Kumparan Logo

Agar Keselamatan Tak Terancam, Perhatikan Do's and Don'ts Sebelum Facelif

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Facelift. Foto: Quality Stock Arts/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Facelift. Foto: Quality Stock Arts/Shutterstock

Saat ini, facelift jadi tindakan bedah estetik yang cukup diminati banyak orang, khususnya perempuan. Sebab, tindakan ini dapat membuat wajah awet muda karena mampu menghilangkan keriput pada kulit.

“Secara umum tindakan facelift berfungsi untuk menghilangkan keriput pada area wajah, dahi dan leher. (Caranya) kita memanipulasi otot yang disebut sebagai smash,” ujar Dokter Spesialis Bedah Plastik, Rekonstruksi, dan Estetik dr. Alexander Perkasa Hendropriyono, Sp. BP-RE, M.Ked.Klin.

Ia menjelaskan kalau penuaan pada wajah, dahi, dan leher tidak hanya terjadi pada area luar, melainkan pada otot. Oleh karena itu, tindakan facelift ini akan memanipulasi otot untuk menghilangkan keriput.

Namun facelift tidak bisa dilakukan sembarangan, dr. Alex menjelaskan bahwa tindakan ini termasuk operasi besar dengan risiko cukup banyak, sehingga harus dilakukan oleh dokter yang kompeten.

“Di wajah itu banyak pembuluh darah dan jalur saraf, sehingga harus dilakukan dengan hati-hati serta memahami betul soal anatomi wajah—agar tidak mencederai pasien,” ujar dr. Alex.

Lalu, apa saja hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan facelift? Mari simak artikel ini sampai selesai, Ladies.

Do's sebelum memutuskan untuk melakukan facelift

Ilustrasi Facelift. Foto: Dragon Images/Shutterstock

1. Pastikan dilakukan di klinik atau rumah sakit yang menjamin keselamatan

Dokter Spesialis Bedah Plastik, Rekonstruksi, dan Estetik, dr. Ide Bagoes Insani, M.M., MARS, Sp.BP-RE mengingatkan agar Ladies cek klinik atau rumah sakit sebelum melakukan tindakan bedah estetika. Pastikan klinik atau rumah sakit yang dipilih telah memiliki izin dan menjamin keselamatan jika terjadi komplikasi.

“Kalau ada fasilitas kesehatan yang memberikan jaminan keamanan yang baik, kita harus pilih itu,” ujar dr. Ide.

2. Cek dokter lewat website KKI dan PERAPI

Selanjutnya, dr. Ide juga menyarankan untuk cek status kompetensi dokter yang akan menangani tindakan bedah estetik. Caranya mudah, Ladies dapat dicek melalui website Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) atau Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik Indonesia (PERAPI).

3. Perhatikan kondisi kesehatan fisik dan mental

Kesehatan fisik dan mental juga harus diperhatikan sebelum tindakan bedah estetik menurut dr. Alex. Ia mengingatkan agar calon pasien dalam kondisi yang fit. Oleh karena itu dr. Alex menekankan pentingnya konsultasi dengan dokter. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan risiko dari tindak bedah estetik.

Don'ts sebelum memutuskan untuk melakukan facelift

Ilustrasi Facelift. Foto: WOSUNAN/Shutterstock

1. Jangan tergiur harga murah

Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik, dr. Nilam Permatasari, BMEDSC, Sp.BP-RE mengatakan kalau tindakan facelift cukup beragam tergantung masing-masing klinik dan rumah sakit. Meski demikian, ia menyarankan agar Ladies tidak tergiur harga murah.

“Jangan sampai tergiur dengan harga yang terlampau murah, itu perlu dicurigai soal bahan-bahan yang dipakai, apakah sesuai medis atau tidak? Sekali lagi kalau misalnya mau cek, periksa status dokter—pastikan bedah plastik yang kompeten,” ujar dr. Nilam.

2. Jangan lakukan saat emosi

Keputusan facelift tidak dapat diambil secara gegabah. Hal ini dijelaskan oleh dr. Alex yang mengatakan kalau calon pasien harus dalam kondisi tenang dan psikologis yang sehat.

“Jangan, operasi saat emosi, hanya karena baru putus dengan pacar lalu ingin operasi. Jangan—itu emosi labil. Harus tenang, calm, rileks, stabil, dan menerima diri sendiri,” ujarnya.

3. Jangan terlalu percaya dengan testimoni di media sosial

Salah satu korban praktik medis ilegal oleh eks finalis Puteri Indonesia, Jeni Rahmadial Fitri berinisial NS mengaku percaya dengan testimoni di media sosial.

Ia baru menyadari bahwa Jeni bukan dokter setelah menjalani tindakan facelift. Oleh karena itu, dr. Nilam menekankan pentingnya mengecek kredibilitas dokter sebelum melakukan bedah estetika, serta memastikan tindakan tersebut dilakukan oleh dokter spesialis yang kompeten.

“Jadi memang untuk operasi facelift, eyebrow lift secara general untuk operasi-operasi bedah plastik, namanya tindakan invasif, pasti berpotensi untuk ada komplikasi. Makanya bukan masalah siapa yang bisa ngerjain, tapi siapa yang pada akhirnya kalau ada komplikasi, bisa memperbaiki,” ujarnya.