serikat, yang kerap kali mengangkat isu skin positivity. Di laman instagram pribadinya, Nicole sering mengunggah potret dirinya dengan wajah berjerawat tanpa filter.
Pemilik akun Instagram @theblemishqueen ini memanfaatkan media sosial untuk mendobrak stigma terkait jerawat. Nicole mengajak para pengikutnya untuk menganggap jerawat sebagai masalah kulit yang paling umum dialami oleh siapa pun. Nicole pun berpesan, jangan sampai jerawat memengaruhi rasa kepercayaan diri karena nilai seseorang tidak dilihat berdasarkan masalah kulit yang dimiliki.
ADVERTISEMENT
"Saya suka menunjukkan kondisi wajah saya yang berjerawat. Meskipun awalnya saya tidak percaya diri. Tapi, seiring berjalannya waktu, pola pikir saya pun berubah. Saya berusaha untuk percaya diri dengan kondisi kulit dan tidak terlalu peduli apa yang orang lain katakan," kata Nicole dikutip dari Insider.

3. Ratu Ghania

Ratu Ghania juga aktif membagikan konten-konten seputar skin positivity. Di laman Instagram pribadinya, ia sering membagikan pengalamannya membasmi jerawat. Berbagai cara dilakukan untuk mengatasi permasalahan jerawat. Namun sebagai pemilik jenis kulit mudah berjerawat atau acne prone skin, masalah ini akan terus dialami olehnya.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Meski begitu, Ratu tidak kehilangan rasa percaya dirinya. Ia sering mengajak para pengikutnya untuk tetap percaya diri dengan kondisi kulit dan tidak peduli dengan cibiran orang-orang terkait jerawat di wajahnya.
ADVERTISEMENT

4. Cut Rizky

Sama seperti Ratu Ghania, Cut Rizky juga menjadi salah satu influencer Tanah Air yang memiliki masalah jerawat. Sebagai pemilik jenis kulit acne prone skin, Cut Rizky sudah sering berhadapan dengan jerawat. Bahkan ia mengaku sempat tidak percaya diri dan ingin berhenti menggunakan skin care karena dianggap tidak akan berguna untuk mengatasi permasalahan jerawatnya.
“Merasa sedih dan putus asa tentu pernah. Aku bahkan pernah tidak pakai skin care lagi karena aku merasa itu tidak akan berhasil," kata Cut Rizky kepada kumparanWOMAN.
Namun, seiring berjalannya waktu, ia berusaha berdamai dengan dirinya sendiri dan menerima kondisi kulitnya. Ia pun memutuskan untuk menggunakan Instagram sebagai platform berbagi cerita terkait perjuangannya mengatasi masalah jerawat.
ADVERTISEMENT
Ia sering mengajak para pengikutnya untuk fokus terhadap hal baik dan berhenti melihat kekurangan yang ada pada diri sendiri.

5. Lifni Sanders

Lifni Sanders juga masuk ke dalam daftar influencer yang sering membicarakan soal skin positivity di media sosialnya, yakni Instagram dan YouTube. Sebagai perempuan keturunan Papua, Lifni sering menyuarakan soal warna kulit gelapnya yang masih dianggap sebelah mata.
Ia juga pernah mengalami masalah jerawat dan bekasnya yang membandel. Ia sering mengajak para pengikutnya untuk tampil percaya diri meski kondisi kulit tidak sesuai dengan standar kecantikan yang ada.

6. Zsazsa

Zsazsa merupakan seorang model yang gemar membahas soal skin positivity. Belum lama ini, ia sempat menjadi narasumber di acara persembahan kumparanWOMAN, yakni Beauty Talk bertema Skin Positivity: Percaya Diri dengan Kulit Kamu.
ADVERTISEMENT
Diadakan pada Kamis (28/7) di Instagram Live @kumparanwoman, Zsazsa sempat membagikan kisahnya menjadi perempuan dengan vitiligo. Zsazsa mengaku sempat mendapatkan banyak cibiran dari orang sekitar karena warna kulitnya yang tidak merata. Ia pun pernah berusaha menutupi kondisi kulitnya.
Di momen itu, Zsazsa merasa bahwa harus mulai mencintai dirinya sendiri dan berusaha melihat sudut pandang yang lebih positif dengan menerima kondisinya.
Sampai suatu hari, ia mendengar sebuah ucapan dari temannya yang menjadi momen titik balik balik Zsazsa.
“Teman aku bilang, ‘Bukannya vitiligo ini yang bikin Zsazsa jadi Zsazsa.’ Saat itu, kalimat itu menampar aku banget. Berarti selama 23 tahun ini, aku jadi siapa? Dan akhirnya, di situ aku mulai untuk mengenal diri aku,” kata Zsazsa kepada kumparanWOMAN.
ADVERTISEMENT
Nah, itu tadi beberapa influencer yang kerap menyuarakan isu-isu skin positivity. Mana yang jadi inspirasimu, Ladies?