Aturan Fashion Ketat di Festival Film Cannes: Dari Gaun, Tuksedo, sampai Sepatu
·waktu baca 4 menit

Tak terasa, Festival Film Cannes akan segera berakhir setelah berlangsung selama hampir dua pekan. Cannes tak hanya dikenal sebagai festival film internasional yang bergengsi, tetapi juga pekan fashion bagi para sineas dan selebriti untuk menunjukkan penampilan terbaiknya.
Meski begitu, bukan berarti setiap tamu undangan bisa datang mengenakan baju apa pun. Festival Film Cannes juga terkenal dengan aturan fashion ketat, terutama soal dress code di karpet merah dan jadwal penayangan film. Tak heran, festival film ini kerap dijuluki sebagai festival film yang cukup “tradisional” dari sisi mode.
Dilansir Deadline, aturan berpakaian di Cannes dinilai lebih ketat terhadap laki-laki ketimbang perempuan. Sebab, laki-laki diwajibkan mengenakan setelan jas resmi atau tuksedo saat berada di karpet merah. Warna jasnya haruslah hitam atau biru navy, sama dengan warna dasi yang dipakai. Sejak 1949, bow tie atau dasi kupu-kupu sudah menjadi aturan wajib di Cannes.
Ini tidak hanya berlaku bagi para selebriti dan tamu yang berjalan di atas karpet, tetapi juga bagi para fotografer yang hadir.
“Mempertimbangkan para seniman dan kru film yang datang untuk melihat hasil dari kerja keras panjang mereka, festival ini meminta Anda untuk hadir dengan jas jamuan makan malam dengan dasi kupu-kupu atau dalam gaun malam,” tulis Festival Film Cannes dalam situs resminya.
Bagaimana dengan aturan berbusana perempuan? Sebelumnya, aturan bagi perempuan dianggap lebih longgar ketimbang laki-laki. Mereka diizinkan untuk mengenakan gaun malam dalam bentuk apa saja. Para perempuan juga bisa memakai blus stylish dengan celana hitam, dress pendek hitam atau little black dress, hingga cocktail dress.
Namun, di 2025 ini, komite Festival Film Cannes memutuskan untuk melarang para perempuan mengenakan gaun yang terlalu besar atau bervolume, serta gaun yang memiliki unsur ketelanjangan atau menerawang.
“Atas alasan kesopanan, ketelanjangan dilarang di Karpet Merah dan area festival lainnya. Busana bervolume, terutama yang memiliki ekor besar, yang mengganggu gerak tamu-tamu lainnya dan mempersulit duduk di dalam ruang teater, juga tidak diizinkan,” jelas Cannes dalam situs resminya.
Meski aturan tersebut terpampang jelas di situs resmi Cannes, bukan berarti tidak ada selebriti “rebel” yang berani melanggar dress code. Beberapa selebriti masih hadir dengan gaun bervolume mereka, seperti Ariana Greenblatt dengan gaun Louis Vuitton hijau zamrud dengan rok menggembung saat pemutaran film Eddington; Heidi Klum dengan gaun pink bak bunga yang berekor panjang lansiran Elie Saab; hingga Bella Hadid dengan gaun Saint Laurent hitam yang terbuka di bagian pinggang, kaki, dan punggung.
Bagaimana dengan sepatu? Cannes juga mengatur pemilihan sepatu dengan ketat. Bahkan, pada 2015 lalu, Cannes diisukan mengusir para tamu yang hadir menggunakan alas kaki tanpa hak tinggi. Ini terjadi di karpet merah pemutaran film Carol. Respons publik atas pengusiran ini cukup meledak.
Akhirnya, di 2017, Cannes menegaskan bahwa mereka mengizinkan penggunaan “alas kaki elegan, baik dengan hak tinggi maupun tanpa hak tinggi”. Festival film ini juga membela diri dengan mengatakan, mereka tidak pernah secara resmi melarang penggunaan alas kaki tanpa hak. Pengusiran yang terjadi 10 tahun lalu, menurut mereka, dilakukan oleh oknum.
Kendati boleh memakai “alas kaki elegan, baik dengan hak maupun tidak”, sepatu sneakers tetap menjadi sepatu yang tidak elegan bagi Cannes. Ya, hingga sekarang, festival film tersebut melarang keras penggunaan sneakers di karpet merah. Tulisan “no sneakers” terpampang jelas dan nyata di situs resmi mereka.
Terakhir, Cannes juga mengatur tas yang dibawa oleh para tamu undangan. Jika kamu tidak bisa bepergian tanpa tas besar, maka Cannes bukanlah tempatmu. Festival film ini melarang tamu atau selebriti membawa tas besar, backpack, dan tote bag. Jika terlanjur membawa, Cannes menyediakan loker untuk menitipkan “gembolan” bawaan.
Secara garis besar, Festival Film Cannes menekankan kerapihan, elegansi, dan gemerlap industri perfilman. Memakai busana rapi atau evening dress diyakini sebagai penghormatan bagi para sineas yang sudah bekerja keras dalam melahirkan film mereka, yang akhirnya berhasil tayang di festival besar.
Menurutmu, apakah akan ada aturan fashion baru di Festival Film Cannes selanjutnya?
