7 Langkah yang Dapat Dilakukan untuk Mengatasi Trauma Masa Kecil

11 Oktober 2022 10:32
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
7 Langkah yang Dapat Dilakukan untuk Mengatasi Trauma Masa Kecil. Foto: Prostock-studio/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
7 Langkah yang Dapat Dilakukan untuk Mengatasi Trauma Masa Kecil. Foto: Prostock-studio/Shutterstock
ADVERTISEMENT
Belakangan ini, topik seputar kesehatan mental yang berkaitan dengan trauma masa kecil semakin sering muncul di media sosial, budaya populer, hingga percakapan. Ya, kamu tidak salah lihat kok, Ladies. Masalah trauma pada masa kanak-kanak ini memang bisa berpotensi menyebabkan dampak jangka panjang.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari Psychology Today, jika tidak diproses, trauma menghasilkan emosi yang akan terjebak di dalam pikiran dan tubuh individu. Alih-alih menyembuhkan diri dari peristiwa yang melukai, trauma yang tersimpan sebagai energi di alam bawah sadar akan memengaruhi hidup individu sampai seseorang bisa mengungkapkan dan memprosesnya.
Untuk mengatasi trauma yang menyakitkan di masa kecil itu, aliran yang sehat dan pemrosesan emosi yang menyakitkan seperti kemarahan, kesedihan, rasa malu, dan ketakutan sangat penting dilakukan untuk penyembuhan persoalan dari trauma di masa kanak-kanak saat seseorang dewasa.
Nah, Ladies, dalam rangka Hari Kesehatan Mental Dunia (World Mental Health Day), kumparanWOMAN telah merangkum cara menyalurkan emosi untuk menyelesaikan proses penyembuhan trauma masa kecil dari laman Psychology Today. Yuk, simak selengkapnya Ladies.
ADVERTISEMENT

1. Persiapan: duduk nyaman dengan mata tertutup

 Ilustrasi perempuan meditasi dengan menggunakan aromaterapi dengan essential oil. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perempuan meditasi dengan menggunakan aromaterapi dengan essential oil. Foto: Shutter Stock
Pertama, agar proses dapat berhasil kamu perlu menyatu terlebih dahulu dengan tubuhmu, Ladies. Untuk memulainya, cari tempat yang tenang dan tidak terganggu. Kemudian duduklah secara nyaman dengan mata tertutup, lalu tarik napas dalam-dalam beberapa kali. Tarik dan lepaskan otot-otot yang tegang, rasakan semua beban di pundakmu. Kamu bisa membayangkan aliran energi yang kamu miliki disalurkan ke pusat bumi saat duduk. Jika kamu sudah merasa terpusat pada tubuh, lanjutkan ke langkah 2 ya, Ladies.

2. Ingat kembali trauma masa kecil

Selanjutnya, kamu bisa memikirkan situasi yang membuat kesal baru-baru ini. Temukan sesuatu yang memicu reaksi emosional kamu dari yang ringan hingga kuat. Ingat-ingat kembali apa yang telah terjadi sedetail mungkin, dan bayangkan dirimu berada di waktu dan tempat itu. Alami lagi semuanya dengan menghidupkan kemampuan indra kamu. Saat emosi mulai muncul, Ladies bisa simak langkat berikutnya.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020

3. Rasakan dan resapi segala perasaan trauma di masa lalu

Ilustrasi Meditasi Foto: Dok. Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Meditasi Foto: Dok. Shutterstock
Masih melanjutkan sesi bernapas dalam-dalam, habiskan waktu sejenak dalam relaksasi yang tenang. Kemudian rasakan dan resapi tubuh kamu secara mental untuk mencari berbagai sensasi. Cara ini akan membuat emosi bergerak dan meluap dari dalam diri. Amati setiap respon fisik yang kamu alami, baik berupa kesemutan, sesak, rasa terbakar, hingga yang lainnya. Jelajahi setiap sensasi karena hal ini diperlukan untuk memahami pengalaman masa lalu kamu. Jelaskan setiap perasaan trauma di masa lalu secara diam-diam pada diri sendiri.

4. Beri nama untuk setiap emosi

Setelah menjelajahi reaksi fisik, kaitkan emosi dengan setiap sensasi tadi yang kamu rasakan. Misalnya sesak di dada yang terjadi karena cemas, atau panas yang menjalar adalah karena kemarahan. Penting untuk mengenali perbedaan yang sering kali tidak terlalu terlihat antara beberapa emosi yang kadang serupa.
ADVERTISEMENT

5. Cintai trauma masa kecil kamu

Cara mempraktikkan self-love sama dengan cara mencintai orang lain. Namun, energinya kita pusatkan pada diri sendiri. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Cara mempraktikkan self-love sama dengan cara mencintai orang lain. Namun, energinya kita pusatkan pada diri sendiri. Foto: Shutterstock
Kamu perlu menerima sepenuhnya semua yang kamu rasakan di masa lalu sebagai bagian dari pendekatan untuk menyembuhkan luka dari trauma. Lalu secara sadar atau tidak, katakan pada diri sendiri, “Saya mencintai diri sendiri karena perasaan marah, sedih, cemas.” Rangkul sisi kemanusiaan kamu dan cintai diri seutuhnya dengan segala emosi yang ada.

6. Bagikan dengan orang lain

Jika kamu sudah merasa nyaman untuk membagikan hasil refleksi tadi dengan orang lain, maka kamu bisa melakukannya. Jika tidak bisa, buat tulisan untuk orang-orang terdekatmu. Jelaskan apa yang akan terjadi ketika insiden yang melukai ini terjadi pertama kali, bagaimana reaksi kamu dan apa yang kamu lihat di masa kini. Menceritakan dan menulis pengalaman dan emosi adalah langkah yang penting dalam penyembuhan.
ADVERTISEMENT

7. Lepaskan semua trauma

Ilustrasi perempuan melepaskan trauma. Foto: lzf/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perempuan melepaskan trauma. Foto: lzf/Shutterstock
Langkah terakhir, cobalah untuk memvisualisasikan energi yang telah diambil oleh trauma kamu di masa kecil meninggalkan tubuh. Bisa juga dengan melakukan beberapa ritual pelepasan fisik yang aman, seperti membakar surat yang kamu tulis kepada orang yang menyakitimu, atau membuang trauma dalam bentuk benda ke laut.
Ladies, proses untuk menyembuhkan luka batin akibat trauma masa kecil memang tidak mudah dan nyaman pada awalnya, tetapi ini akan menjadi proses berharga. Energi yang sebelumnya diisi oleh berbagai emosi dari trauma pada masa lampau akan dilepaskan dan ruangan tersebut bisa diisi kembali dengan energi baru yang lebih positif. Energi yang bisa membantumu membangun kehidupan baru yang akan kamu cintai.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020