Bahaya Begadang bagi Perempuan, Berat Badan Naik hingga Hipertensi
·waktu baca 4 menit

Ladies, apakah kalian sering begadang atau menghabiskan waktu di malam hari untuk menonton film atau scrolling media sosial dan akhirnya tidur larut malam? Jika ya, kalian perlu segera mengubah kebiasaan tersebut.
Tidur sangatlah penting untuk tubuh. Kebiasaan begadang akan berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Sering bekerja hingga malam dan melewatkan jam tidur bisa menyebabkan kurang tidur, serta menurunnya kekebalan tubuh dan fungsi otak.
Mengutip News Medical Life Science, rata-rata orang dewasa membutuhkan enam hingga delapan jam tidur setiap hari untuk kesehatan dan fungsi tubuh yang optimal. Penelitian menunjukkan bahwa tidur sama dengan mengisi ulang dan memberi energi kembali pada tubuh. Penelitian juga menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen persen orang dewasa terus-menerus kurang tidur, sehingga sangat direkomendasikan untuk tidur 6-8 jam sehari.
Kurang tidur dapat menyebabkan perubahan mood akibat kelelahan dan mengganggu memori serta fokus yang mengakibatkan gangguan penglihatan. Semakin kita kurang tidur, semakin besar efek buruk kesehatan yang kita terima.
Bagi perempuan, kurang tidur dapat menyebabkan penambahan berat badan, penyakit jantung, diabetes, dan bahkan stroke. Berikut adalah rangkuman kumparanWOMAN mengenai efek buruk begadang bagi kesehatan.
1. Penambahan berat badan
Neuroscientist dan physician di The Mount Sinai Integrative Sleep Center, Dr. Andrew W. Varga mengatakan, “Jika waktu tidur adalah jam tiga pagi, kamu mungkin akan merasa lapar sekitar jam 11 malam atau tengah malam. Hal itu diketahui menimbulkan penambahan berat badan, yang disebabkan oleh cara tubuhmu mengolah makanan pada malam hari.”
Beberapa ahli percaya bahwa makan saat malam hari akan mengganggu periode puasa alami tubuh, yang dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk membakar lemak. Orang yang sering begadang mengonsumsi lebih banyak kalori per hari daripada orang pada umumnya.
Menurut sebuah jurnal Obesity pada 2011, rata-rata kalori yang dikonsumsi seorang yang kurang tidur adalah 248 kalori lebih banyak daripada orang pada umumnya. Hal ini dikaitkan dengan kemungkinan rasa lapar saat lelah dan cenderung mengonsumsi makanan yang tidak sehat di larut malam.
2. Hipertensi
Dalam sebuah penelitian di jurnal Chronobiology International tahun 2013, para peneliti menemukan bahwa orang yang suka begadang, 30 persen lebih mungkin memiliki tekanan darah tinggi dan hipertensi. Bahkan setelah mereka mencoba untuk mengubah jam tidur dan kualitas tidur peserta.
Andrew mengatakan bahwa pola gaya hidup seperti makan yang tidak sehat atau kurang tidur dapat meningkatkan kemungkinan hipertensi. Hal ini disebabkan oleh stres yang dialami baik fisiologis maupun psikologis yang dialami penderita saat kurang tidur.
3. Perubahan mood drastis
Tidur larut malam juga dapat menyebabkan perubahan suasana hati atau mood yang signifikan sepanjang hari, dan biasanya suasana hati yang lebih buruk terjadi di pagi hari. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Depression and Anxiety pada 2015, orang yang kurang tidur lebih mungkin mengalami depresi dan gangguan kecemasan.
Penelitian lainnya menghubungkan orang yang kurang tidur dengan suasana hati dan kepribadian yang negatif. Sebuah studi di Personality and Individual Differences pada 2008 menemukan bahwa orang yang bangun pagi dikaitkan dengan keramahan dan kesadaran.
Sementara itu, orang yang kurang tidur terkait dengan neurotisme, khususnya pada perempuan dan remaja. Secara ilmiah neurotisisme adalah kecenderungan jangka panjang untuk berada dalam keadaan emosional yang negatif atau cemas.
Baru-baru ini, para peneliti meriset bahwa orang yang kurang tidur lebih sulit dalam mengatur emosi. Dalam sebuah penelitian di Journal of Biological Rhythms tahun 2017, para ilmuwan menemukan bahwa orang yang kurang tidur lebih cenderung menekan perasaan mereka dan lebih kecil kemungkinan untuk mengubah penilaian ulang kognitif. Penilaian ulang kognitif adalah kemampuan seseorang untuk mengubah pola berpikir tentang sesuatu, misalnya berpikiran positif.
4. Risiko terkena diabetes
Orang yang suka begadang dan kurang tidur lebih mungkin terkena diabetes tipe 2. Dikutip dari Health, diabetes tipe 2 adalah suatu kondisi kronis yang mempengaruhi cara tubuh memproses gula darah (glukosa).
Sebuah penelitian di Diabetes Care pada 2013 menemukan bahwa orang dengan diabetes tipe 2 memiliki jam istirahat yang kurang sehingga proses kontrol glikemik lebih lambat. Bahkan setelah para peneliti mengontrol durasi tidur total para penderitanya. Diabetes tipe 2 dapat dicegah dengan mengubah gaya hidup tidur terlalu malam.
Penulis: Adonia Bernike Anaya
