Kumparan Logo

Angkat 4 Isu Pemberdayaan Perempuan, Post Summit Women20 Bali Sukses Digelar

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Angkat 4 Isu Pemberdayaan Perempuan, Post Summit Women20 Bali Sukses Digelar. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Angkat 4 Isu Pemberdayaan Perempuan, Post Summit Women20 Bali Sukses Digelar. Foto: Dok. Istimewa

Post Summit Women20 sukses diselenggarakan di Nusa Dua, Bali pada 13-14 November 2022. Pertemuan ini menutup rangkaian presidensi yang dipimpin oleh Indonesia pada tahun ini, sejalan dengan berakhirnya kepresidenan Indonesia di forum G20.

W20 merupakan bagian dari rangkaian Engagement Group G20 presidensi Indonesia yang berfokus untuk menyuarakan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan dalam berbagai aspek.

Konferensi Tingkat Tinggi tersebut membahas isu strategis seputar kesehatan, perempuan marginal, ekonomi yang bersifat inklusif, hingga kesetaraan perempuan.

Dalam acara yang berlangsung pukul 19.00 WITA itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Bintang Puspayoga memberikan sambutannya, “Melalui Post Summit ini, W20 Presidensi Indonesia berharap empat isu utama yang ditetapkan tahun ini dapat dilanjutkan pada W20 tahun depan, yang akan digelar di India.”

Isu utama w20 Indonesia terkait pemberdayaan perempuan

Co-Chair of W20, Dian Siswarini (kedua kiri) dan Chairwoman of W20 Hadriani Uli Silalahi (tengah) menghadiri W20 Summit di Tepi Danau Toba, Parapat, Simalungun, Sumut, pada Selasa (19/07/2022). Foto: W20

Dalam kepemimpinan W20 Indonesia tahun ini, ada beberapa isu yang menjadi fokus pembahasan seputar pemberdayaan perempuan, di antaranya yaitu sebagai berikut:

  1. Menolak diskriminasi dan mendorong kesetaraan gender.

  2. Mendukung UMKM yang dimiliki dan dipimpin oleh perempuan.

  3. Respons kesehatan yang mengutamakan kesetaraan gender.

  4. Perhatian yang sama terhadap perempuan pedesaan dan penyandang disabilitas.

Agenda utama yang telah terlaksana pada W20 Indonesia

Pada pertemuan terakhir yang diadakan di Bali pada Minggu (13/11), Hadriani Uli Silalahi selaku Chair Women20 Indonesia menyampaikan pentingnya untuk mencapai kesetaraan gender.

Maka dari itu, dibutuhkan akuntabilitas atau program yang dapat dipertanggungjawabkan pada presidensi.

Chairwoman of W20, Hadriani Uli Silalahi. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Uli menyampaikan, Indonesia memastikan terlaksananya empat agenda utama yang berlangsung selama program kerja W20 tahun ini, yakni:

  1. Mendelegasikan peran W20 kepada masyarakat luas agar dapat berkontribusi pada lingkungan sekitarnya.

  2. Memastikan Komunike W20 disampaikan dengan baik kepada pemimpin G20.

  3. Mensosialisasikan rekomendasi W20 kepada pemimpin G20, sherpa, organisasi wanita, akademisi, pemangku kepentingan, dan publik sebagai fokus utama pada pemberdayaan perempuan.

  4. Pelaporan dan proses serah terima dari komite W20 Indonesia kepada delegasi W20 India.

Menghadirkan 6 delegasi W20 2022 dari negara yang berpartisipasi

Angkat empat isu pemberdayaan perempuan, Post Summit Women20 Bali sukses digelar. Foto: Dok. Istimewa

Post summit yang menandakan puncak presidensi W20 Indonesia, 6 pembicara yang merupakan delegasi W20 2022 dari negara Indonesia, Italia, Rusia, Turki, dan Amerika Serikat turut hadir.

Masing-masing perwakilan negara menjelaskan tentang 5 isu prioritas W20 yang dibahas dalam Komunike, yaitu: non-diskriminasi dan kesetaraan gender, UMKM yang dimiliki dan dipimpin oleh perempuan, respons kesehatan terhadap keadilan gender, perempuan di wilayah pedalaman, dan perempuan penyandang disabilitas.

Lebih dari 500 peserta yang merupakan delegasi dari sembilan negara turut hadir secara langsung pada W20 Post Summit di Bali ini. Mereka datang dari Argentina, Australia, Prancis, Jerman, India, Indonesia, Italia, Jepang, Korea, Rusia, Afrika Selatan, Turki, Inggris, Amerika Serikat, Uni Eropa hingga Portugal.

Antusiasme dari peserta luar negeri tersebut memperlihatkan bahwa upaya yang dilakukan W20 Presidensi Indonesia selama 11 bulan terakhir mendapatkan perhatian dari seluruh negara anggota G20.