Kumparan Logo

Biar Tidak Infeksi, Begini Tips Mengatasi Jerawat Pecah

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Perempuan Memencet Jerawat Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Perempuan Memencet Jerawat Foto: Shutterstock

Ladies, pernahkah kamu tergoda ingin memencet jerawat hingga pecah agar lebih cepat kempis dan menghilang? Awalnya memang terasa lega, namun, jika kebiasaan ini terus dibiarkan akan menyebabkan masalah kesehatan, seperti infeksi.

Dilansir dari Very Well Health, jerawat tersumbat oleh sel kulit mati, minyak, dan bakteri yang hidup di kulit. Jerawat yang lebih parah bisa meradang dan berisi nanah. Jadi, mencoba memencet jerawat hingga pecah mungkin menjadi hal yang sangat berisiko.

Lantas, bagaimana jika sudah terlanjur memencet jerawat hingga pecah? Jangan khawatir, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi jerawat yang pecah seperti yang telah dirangkum kumparanWOMAN berikut ini.

1. Bersihkan area jerawat

Ilustrasi perempuan membersihkan wajah. Foto: Prostock-studio/Shutterstock

Kondisi jerawat yang pecah ini merupakan luka terbuka yang dapat dengan mudah terinfeksi. Jadi, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah membersihkan area tersebut dengan gentle cleanser.

Hindari menyentuh area yang terluka untuk mencegah penyebaran kuman.

2. Gunakan antibiotik

Setelah kamu membersihkan dan mengeringkan luka, oleskan salep antibiotik tepat di area jerawat. Kamu juga bisa menggunakan serum asam hialuronat yang akan menjaga kulit tetap terhidrasi tanpa menyumbat pori-pori.

3. Kompres dengan es batu

Jika area yang terkena terlihat merah atau bengkak, kompres dengan es batu untuk membuatnya terasa lebih baik.

Caranya, bungkus es batu dengan kain bersih dan gosokkan selama beberapa menit di area yang pecah. Cara ini akan menenangkan iritasi serta mengurangi pembengkakan dan peradangan.

4. Biarkan tetap tertutup

Acne patch untuk mengempeskan jerawat. Foto: shutterstock

Oleskan pelembap wajah dalam jumlah banyak pada area jerawat agar tetap tertutup. Kamu juga dapat menutupi area tersebut dengan patch jerawat atau perban hidrokoloid untuk mencegah infeksi dan membantu penyembuhan luka.

5. Hindari menyentuh area luka

Cara terakhir yang perlu kamu lakukan untuk mengatasi jerawat yang pecah adalah menghindari menyentuh area luka. Ini adalah hal yang paling penting untuk kamu ingat setelah jerawat pecah.

Hindari menggaruk atau bahkan sampai menghilangkan bekas luka atau koreng di area jerawat pecah untuk mempercepat penyembuhan luka. Menghilangkan koreng akan memperlambat proses penyembuhan dan meninggalkan bekas luka yang bisa menjadi permanen.

Selain itu, hindari menggunakan produk berbahan kimia yang tinggi dan riasan berbahan dasar minyak saat jerawat sedang dalam masa penyembuhan. Jika tidak, kamu malah akan memperlambat penyembuhan dan menimbulkan jerawat baru.

Bahaya memencet jerawat hingga pecah

Setelah kamu mengetahui cara mengatasi jerawat yang pecah, kamu perlu memahami bahaya memencet jerawat hingga pecah. Berikut beberapa bahaya yang dapat ditimbulkan setelah memencet jerawat hingga pecah:

1. Infeksi

Memencet jerawat hingga pecah menyebabkan infeksi di area jerawat. Jika kamu memencet jerawat di area ‘segitiga berbahaya’, yaitu sekitar jembatan hidung dan mulut, dapat menyebabkan infeksi sinus, yaitu peradangan pada jaringan yang melapisi sinus atau dinding sinus.

Segera cari bantuan medis jika kamu merasa khawatir dengan infeksi yang ditimbulkan setelah memencet jerawat.

2. Bekas jerawat permanen

Ilustrasi bekas jerawat kemerahan Foto: Shutterstock

Ladies, memencet jerawat hingga pecah mungkin menjadi cara yang jitu untuk menghilangkan jerawat dengan cepat. Namun, sebaiknya hindari kebiasaan ini, ya, karena memencet jerawat hingga pecah dapat meninggalkan bekas jerawat dalam waktu yang lama, bahkan permanen.

3. Jerawat lebih agresif

Saat mencoba memencet jerawat, sebenarnya kamu mendorong sebagian nanah dan bakteri ke lapisan kulit yang lebih dalam. Hal ini tidak hanya menyebabkan peradangan, nyeri, dan pembengkakan saja, tetapi juga dapat menimbulkan jerawat yang lebih menyakitkan dan terlihat.

4. Hiperpigmentasi pasca inflamasi

Setelah jerawat yang kamu pencet hingga pecah pulih, biasanya hiperpigmentasi pasca inflamasi timbul dan menyisakan bekas luka yang berwarna.

Hiperpigmentasi pasca inflamasi adalah kondisi ketika kulit pada area tertentu memiliki warna yang berbeda dari kulit sekitarnya. Hal ini dapat menimbulkan bintik-bintik gelap atau bercak merah di area yang terkena.

Ladies, itulah cara yang perlu kamu lakukan untuk mengatasi jerawat pecah. Setelah kamu mengetahui bahayanya, hentikan kebiasaan memencet jerawat agar tidak memperburuk kulit wajahmu.