Apple Kolaborasi dengan Issey Miyake, Rancang Tas iPhone Seharga Rp 2,5 Juta
·waktu baca 3 menit

Siap tampil stylish dengan pouch iPhone terbaru? Apple baru-baru ini meluncurkan kolaborasinya dengan brand fashion mewah Issey Miyake berupa tas khusus smartphone iPhone. Kantung kecil ini pun hadir dalam berbagai warna yang bisa meningkatkan estetika penampilan.
Tas ini dibuat menggunakan bahan konstruksi 3D Knit yang dikembangkan oleh Issey Miyake. Bernama iPhone Pocket, tas kecil ini didesain dengan inspirasi dari konsep “selembar kain”. Bahan yang dapat meregang ini memungkinkan penggunanya untuk menyimpan tak hanya berbagai tipe iPhone, tetapi juga barang-barang kecil lainnya, seperti earphone dan dompet kartu kecil.
iPhone Pocket dirancang di Jepang oleh Miyake Design Studio bersama Apple Design Studio. Tas kecil ini memiliki desain unik, yaitu bagian tengah terbuka tanpa ritsleting yang berfungsi sebagai bukaan tas dan lubang untuk lengan. Ketika diletakkan dalam tas, iPhone akan sedikit menyembul keluar, memungkinkan pengguna untuk melihat layar telepon pintar mereka.
Dalam keterangan resminya, Direktur Desain di Miyake Design Studio, Yoshiyuki Miyamae, menyebut bahwa iPhone Pocket dirancang sesuai dengan keterikatan antara gawai dengan penggunanya.
“iPhone Pocket mengeksplorasi konsep dari ‘kebahagiaan menggunakan iPhone dengan caramu sendiri’. Kesederhanaan dari desainnya selaras dengan ide yang diamini di Issey Miyake, yaitu membiarkan suatu rancangan tidak terdefinisi jelas, demi membuka pelbagai kemungkinan dan interpretasi pribadi,” papar Yoshiyuki.
Tas kecil ini dirilis dalam dua varian, yaitu bertali panjang dan bertali pendek. Varian tali pendek hadir dalam delapan warna yang disesuaikan dengan palet warna perangkat iPhone yang beragam, yaitu kuning, oranye, ungu, pink, biru muda, biru safir, cokelat, dan hitam. Sementara itu, varian tali panjang memiliki tiga warna, yaitu biru safir, hitam, dan cokelat.
Tas iPhone ini didesain untuk dipakai dengan berbagai cara, seperti dibawa langsung di tangan, diikat di tas sebagai aksesori, hingga disampirkan di bahu.
“Palet warna iPhone Picket didesain untuk dipadu-padankan dengan seluruh model dan warna iPhone. Ini memberikan kebebasan bagi pengguna untuk menciptakan kombinasi pribadi mereka,” ucap Vice President of Industrial Design Apple, Molly Anderson.
iPhone Pocket dijual seharga USD 149,95 (Rp 2,5 juta) untuk tali pendek dan USD 229,95 (Rp 3,8 juta) untuk tali panjang. Produk ini memang tidak secara resmi dijual di Indonesia. Namun, buat kamu yang tertarik, iPhone Pocket bisa didapatkan di 10 Apple Stores yang tersebar di 10 negara, yaitu Hong Kong, Jepang, China, Prancis, Korea Selatan, Singapura, Italia, Inggris, Amerika Serikat, dan Taiwan.
Tas stylish ini juga bisa dibeli secara daring di situs resmi Apple yang berlokasi di Prancis, China, Italia, Jepang, Singapura, Inggris, dan AS. iPhone Pocket resmi dijual pada Jumat (14/11) ini, Ladies. Kamu tertarik
Sejarah fashion antara Apple dan Issey Miyake
Uniknya, kolaborasi bersama Issey Miyake ini membawa kembali memori tentang mendiang Steve Jobs. Pendiri dan CEO Apple yang meninggal pada 2011 terkenal dengan gaya personalnya, yaitu baju turtleneck hitam yang dipadukan dengan celana jeans Levi’s 501. Atasan ikonis Steve Jobs itu ternyata dirancang oleh Issey Miyake.
Dikutip dari Fortune, hubungan baik Steve Jobs dengan Issey Miyake dimulai pada 1980. Saat itu, Steve mengunjungi perusahaan Sony di Jepang. Dia pun tertarik dengan seragam kantor Sony yang dirancang oleh Issey Miyake, yaitu jaket nilon berwarna taupe dengan lengan baju yang bisa dilepas-pasang dan diubah menjadi rompi.
Steve Jobs pun tertarik untuk merancang seragam yang serupa untuk karyawan Apple. Sayangnya, karyawan Steve tidak menyukai ide tersebut. Meski begitu, pertemanan antara Steve dan Issey Miyake tetap langgeng.
Sang pendiri Apple pun akhirnya meminta Issey Miyake untuk membuatkan baju turtleneck hitam khusus untuknya. Hasilnya? Dia menerima hampir 100 baju yang sama. Hingga akhir hayat, turtleneck dan celana jeans itu pun menjadi seragam ikonis yang identik dengan sosok sang inovator.
