Kumparan Logo

Bersejarah, Reuters Tunjuk Perempuan Jadi Pemimpin Redaksi setelah 170 Tahun

kumparanWOMANverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Alessandra Galloni, pemimpin redaksi perempuan pertama di kantor berita Reuters. Foto: Grigory Dukor/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Alessandra Galloni, pemimpin redaksi perempuan pertama di kantor berita Reuters. Foto: Grigory Dukor/Reuters

Reuters News baru saja menunjuk Alessandra Galloni, sebagai editor-in-chief perempuan pertama. Ini merupakan sejarah baru sebab selama 170 tahun beroperasi, hanya laki-laki yang menduduki posisi level atas tersebut.

Reuters sendiri merupakan sebuah kantor berita yang berbasis di London, Inggris. Sejak didirikan pada 1851, jajaran redaksi mereka dipimpin oleh laki-laki.

embed from external kumparan

Jurnalis asal Roma, Italia, ini akan menggantikan Stephen J. Adler yang bulan ini akan pensiun setelah memimpin Reuters News selama 10 tahun sejak 2011. Di sepanjang perjalanan kariernya, Alessandra Galloni telah memenangi beberapa penghargaan, seperti Overseas Press Club Award di AS dan Business Journalist of the Year di Inggris.

Perempuan 47 tahun ini merupakan lulusan dari Universitas Harvard dan mendapat gelar master dari London School of Economics. Sebagai seorang jurnalis, ia pernah bekerja selama 13 tahun di Wall Street Journal. Alessandra mengalami banyak peningkatan karier. Mulai dari menjadi koresponden, penulis ekonomi dan bisnis, dan menjadi editor di Wall Street Journal London, Paris, dan Roma.

Alessandra Galloni, pemimpin redaksi perempuan pertama di kantor berita Reuters. Foto: Gilberto Maltinti/Parioli Fotografia/Handout via REUTERS

Pada September 2013, Alessandra Galloni mulai bergabung dengan Reuters sebagai editor dari kantor pusat di Eropa Selatan. Tak kalah cemerlang dari sebelumnya, karier Alessandra juga terus menanjak. Pada 2016 ia ditunjuk menjadi editor Reuters Global News yang berbasis di London dan mengawasi jurnalis di 200 lokasi di seluruh dunia. Kini, ia menjabat sebagai editor-in-chief perempuan pertama di sepanjang sejarah Reuters.

“Selama 170 tahun, Reuters sudah menjadi barometer media yang independen, terpercaya, dan melaporkan secara global. Merupakan suatu kehormatan untuk memimpin ruang redaksi kelas dunia yang penuh dengan jurnalis berbakat, berdedikasi dan menginspirasi,” ungkap Alessandra seperti dikutip dari Forbes.