Aturan Mandi Junub Saat Puasa, Tidak Bisa Dilakukan Sembarangan
·waktu baca 7 menit

Ladies, tentu bagi kamu yang sudah menikah dan mempunyai suami, dalam agama Islam tidak ada larangan untuk melakukan hubungan badan, termasuk di bulan suci Ramadhan.
Namun, ada hal penting yang harus diperhatikan, yakni batasan dalam mandi junub yang harus diperhatikan dan tidak bisa sembarangan agar ibadah puasa yang dijalankan tetap sah dan kamu merasa tenang karena ibadah puasa kamu masih diterima.
Lalu apa saja yang harus diperhatikan dan diketahui dari batasan waktu mandi junub saat berpuasa? kumparanWOMAN sudah merangkum penjelasannya. Yuk, simak bersama!
Makna jimak yang dapat membatalkan puasa
Ketika sedang menjalankan ibadah puasa, artinya seluruh umat muslim dianjurkan untuk menahan dirinya dari rasa lapar, haus, dan hawa nafsu. Karena itu, berhubungan dengan suami istri pada waktu siang hari di bulan puasa termasuk perbuatan yang tentunya dapat membatalkan puasa. Namun, aktivitas hubungan badan antara suami istri tetap diperbolehkan jika dilakukan pada malam hari.
Hukum diperbolehkannya melakukan jimak atau hubungan badan setelah berbuka puasa sebagaimana tercantum dalam Quran Surat Al Baqarah ayat 187 yang berbunyi:
اُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ اِلٰى نِسَاۤىِٕكُمْ ۗ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَاَنْتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ ۗ عَلِمَ اللّٰهُ اَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُوْنَ اَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ ۚ فَالْـٰٔنَ بَاشِرُوْهُنَّ وَابْتَغُوْا مَا كَتَبَ اللّٰهُ لَكُمْ ۗ وَكُلُوْا وَاشْرَبُوْا حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْاَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْاَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِۖ ثُمَّ اَتِمُّوا الصِّيَامَ اِلَى الَّيْلِۚ وَلَا تُبَاشِرُوْهُنَّ وَاَنْتُمْ عَاكِفُوْنَۙ فِى الْمَسٰجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُوْدُ اللّٰهِ فَلَا تَقْرَبُوْهَاۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ اٰيٰتِهٖ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ
Artinya:
"Dihalalkan bagimu pada malam hari puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkan kamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Tetapi jangan kamu campuri mereka, ketika kamu beri'tikaf dalam masjid. Itulah ketentuan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, agar mereka bertakwa."
Hubungan suami istri jelas merupakan salah satu perbuatan yang bisa membatalkan puasa jika dilakukan ketika siang hari. Pasangan suami istri yang melakukan hubungan badan di siang hari juga tentu harus membayar fidyah setelah Ramadhan usai.
Namun, yang termasuk kategori membatalkan adalah perbuatan hubungan badannya dan bukan mandi junubnya. Sehingga Ladies, meskipun sudah lewat waktu subuh dan masih dalam keadaan belum suci atau belum mandi junub, maka puasanya tetap sah dan tidak batal puasanya.
Rasulullah juga pernah bersabda dalam sebuah Hadits Riwayat Imam Bukhari yang berbunyi:
“Dari Ummu Salamah, bahwasannya Rasulullah Saw. pernah mendapatkan waktu Fajar saat beliau sedang junub di rumah keluarga beliau. Maka kemudian beliau mandi dan shaum.” (H.R. Imam Bukhari)
Ladies, dari keterangan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa yang dapat membatalkan ibadah puasa adalah perbuatan aktivitas hubungan badan antara suami istri. Kamu masih tetap sah puasanya, meskipun mandi junub dilakukan setelah lewat waktu sahur.
Pengertian junub dan mandi junub
Junub merupakan salah satu hadas besar yang disebabkan karena hubungan intim antara suami istri hingga mengeluarkan air mani. Orang yang sedang dalam keadaan tidak suci dari hadas besar maupun kecil tidak diperbolehkan untuk menjalankan salat dan puasa karena tidak sah hukumnya.
Oleh karena itu, mereka yang berhadas besar harus segera mandi junub atau mandi besar dengan tata cara sesuai yang disunahkan Rasulullah. Pengertian mandi junub sendiri adalah tata cara mandi untuk mensucikan diri dari hadas besar sesuai kaidah yang telah ditetapkan oleh Allah Swt.
Perintah untuk mandi junub tercantum dalam Al-Qur'an Surat Al Maidah ayat 6 yang berbunyi:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.”
Tentu tata cara membersihkan diri dari mandi junub pada dasarnya memang sama saja seperti mandi setelah syahwat, nifas, maupun haid atau menstruasi. Setelah bersih atau selesai dalam kondisi tersebut, maka wajib hukumnya untuk umat muslim menjalankan mandi yang disebut dengan mandi junub agar kembali suci dan bersih dari hadas besar.
Waktu yang disarankan untuk mandi junub
Hal yang paling penting dari mandi junub adalah salah satunya, mengetahui dan memperhatikan waktu yang disarankan untuk mandi junub. Meskipun diperbolehkan dan tidak membatalkan puasa, mandi junub bisa dilakukan setelah waktu fajar terbit, namun tetap disarankan untuk melakukannya sebelum terbit.
Mandi junub juga tidak bisa sembarang, karena ada aturan batas waktu mandi junub saat puasa. Wajar saja karena umat muslim harus melakukan sholat subuh dan syarat sah shalat adalah suci dari hadats ringan atau besar, termasuk junub.
Keluarnya hadas karena bersetubuh termasuk dalam hadas besar dan harus disucikan dengan mandi jinabat atau mandi besar. Melakukan mandi besar hukumnya adalah wajib dan harus dipenuhi. Jika tidak melakukannya, maka ibadah salat dan berpuasa di bulan Ramadhan tersebut tidak sah dan Allah Swt. tidak menerimanya.
Orang yang sedang dalam keadaan junub karena semalaman penuh usai berhubungan badan, masih diperbolehkan untuk menikmati santapan sahur, karena bukan termasuk aktivitas yang dilarang selama berpuasa. Tidak ada keharusan antara langsung makan sahur atau mandi junub yang harus dilakukan terlebih dahulu.
Ketika sedang dalam keadaan junub, maka umat muslim dilarang untuk membaca Alquran, sholat, memegang mushaf, berdiam diri di masjid, dan thawaf. Meskipun tidak ada hukum yang mengatur kapan batas waktunya, tetap dianjurkan untuk dilakukan sebelum makan sahur.
Bagaimanapun juga seseorang dalam keadaan junub, termasuk dalam kondisi yang kurang baik apalagi jika untuk menjalankan ibadah seperti sahur. Tentu akan lebih afdhal dan tenang jika mandi terlebih dahulu baru menyantap sahur. Namun, jika waktunya terlalu mepet, makan sahur dalam keadaan junub pun tidak menjadi masalah serta tidak membatalkan puasa.
Tata cara mandi junub
Sebelum memulai mandi junub, maka harus diawali dengan membaca niat terlebih dahulu. Setelah itu, ikuti urutan tata cara mandi junub yang benar sebagai berikut:
Membaca niat
Membersihkan telapak tangan sebanyak tiga kali
Membersihkan dubur dan alat kelamin
Cuci tangan sampai 3 kali agar terhindar dari najis
Membersihkan area kemaluan, bawah ketiak, dubur, pusar, dan lainnya sehingga kotoran tidak menempel (lakukan dengan menggunakan tangan kiri) Gosok-gosok menggunakan tanah atau sabun untuk mencuci tangan
Wudhu dengan sempurna seperti saat akan sholat setelah tangan bersih dari hadats
Guyurkan air ke kepala hingga pangkal rambut sebanyak tiga kali
Cuci kepala bagian kanan terlebih dahulu baru bagian kiri
Bersihkan sela-sela rambut hingga ke seluruh bagian
Guyur air ke seluruh pada mulai dari sisi kanan terlebih dahulu baru bagian kiri.
Hukum lupa mandi junub
Ladies, pada dasarnya memang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan ini, tidak hanya untuk melatih sabar dari menahan makan dan minum saja. Namun, selama berpuasa umat muslim juga diwajibkan untuk menahan hawa nafsu termasuk syahwat. Hubungan suami istri hanya boleh dilakukan setelah waktu berbuka puasa dan sebelum imsak.
Jika lupa melakukan mandi junub setelah berhubungan, puasanya tetap sah, namun salatnya tidak sah jika membiarkan melakukan ibadah tersebut dalam keadaan sedang junub. Meskipun lupa mandi junub tidak membatalkan puasa, sebaiknya segera mandi jika sudah ingat.
Mandi junub bisa dilakukan setelah waktu salat subuh, namun jangan sampai terbit matahari ketika batas waktu untuk menjalankan salat subuh. Karena kamu bisa kehilangan kesempatan untuk menjalankan rukun Islam yang kedua, yakni salat lima waktu. Jangan sampai lalai menjalankan ibadah salat hanya karena lupa mandi junub.
Penulis: Nadya Zahira
