Kumparan Logo

Bau Badan Bikin Tidak Nyaman, Ketahui 4 Hal yang Jadi Penyebabnya

kumparanWOMANverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bau badan Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bau badan Foto: Shutter Stock

Memiliki bau badan yang tak sedap seringkali dijadikan aib yang berusaha untuk disembunyikan. Pasalnya hal itu terkadang membuat orang lain menjadi tidak nyaman untuk berada dalam jarak yang berdekatan. Tak jarang pemilik bau badan yang tidak sedap mendapatkan stereotip seperti jarang mandi atau bahkan dianggap memiliki pola hidup yang jorok.

Bila dicari tahu secara mendalam, bau badan sering muncul pada saat tubuh mengeluarkan banyak keringat. Mengutip dari Healthline, keringat sendiri tidak memiliki bau apapun. Bau badan akan muncul ketika bakteri yang ada di dalam tubuh bertemu dengan keringat hingga akhirnya menjadi asam. Maka dari itu untuk sebagian orang yang sering berkeringat akan lebih berpotensi menghasilkan bau badan.

Namun tahukah kamu bahwa bau badan tak hanya disebabkan oleh bakteri? Salah satu faktor lain yang mempengaruhi munculnya bau badan adalah orang yang mengidap obesitas. Hal itu dikarenakan keringat dapat menempel pada lapisan kulit yang tebal hingga membuat bakteri diberi kesempatan untuk berkembang biak.

Lantas, apa saja penyebab munculnya bau badan? Berikut kumparanWOMAN telah merangkumnya hanya untuk kamu seperti dikutip dari Very Well Health. Simak penjelasan di bawah ini ya!

1. Mengkonsumsi makanan pedas

Sambal, ilustrasi makanan pedas. Foto: Shutterstock

Indonesia memang kaya akan rempah-rempah, maka tidak heran jika di setiap daerah akan memiliki makanan pedas favorit yang berbeda-beda. Salah satu contohnya adalah seblak dari Bandung atau ayam rica-rica dari Manado.

Tetapi tahukah kamu bahwa salah satu penyebab dari munculnya bau badan adalah makanan pedas. Hal itu disebabkan karena aroma yang dihasilkan dari makanan pedas sangat tajam dan menyengat hingga akhirnya menempel lalu meresap ke dalam kulitmu. Selain itu, ketika kamu mengkonsumsi makanan pedas, tak jarang keringat yang dihasilkan akan lebih banyak dan akhirnya tanpa disadari menyebabkan bau badan yang tak sedap.

2. Kondisi medis tertentu

Pasien diabetes tak masalah makan coklat. Foto: Thinkstock

Munculnya keringat berlebih bisa menjadi pertanda bahwa ada penyakit tertentu di dalam tubuh yang tak disadari, bisa saja diabetes, masalah ginjal atau hati, tiroid yang terlalu aktif dan kondisi genetik.

Salah satu contohnya adalah pengidap diabetes yang lebih sulit mengontrol kadar gula di dalam tubuh hingga akhirnya memanfaatkan lemak untuk menjadi bahan bakar pengganti glukosa. Nah, proses tersebut akan menghasilkan senyawa asam dalam jumlah yang cukup banyak. Maka itu, mayoritas penderita diabetes memiliki bau badan yang tak begitu sedap.

Selain itu, apabila kamu merasa bau badanmu tak seperti biasanya, cobalah untuk berkonsultasi kepada dokter karena bisa saja itu menjadi pertanda bahwa ada penyakit yang tak kamu sadari.

3. Stres

Ilustrasi wanita stres. Foto: Shutterstock

Pikiran yang sehat akan membawa pengaruh yang sangat baik untuk tubuh. Sebaliknya, apabila pikiran kamu terganggu hal itu akan berakibat pada tubuhmu sendiri. Contohnya yang paling tidak disadari adalah stres, pasalnya hal ini akan mengakibatkan bau badan yang tidak sedap dari dalam tubuh.

Mengapa demikian? Karena stres menyebabkan kelenjar apokrin bekerja lebih banyak. Kelenjar apokrin sendiri adalah kelenjar yang menyebabkan bau pada keringat. Tak jarang dalam beberapa kasus, stres karena pikiran yang terganggu menjadi awal mengapa bau badan muncul.

4. Faktor genetik

Ilustrasi Gen Foto: Pixabay

Faktor yang paling memungkinkan menjadi penyebab munculnya bau badan adalah genetika. Dikutip dari Greatist, bau yang dihasilkan dari kembar identik sebagian besar sama, bahkan ketika tidak tinggal dalam rumah yang sama pun bau yang dimiliki keduanya akan terasa sama.

Selain itu, latar belakang etnis juga bisa menjadi salah satu penyebabnya, seperti orang-orang keturunan Asia Timur akan cenderung lebih sedikit menghasilkan keringat yang membuat bau badannya juga berkurang dibandingkan dengan keturunan Afrika dan Eropa.

Penulis : Johanna Aprillia