Kumparan Logo

Begini Visi Misi dan Program Capres–Cawapres Pemilu 2024 soal Isu Perempuan

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Capres 2024: Anies, Ganjar, dan Prabowo. Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Capres 2024: Anies, Ganjar, dan Prabowo. Foto: kumparan

Ladies, Debat terakhir Capres dalam kontestasi Pemilu 2024 sudah berlangsung pada Minggu (4/2). Debat pamungkas tersebut mengangkat berbagai topik yang berkenaan langsung ke masyarakat, mulai dari kesejahteraan sosial, pendidikan, kebudayaan, kesehatan, dan inklusi. Nah, di debat kemarin, ketiga calon presiden turut menyinggung isu-isu perempuan.

Capres nomor urut 01, Anies Baswedan, membicarakan soal pemberdayaan dan pelindungan perempuan di Indonesia. Di sesi tanya jawab dengan capres, Anies bertanya kepada capres 02 Prabowo Subianto soal apa saja yang masih kurang soal pemberdayaan dan pelindungan perempuan.

Sebagai jawaban, Prabowo memaparkan pentingnya memenuhi gizi bagi ibu-ibu hamil Indonesia lewat makanan demi mengatasi stunting di Tanah Air. Menteri Pertahanan RI itu juga menyebut, mencapai kesetaraan gender di bidang pendidikan, mengurangi angka kematian ibu saat melahirkan (maternal mortality), dan menindak kekerasan terhadap perempuan merupakan hal-hal yang penting untuk diwujudkan.

Suasana saat pasangan Capres dan Cawapres berjabat tangan di Debat Kelima Pilpres 2024 di Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta, Minggu (4/2/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Anies kemudian merespons bahwa yang kurang dalam pelindungan perempuan Indonesia adalah masih tingginya angka kekerasan terhadap perempuan. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, dalam delapan tahun terakhir, terjadi 3,2 juta kekerasan terhadap perempuan yang tercatat dalam CATAHU Komnas Perempuan. Ia juga menegaskan bahwa pelecehan dan kekerasan seksual—termasuk yang banyak dianggap “remeh” oleh masyarakat seperti catcalling—harus ditindak tegas.

Kemudian, capres nomor urut 03 Ganjar Pranowo membahas soal pentingnya seorang perempuan untuk melakukan pengecekan kesehatan sebelum menikah demi mencegah stunting pada anak. Gubernur Jawa Tengah tersebut turut menegaskan bahwa pernikahan usia dini jangan dilakukan, karena berisiko menyebabkan stunting pada anak yang nanti dilahirkan.

Program dan visi misi ketiga capres sudah sedikit dipaparkan dalam debat pamungkas itu. Bagaimana dengan paparan lengkap visi misi dan program mereka? Simak rangkuman yang telah kumparanWOMAN susun berikut ini, sebagaimana dikutip dari booklet resmi masing-masing paslon.

01 Anies Baswedan—Muhaimin Iskandar

Paslon nomor urut 01 Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar menyampaikan gagasannya pada acara Paku Integritas KPK di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (17/1/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
  1. Melindungi perempuan dari diskriminasi dan kekerasan melalui upaya pencegahan, pelindungan, penanganan, dan rehabilitasi korban lewat layanan krisis terintegrasi, layanan kesehatan dan psikologis gratis untuk korban kekerasan, serta bantuan hukum;

  2. Menegakkan pelaksanaan Undang-undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS);

  3. Menjamin kesetaraan perempuan dalam memperoleh pendidikan setinggi-tingginya;

  4. Menjamin perempuan dapat kesempatan untuk berkarya dan mengembangkan potensi di berbagai bidang;

  5. Melibatkan perempuan dalam perlindungan & pengelolaan lingkungan hidup;

  6. Memastikan kehamilan dan persalinan sehat bagi perempuan, dimulai dari edukasi kesehatan sejak remaja, pemberian nutrisi seimbang gratis, dan pendampingan ibu hamil sampai 1.000 hari pertama kehidupan anak;

  7. Mendukung implementasi cuti melahirkan untuk ibu dan menghadirkan cuti ayah;

  8. Dukungan khusus untuk perempuan kepala keluarga;

  9. Memberdayakan para ibu lewat aktivasi Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga;

  10. Penyediaan daycare (tempat penitipan anak) terjangkau dan ruang laktasi memadai di publik;

  11. Menghadirkan rasa aman bagi para ibu dengan memastikan perlindungan dari berbagai bentuk tindak kekerasan, termasuk kekerasan dalam rumah tangga (KDRT);

  12. Mendorong peningkatan jumlah perempuan untuk isi jabatan tinggi di TNI;

  13. Mendorong peningkatan jumlah Polwan di jabatan perwira tinggi Polri;

  14. Meningkatkan keikutsertaan perempuan Indonesia dalam politik luar negeri nasional untuk menciptakan diplomasi dan kerja sama yang lebih inklusif.

02 Prabowo Subianto—Gibran Rakabuming Raka

Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka di Debat Pilpres Pamungkas di JCC Senayan. Foto: Dok. Istimewa
  1. Penguatan peran perempuan di berbagai bidang;

  2. Penguatan kesetaraan gender dengan menghapus diskriminasi gender;

  3. Menguatkan peran, fungsi, kelembagaan, dan anggaran yang terkait dengan upaya Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak;

  4. Mendorong dan menegakkan kebijakan yang melindungi hak perempuan, termasuk hak pendidikan, partisipasi politik, dan pekerjaan;

  5. Mencegah terjadinya stunting pada anak Indonesia dengan Program Gizi Seimbang dan Gerakan EMAS (Emak-Emak dan Anak-Anak Minum Susu dan Penambahan Vitamin);

  6. Memprioritaskan upaya pemberdayaan perempuan;

  7. Memastikan kebijakan berperspektif gender, humanis, dan inklusif;

  8. Memperbaiki program kependudukan, termasuk hak dan kesehatan reproduksi;

  9. Penguatan kelembagaan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA);

  10. Peningkatan pemahaman kesetaraan gender dengan mendirikan pusat pendidikan dan pelatihan perempuan yang akan melibatkan kader PKK, Dharma Wanita, dan pihak-pihak lainnya.

03 Ganjar Pranowo—Mahfud MD

Paslon nomor urut 03 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD menghadiri Debat Kelima Pilpres 2024 di Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta, Minggu (4/2/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
  1. Melindungi perempuan dari segala tindak diskriminatif dan kekerasan;

  2. Penguatan penegakan dan pelaksanaan UU terkait pelindungan perempuan dan anak;

  3. Penguatan dukungan pada perempuan dalam keberlangsungan tumbuh kembang anak dan kesejahteraan keluarga;

  4. Dukungan anggaran pada Satgas antikekerasan seksual dan perundungan di seluruh lembaga (program “Jaga Teman”);

  5. Meningkatkan kualitas afirmasi gender di bidang politik dan pemerintahan;

  6. Mendukung pilihan perempuan dalam pekerjaan dan profesi dengan menguatkan daya tawar perempuan dalam relasi kerja;

  7. Memperluas cuti melahirkan dan cuti ayah dengan upah dan tunjangan 100 persen;

  8. Mendukung akses perempuan ke teknologi, wirausaha, pendidikan, dan kesehatan;

  9. Revitalisasi pendampingan bagi perempuan korban KDRT dan kekerasan seksual;

  10. Pemberdayaan perempuan dalam aktivitas ekonomi;

  11. Menurunkan kesenjangan upah pekerja perempuan;

  12. Memperkuat usaha produktif kaum perempuan dalam mengelola sumber daya ekonomi lokal melalui pemberdayaan, penataan kelembagaan, akses permodalan, bantuan teknologi, hingga akses pasar;

  13. Memfasilitasi akses pemanfaatan digital pada perempuan;

  14. Memperluas dan memperkuat akses pendanaan bagi usaha milik perempuan.