Kumparan Logo

Apa Itu Mental Breakdown, Masalah Psikis yang Mengganggu Kualitas Hidup?

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi perempuan menyendiri. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perempuan menyendiri. Foto: Shutter Stock

Dalam menjalani kehidupan, kamu mungkin pernah mengalami tekanan mental yang luar biasa, sampai-sampai aktivitas sehari-harimu terganggu. Bisa jadi, kamu akan berpikir bahwa kamu saat itu hanya kelelahan saja dan butuh istirahat. Padahal, kamu kemungkinan mengalami fenomena mental breakdown, Ladies.

Jika kamu sering menghabiskan waktu di media sosial, kata ‘mental breakdown’ mungkin sudah tidak asing lagi di telinga. Kendati pemakaian istilah tersebut cukup populer, masih banyak orang yang belum sepenuhnya memahami fenomena tersebut.

Hari kesehatan mental sedunia (World Mental Health Day) yang jatuh pada 10 Oktober setiap tahunnya menjadi pengingat bagi kita semua untuk semakin sadar dan peduli akan kondisi psikis. Nah, ini menjadi momen yang sangat berarti bagi kita untuk memahami kesehatan mental kita sendiri, dimulai dari menyelami soal mental breakdown.

Mengenal mental breakdown

Ilustrasi depresi. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Mengutip Mayo Clinic, perlu dicatat bahwa mental breakdown bukanlah sebuah diagnosis medis atau jenis gangguan mental. Mental breakdown merupakan istilah yang biasa digunakan untuk menjelaskan rasa kewalahan secara fisik, mental, dan emosional akibat tekanan hidup yang tak bisa ditahan lagi.

Dilansir Healthline, “mental breakdown”, “nervous breakdown”, atau “emotional breakdown” merupakan istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan sebuah periode tekanan mental yang intens dan terjadi secara tiba-tiba. Anggaplah psikis kita adalah sebuah mesin yang awalnya bekerja dengan baik. Namun, tiba-tiba mesin mengalami kerusakan alias breakdown.

Ketika kita mengalami mental breakdown, kualitas hidup bisa terganggu. Sebab, aktivitas normal sehari-hari akan terasa sangat sulit untuk dilakukan dan kita akan merasa tidak bisa berfungsi dengan baik.

Bahkan, menurut Healthline, mental breakdown yang dialami bisa saja merupakan kondisi gangguan mental yang dimiliki, tetapi belum terdiagnosis oleh psikiater.

Apa penyebab mental breakdown?

Ilustrasi perempuan menangis. Foto: Shutterstock

Setiap orang memiliki trigger atau pemicu mental breakdown masing-masing. Namun, dikutip dari Healthline, banyak orang yang mengalami mental breakdown setelah melewati perubahan hidup yang besar, kekurangan tidur, masalah keuangan, menjadi korban kekerasan, hingga tragedi yang mendadak terjadi.

Dikutip dari Health Direct Australia, gangguan mental yang dimiliki seperti depresi, kecemasan, atau gangguan stres pasca-trauma (PTSD) juga bisa menjadi penyebab terjadinya mental breakdown.

Ketika kita memiliki kemampuan yang kurang baik dalam menangani stres, atau tidak memiliki support system yang baik, resiliensi atau ketahanan kita dalam menghadapi mental breakdown bisa jadi lebih rendah, Ladies.

Kemudian, stres yang menumpuk, rasa khawatir dan cemas yang bertubi-tubi, dan burnout yang memburuk bisa berujung pada mental breakdown. Saat pertahanan kita sudah runtuh, maka menjalani kehidupan menjadi semakin berat. Pekerjaan yang biasanya sangat mudah dilakukan pun akan terasa sangat sulit.

Gejala-gejala mental breakdown

Ilustrasi ibu susah tidur. Foto: amenic181/Shutterstock

Dilansir Mayo Clinic, ketika kita mengalami mental breakdown, kita akan mudah kehilangan konsentrasi dan merasa kehilangan kendali atas kehidupan. Kemudian, perasaan cemas, terisolasi, panik, dan grogi bisa membuat kita sangat kewalahan. Akibatnya, kita akan merasa terjebak, hampa, dan kebingungan mencari jalan keluar dari tekanan intens ini.

Bahkan, menurut Health Direct Australia, orang yang mengalami mental breakdown bisa merasakan halusinasi hingga keinginan untuk menyakiti diri sendiri (self-harm).

Gejala fisik pun bisa dirasakan oleh orang yang mengalami mental breakdown, seperti kesulitan tidur, gangguan pencernaan, jantung berdebar, berkeringat berlebih, nyeri otot, dan rasa lelah yang menjadi-jadi.

Apa yang harus dilakukan?

Ilustrasi konsultasi dengan psikiater. Foto: Shutter Stock

Ketika kita mengalami mental breakdown, tandanya kita sudah benar-benar kewalahan dengan segala tekanan. Kondisi ini harus segera ditangani oleh ahlinya, seperti psikolog atau psikiater. Mereka akan membantu mencarikan solusi terbaik untuk permasalahan psikis yang dihadapi, Ladies.

Ada juga sejumlah hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko mengalami mental breakdown. Contohnya adalah mempelajari strategi relaksasi, merawat diri sendiri dengan menjaga pola makan yang sehat, menghindari konsumsi alkohol, mengingatkan diri untuk beristirahat, dan melakukan konseling dengan ahli kesehatan mental untuk mempelajari cara terbaik dalam mengelola stres.

Ladies, itu dia penjelasan seputar mental breakdown, masalah psikis yang bisa mengganggu kualitas hidup kita. Jika kamu atau orang tersayangmu mengalami mental breakdown, pastikan untuk langsung mencari pertolongan profesional, ya!