Kumparan Logo

Alami Kondisi Langka, Perempuan Ini Terlahir dengan Satu Payudara

kumparanWOMANverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Becca Butcher, Perempuan yang Terlahir dengan Satu Payudara. Foto: dok. Instagram
zoom-in-whitePerbesar
Becca Butcher, Perempuan yang Terlahir dengan Satu Payudara. Foto: dok. Instagram

Seorang perempuan asal Inggris bernama Becca Butcher, mengalami kondisi kesehatan yang langka. Perempuan yang bekerja sebagai resepsionis perusahaan real estate ini terlahir dengan satu payudara. Menurut hasil pemeriksaan, ia mengalami Poland Syndrome.

Poland Syndrome sendiri merupakan kondisi di mana seseorang terlahir dengan satu payudara atau otot-otot di salah satu payudara tidak berkembang sempurna. Menurut riset, kondisi ini terjadi pada satu dari 20 ribu bayi yang baru lahir. Dan kabarnya sindrom ini juga bisa terjadi pada pria.

embed from external kumparan

Saat mengetahui kondisinya, Becca sendiri mengaku terkejut. Ia baru menyadari hal ini ketika payudaranya yang tumbuh besar hanya satu saat ia memasuki masa pubertas. Selama masa remaja, ia berusaha mencari tahu cara membesarkan payudara. Menurut laporan YorkshireLive, Becca bahkan berusaha mengenakan bra dengan ukuran lebih kecil untuk memberikan kesan payudaranya tampak besar.

Saya menyadari bahwa payudara saya memiliki ukuran yang berbeda saat remaja. Bahkan teman saya mengatakan kalau yang satu lebih besar dari lainnya. Saat itulah saya menyadari bahwa orang lain bisa melihat perbedaan tersebut," pungkasnya seperti dikutip dari Daily Star.

Karena kondisi ini, ia merasa sangat tidak percaya diri karena payudaranya yang besar sebelah. Jika dilihat melalui foto-foto Becca, payudara sebelah kiri miliknya tumbuh normal, namun payudara kanan Becca berukuran kecil bahkan hampir tidak terlihat menonjol sama sekali.

Becca juga sempat beberapa kali konsultasi pada dokter. Kebanyakan dari dokter yang ia datangi mengatakan bahwa payudaranya akan tumbuh normal setelah ia memasuki masa menstruasi atau mengalami pubertas. Nyatanya, hal itu sama sekali tidak terjadi.

embed from external kumparan

"Suatu ketika, saya mencari tahu di laman pencarian dengan kata 'One boob' dan saya menemukan foto seseorang yang payudaranya mirip dengan punya saya. Dari situ, saya menyadari mereka mengalami Poland Syndrome. Setelah itu saya menunjukkan hasil temuan itu pada dokter dan mereka baru menyadari apa yang saya alami," jelasnya.

Sesudah menjalani pemeriksaan lebih lanjut, Becca ditawari operasi payudara gratis oleh National Health Service (NHS), namun ia menolak.

embed from external kumparan

"Saya tahu kebanyakan remaja perempuan akan tertarik dengan kesempatan operasi payudara ini, tapi saya tidak ingin mengubah penampilan saya, selama ini saya hanya ingin tahu apa yang terjadi dengan payudara ini," tuturnya.

Selama bertahun-tahun, Becca merasa aneh, tidak percaya diri, bingung, dan merasa sendiri. Namun setelah tahu ada perempuan yang juga mengalami, ia merasa lebih lega.

"Setelah tahu soal Poland Syndrome, saya akhirnya merasa punya buku panduan tentang tubuh saya dan tahu alasannya mengapa tubuh saya seperti ini. Sampai sekarang saya masih senang dengan kondisi tubuh saya, meski dokter masih terus memaksa agar saya melakukan operasi," ungkapnya.

Kini, Becca mulai menyuarakan isu soal sindrom tersebut. Ia ingin membantu perempuan lain yang juga mengalami hal serupa agar tetap bisa nyaman dengan kondisi tubuhnya.