7 Kebiasaan Komunikasi yang Baik untuk Perbaiki Hubungan Asmara di Tahun Baru

31 Desember 2022 12:49 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi pasangan.
 Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pasangan. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Ladies, pernahkah kamu mendengar istilah new year, new me? Ya, tahun baru dianggap menjadi momen yang tepat untuk seseorang berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Ini meliputi meninggalkan kebiasaan buruk yang selama ini dilakukan, termasuk kebiasaan buruk dalam berkomunikasi.
ADVERTISEMENT
Bagi kamu yang sudah memiliki pasangan, tahun 2023 juga bisa menjadi waktu yang tepat untuk memperbaiki hubungan dengan si dia. Dengan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan berkomunikasi yang buruk, hubungan asmara kamu dan pasangan bisa berubah menjadi seperti baru lagi.
Nah, apa saja kebiasaan komunikasi yang baik dengan pasangan, yang bisa kamu lakukan di 2023? Buat Ladies yang ingin memperkuat ikatan kamu dan si dia, simak penjelasan yang telah kumparanWOMAN rangkum dari YourTango berikut ini, ya!

1. Belajar mendengarkan untuk memahami

Ilustrasi pasangan. Foto: Shutter Stock
Mendengarkan memang terdengar sederhana. Namun, sebenarnya, mendengarkan adalah salah satu hal yang cukup sulit dilakukan dalam komunikasi sehat dengan pasangan. Sebab, masih banyak orang yang mendengarkan untuk merespons (listening to respond), bukannya mendengarkan untuk memahami (listening to understand).
ADVERTISEMENT
Dalam sebuah hubungan asmara yang sehat, kamu dan pasangan harus saling belajar mendengarkan untuk memahami. Jangan gunakan apa yang kamu dengarkan dari pasangan sebagai “senjata” buat kamu menimpali; melainkan, dengarkan ucapan si dia dan pahami apa yang ia maksud dengan penuh empati.

2. Gunakan kata “saya” ketimbang “kamu”

Ilustrasi Pasangan. Foto: JenJ Ivary/shutterstock
Dalam berkomunikasi yang baik dengan pasangan, hindari menggunakan kata “kamu” terlalu banyak di awal ucapan. Sebab, kata “kamu” bisa terkesan menyalahkan dan konfrontasional. Jadi, mulailah kalimatmu dengan kata “saya” yang mendeskripsikan bagaimana perasaan kamu akan suatu hal.
Contohnya, ketika kamu tidak menyukai kebiasaan pasanganmu yang sering datang terlambat, jangan berkata, “Kamu terlambat mulu, sih!” Kamu bisa mengubah kalimat tersebut menjadi lebih halus, seperti, “Aku kurang nyaman dengan kebiasaan kamu yang sering terlambat.”
ADVERTISEMENT

3. Berhenti berasumsi dan melakukan konfrontasi

Ilustrasi pasangan. Foto: Shutterstock
Poin ini berhubungan langsung dengan poin sebelumnya. Meskipun kamu disarankan untuk memulai kalimat dengan kata “saya”, bukan berarti ucapanmu otomatis menjadi halus. Kamu tetap bisa terdengar konfrontasional.
Oleh sebab itu, untuk menghindari saling menyinggung perasaan, berhentilah berasumsi.
Ketika ada satu hal yang tidak kamu sukai dari dia, jangan berasumsi; tanyakan langsung apa alasan di balik itu semua. Komunikasi yang aktif dan baik akan mengurangi kesalahpahaman dan konfrontasi, Ladies.

4. Berhati-hati dalam pemilihan kata

Ilustrasi pasangan. Foto: Shutterstock
Layaknya kiasan “mulutmu harimaumu”, kamu harus berhati-hati dalam memilih kata-kata yang diucapkan pada pasangan. Kata-kata memiliki kekuatan besar. Kata-kata yang tepat bisa membuat si dia merasa disayangi, tetapi kata-kata yang salah bisa membuat dia merasa terpuruk.
ADVERTISEMENT
Jadi, sebelum kamu berucap, selalu pikirkan hal ini: “Apakah aku benar-benar bermaksud seperti itu, dan apakah aku akan menyakiti hatinya dengan mengatakan hal tersebut dengan cara ini?”

5. Ungkapkan perasaan dengan jelas

Ilustrasi pasangan. Foto: Shutterstock
Salah satu hal yang banyak dilakukan oleh sejoli dalam hubungan adalah tidak mengungkapkan perasaan dengan jelas. Ucapan yang tidak transparan dan lengkap bisa berujung pada kesalahpahaman. Di sisi lain, banyak orang yang masih kebingungan bagaimana caranya mengungkapkan perasaan mereka dengan jelas.
Jika menjelaskan secara lisan terasa sangat berat dan membingungkan, kamu bisa mencoba untuk menuliskannya perlahan dengan pemilihan kata yang tepat. Dalam berkomunikasi dengan baik, take your time.

6. Jangan lupakan apresiasi

dalam Alquran, kehamilan sering disebut sebagai kabar gembira Foto: Shutterstock
Bagi sebagian orang, apresiasi ringan seperti “Kamu hebat sekali hari ini,” atau “Kamu sudah berjuang dengan baik,” terdengar sepele. Padahal, hal-hal ringan seperti ini justru bisa membuat hubunganmu dengan pasangan semakin kuat.
ADVERTISEMENT
Jangan hanya berkomunikasi dengan baik ketika kamu punya masalah dengan pasangan; kamu juga harus mengomunikasikan hal-hal baik juga, Ladies.

7. Hormati pendapat dan pandangan pasangan

Ilustrasi pasangan. Foto: Shutterstock
Toleransi, kompromi, dan menghormati pendapat merupakan esensi dari komunikasi dan hubungan yang baik. Setiap orang memiliki pendapat dan pandangan masing-masing. Kamu tidak harus selalu setuju dengan dia; dia pun tidak harus selalu setuju dengan kamu.
Jadi, yang bisa kamu dan dia lakukan adalah saling menoleransi dan menghormati perbedaan di antara kalian, tanpa menyerang satu sama lain.