Kumparan Logo

87 Ribu Perempuan Jepang Berumur 1 Abad, Ini Rahasia Umur Panjang Mereka

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi lansia Jepang berusia lebih dari 100 tahun atau centenarians. Foto: Yoshikazu Tsuno/Pool via Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi lansia Jepang berusia lebih dari 100 tahun atau centenarians. Foto: Yoshikazu Tsuno/Pool via Reuters

Jepang baru-baru ini mencatat rekor jumlah tertinggi penduduk berusia 100 tahun atau centenarian. Menurut data pada September 2025, jumlah centenarian di Jepang mencapai 99.763 orang, didominasi oleh perempuan.

Dikutip dari Straits Times, Kementerian Kesehatan Jepang mengatakan bahwa dari total jumlah centenarian, populasi perempuannya mencapai 88 persen. Menteri Kesehatan Jepang Takamaro Fukoka pun mengucapkan selamat kepada 87.784 perempuan dan 11.979 laki-laki yang usianya melampaui satu abad.

Saat ini, pemegang titel perempuan tertua di Jepang adalah Shigeko Kagawa di usia 114 tahun. Dia adalah lansia asal kota Nara. Ketika usianya sudah melampaui 80 tahun, ia tetap aktif bekerja sebagai dokter spesialis obstetri dan ginekologi serta dokter umum. Sementara itu, laki-laki tertua di Jepang saat ini adalah Kiyotaka Mizuno, usia 111 tahun, dari kota Iwata.

Rahasia umur panjang para centenarian Jepang

Ilustrasi lansia Jepang berusia lebih dari 100 tahun atau centenarians. Foto: JIJI PRESS / AFP

Umur panjang mereka tentunya tidak dicapai tanpa upaya, Ladies. Para lansia di Jepang terkenal dengan gaya hidup mereka yang sehat dan aktif, serta pola pikir positif yang mendorong kesehatan tubuh. Kamu juga bisa menerapkan gaya hidup mereka untuk sebagai investasi kesehatan di hari tua. Simak selengkapnya berikut ini, Ladies.

1. Melakukan hara hachi bu

Dikutip dari South China Morning Post, menurut LongeviQuest (organisasi ilmiah yang berfokus pada riset umur panjang), para lansia Jepang menerapkan pola makan yang dikenal sebagai hara hachi bu. Secara umum, hara hachi bu adalah kebiasaan makan secukupnya sampai 80 persen kenyang. Jadi, mereka tidak makan sampai perut mereka terlalu penuh.

Hara hachi bu membantu orang-orang Jepang mempraktikkan makan secara mindful dan penuh kehati-hatian. Lewat praktik ini, mereka juga membatasi jumlah kalori yang masuk. Menurut riset, ini bisa mengurangi peradangan dalam tubuh dan dapat bermanfaat untuk kesehatan jangka panjang.

2. Mengonsumsi makanan sehat

Ilustrasi lansia Jepang berusia lebih dari 100 tahun atau centenarians. Foto: Kazuhiro NOGI / AFP

Dikutip dari World Economic Forum, para lansia di Okinawa—prefektur yang dikenal memiliki lansia dengan umur sangat panjang—menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan sehat. Orang Okinawa percaya bahwa tubuh adalah “candi” yang tidak boleh dirusak.

Pola makan orang Okinawa sebagian besar berbasis tumbuhan. Mereka rutin mengonsumsi sayur-mayur, buah-buahan, serta biji-bijian. Asupan karbohidrat mereka bersumber dari ubi jalar yang memiliki nilai glikemik rendah. Ubi jalar diyakini mampu mempertahankan kesehatan dan memperlambat proses penuaan.

3. Mempertahankan postur tubuh tegak

Stop duduk bungkuk dan mulai pertahankan postur tubuh tegak. Dikutip dari South China Morning Post, salah satu rahasia kesehatan para centenarian adalah postur tubuh tegak. Postur ini diyakini bisa meminimalisasi tekanan pada tubuh, mencegah rasa sakit, serta membantu tubuh berfungsi dengan maksimal.

“Satu hal yang saya lihat dari para centenarian adalah mereka sangat disiplin terhadap diri mereka sendiri dalam hal postur tubuh tegak. Sebagai manusia, tubuh kita cenderung akan membungkuk saat kita menua. Namun, para lansia Jepang tetap mempertahankan postur tegak, bahkan di usia lanjut,” kata Yumi Yamamoto, presiden LongeviQuest.

4. Menerapkan pola pikir positif dan memiliki ‘ikigai’

Ilustrasi lansia Jepang berusia lebih dari 100 tahun atau centenarians. Foto: Yuichi Yamazaki/AFP

Menjaga kesehatan tidak cuma dilakukan lewat faktor eksternal, tetapi juga internal. Pola pikir dan perilaku positif membantu mereka lebih optimistis dan bahagia. Orang Jepang juga percaya bahwa memiliki ikigai mampu mendorong mereka hidup lebih lama. Dalam bahasa Indonesia, ikigai dimaknai sebagai “tujuan hidup”. Tujuan hidup seseorang berbeda-beda, mulai dari keluarga hingga keyakinan masing-masing.

5. Tetap produktif dan aktif

Dilansir World Economic Forum, rahasia panjang umur orang Jepang adalah produktivitas. Sejak muda hingga usia lanjut, mereka tetap aktif bergerak, berkegiatan, bahkan bekerja. Ini membantu mereka mempertahankan ikigai serta mencapai kepuasan hidup.

Tak hanya itu, menurut South China Morning Post, orang Jepang juga aktif menggerakkan tubuhnya lewat olahraga. Mayoritas lansia tidak pergi ke gym, tetapi melakukan kegiatan fisik rutin setiap hari, mulai dari jalan kaki, menaiki tangga, atau berolahraga bersama kelompok.