88 Persen Perempuan di Dunia Punya Payudara yang Tidak Simetris, Ini Penyebabnya
·waktu baca 3 menit

Pernah memperhatikan bahwa ukuran payudara kiri dan kanan kita ternyata tidak benar-benar sama? Jika ya, kamu tidak sendirian, Ladies.
Banyak perempuan mengira payudara ideal adalah yang bentuk dan ukurannya simetris. Padahal, kenyataannya tubuh manusia memang tidak sepenuhnya simetris. Sama seperti mata, telinga, atau kaki yang bisa memiliki sedikit perbedaan, payudara juga demikian.
Bahkan, kondisi ini jauh lebih umum daripada yang mungkin kamu kira. Menurut artikel medis Why is One Breast Bigger Than The Other? Guide to Breast Asymmetry yang diterbitkan Advanced Reconstruction pada 2023, sekitar 88 persen perempuan memiliki perbedaan ukuran, bentuk, atau posisi payudara. Artinya, memiliki satu payudara yang sedikit lebih besar dari yang lain justru lebih umum dibandingkan memiliki payudara yang benar-benar simetris.
Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai breast asymmetry atau asimetri payudara. Kondisi tersebut terjadi ketika salah satu payudara memiliki ukuran, bentuk, volume, atau posisi yang berbeda dari payudara lainnya. Perbedaannya bisa sangat tipis hingga cukup terlihat.
Menurut dr. Andrea Abbott, Direktur Program Comprehensive Breast Center di MUSC Hollings Cancer Center, perbedaan ukuran maupun bentuk payudara merupakan hal yang normal.
“Sangat normal punya payudara yang beda ukuran, asimetris, bahkan punya puting yang berbeda pun juga normal,” ujarnya.
Jadi, jika selama ini kamu merasa ukuran payudara kanan dan kiri tidak sama persis, kondisi tersebut umumnya bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan.
Kenapa Ukuran Payudara Bisa Berbeda?
Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan payudara tidak simetris. Salah satu yang paling umum adalah faktor genetik. Jika anggota keluarga lain memiliki kondisi serupa, kemungkinan besar kamu juga dapat mengalaminya.
Selain itu, perubahan hormon juga berperan besar dalam memengaruhi ukuran dan bentuk payudara. Masa pubertas, siklus menstruasi, kehamilan, menyusui, hingga menopause dapat menyebabkan perubahan pada jaringan payudara sehingga salah satu sisi tampak lebih besar dibanding sisi lainnya.
Perubahan berat badan juga dapat memberikan efek serupa. Sebab, jaringan payudara sebagian terdiri dari lemak yang dapat berubah mengikuti kondisi tubuh.
Dalam kasus yang lebih jarang, asimetri payudara bisa dipengaruhi oleh kondisi medis tertentu, trauma pada area dada, atau perkembangan jaringan payudara yang berbeda sejak masa remaja.
Kapan Perlu Memeriksakan Diri ke Dokter?
Meski umumnya merupakan kondisi yang normal, ada beberapa perubahan yang sebaiknya tidak diabaikan.
Jika perbedaan ukuran payudara muncul secara tiba-tiba, terasa jauh lebih berbeda dibanding sebelumnya, atau disertai gejala lain seperti benjolan, perubahan tekstur kulit, nyeri, hingga keluarnya cairan dari puting, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
Pasalnya, perubahan yang terjadi secara mendadak bisa menjadi tanda adanya kondisi kesehatan tertentu yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Meski demikian, dalam sebagian besar kasus, perbedaan ukuran payudara hanyalah variasi alami tubuh perempuan dan bukan pertanda penyakit serius.
