Bicara Seputar Parfum dengan Pakar Internasional, Roger Schmid

23 Mei 2019 15:41
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Roger Schmid, Pakar Parfum Internasional dan Global Adviser on Sustainability & Innovation Natura & Co. Foto: dok. The Body Shop Indonesi
zoom-in-whitePerbesar
Roger Schmid, Pakar Parfum Internasional dan Global Adviser on Sustainability & Innovation Natura & Co. Foto: dok. The Body Shop Indonesi
ADVERTISEMENT
Di antara berbagai macam produk kecantikan, parfum adalah salah satu item kecantikan yang sangat personal. Setiap orang memiliki pilihan wangi parfum kesukaannya masing-masing. Terkadang preferensi tersebut dipengaruhi oleh berbagai hal. Baik panca indera kita yang sensitif terhadap wewangian tertentu, mood, memori, karakter dan lain-lain. Ada yang suka wangi bunga, ada yang memilih sedikit aroma fruit atau buah-buahan, ada juga yang suka aroma woody atau kayu.
ADVERTISEMENT
Karena itu, setiap orang idealnya bisa menemukan aroma favorit mereka sendiri dan tidak harus mengikuti ‘pakem’ wangi parfum seperti yang ditawarkan oleh brand.
Hal ini disampaikan oleh seorang pakar parfum internasional Roger Schmid dalam wawancara dengan kumparan beberapa waktu lalu. Roger Schmid adalah seorang pakar parfum internasional atau International Fragrance Expert yang sudah malang melintang di dunia wewangian selama lebih dari 30 tahun. Pernah membantu membangun berbagai merek parfum terkenal dunia seperti Jo Malone, saat ini Roger menjadi penasihat untuk perusahaan kosmetik Brasil Natura yang juga memiliki The Body Shop dan Aesop.
Awal April lalu, Roger berkunjung ke Jakarta untuk merayakan peluncuran rangkaian parfum terbaru Scents of Life dari The Body Shop. Scents of Life menjadi rangkaian parfum spesial dari The Body Shop karena terdiri dari koleksi 15 parfum dengan aroma berbeda dan 3 tingkat wewangian yang berbeda. Ini adalah pertamakalinya perusahaan kecantikan asal Inggris tersebut meluncurkan satu koleksi parfum dengan jumlah sebanyak itu.
ADVERTISEMENT
Ingin tahu lebih lanjut mengenai parfum istimewa ini dan seluk beluk dunia parfum dari pakarnya? Simak obrolan hangat kami mengenai seputar dunia parfum dengan International Fragrance Expert, Roger Schmid.
Ceritakan tentang parfum Scents of Life ini
Scents of Life pada dasarnya merupakan koleksi parfum yang memungkinkan kita ‘bermain’ dan ‘bersenang-senang’ dengan parfum atau wewangian.
Rangkaian parfum Scents of Life dari The Body Shop. Foto: Dok. The Body Shop Indonesia
zoom-in-whitePerbesar
Rangkaian parfum Scents of Life dari The Body Shop. Foto: Dok. The Body Shop Indonesia
Mengapa Anda menekankan kata ‘bersenang-senang’ dengan wewangian?
Parfum lekat dengan identitas sebagai sesuatu yang eksklusif, karena seringkali berhubungan dengan tren fashion atau rumah mode yang meluncurkan koleksi parfum atau wewangian tertentu. Hal tersebut membuat parfum kadang menjadi ‘mengintimidasi’, seakan kita wajib mengikuti pilihan aroma yang diluncurkan brand tersebut.
Tetapi dengan Scents of Life kami ingin mengubah pandangan tersebut. Kami ingin mengatakan bahwa parfum harusnya tidak mengintimidasi, karena itu kami datang dengan ide ‘bermain’ atau ‘bersenang-senang’. Dengan koleksi ini kita bisa bermain dengan berbagai wewangian dan memilih wangi yang kita sukai dan cocok dengan karakter kita. Jadi kita tidak hanya harus mengikuti wangi yang sudah dipilihkan oleh brand. Tidak ada aturan, kita bisa memainkan wewangian sesuai keinginan kita.
ADVERTISEMENT
Dalam Scents of Life ini, kami memiliki tiga jenis wewangian, yaitu Pure Essence, Eau de Parfum, dan Spritz.
Rangkaian fragrance Scents of Life dari The Body Shop. Foto: dok. The Body Shop Indonesia
zoom-in-whitePerbesar
Rangkaian fragrance Scents of Life dari The Body Shop. Foto: dok. The Body Shop Indonesia
Apa perbedaan antara ketiga jenis ini, Pure Essence, Eau de Parfum dan Spritz?
Pure Essence merupakan kombinasi murni antara bahan-bahan dasar parfum dan tidak mengandung alkohol. Ini biasanya diperuntukkan bagi orang-orang yang benar-benar menyukai parfum. Pure Essence bisa bertahan sangat lama di kulit. Tetapi karena tidak ada alkoholnya, wangi Pure Essence akan sulit tercium oleh orang lain dan hanya bisa dicium oleh pemakainya dan orang-orang yang berada sangat dekat dengan dirinya. Jadi Pure Essence ini hanya untuk diri sendiri dan orang dekat kita. Sangat intim.
Sedangkan Eau de Parfum adalah tipe tradisional dari parfum. Mengandung alkohol sehingga bisa dicium orang lain yang berada tidak terlalu jauh dari kita dan biasanya bisa bertahan di kulit selama beberapa jam hingga seharian.
ADVERTISEMENT
Sementara Spritz adalah jenis paling ringan dari ketiga parfum tersebut. Formulanya sangat volatile dan bisa menyebarkan wangi yang lebih luas namun juga bertahan sebentar di kulit.
Rangkaian parfum Scents of Life dari The Body Shop. Foto: Dok. The Body Shop Indonesia
zoom-in-whitePerbesar
Rangkaian parfum Scents of Life dari The Body Shop. Foto: Dok. The Body Shop Indonesia
Koleksi Scents of Life ini merupakan hasil kolaborasi dengan influencer dari Timur Tengah. Bagaimana ceritanya?
Jika kita melihat sejarah parfum, Timur Tengah adalah satu sumber terbesar dari berbagai bahan alam yang digunakan untuk parfum.
Saya memiliki ide mengenai sebuah koleksi yang memungkinkan kita untuk mencoba berbagai macam aroma atau wewangian. Dan karena saya tidak berasal dari Timur Tengah, saya ingin melibatkan orang-orang yang berasal dari sana, dan masih muda. Karena itu kami memutuskan untuk bekerja sama dengan para influencer.
Saya membawa sekitar 100 jenis aroma berbeda, lalu kami berdiskusi sambil memilih beberapa aroma. Sebelumnya saya juga sudah mengembangkan berbagai aroma dari perfumer Timur Tengah, kemudian dikombinasikan juga dengan masukan dari store manager The Body Shop yang tahu kesukaan customer. Akhirnya terpilihlah lima belas aroma ini.
Rangkaian parfum Scents of Life dari The Body Shop. Foto: Dok. The Body Shop Indonesia
zoom-in-whitePerbesar
Rangkaian parfum Scents of Life dari The Body Shop. Foto: Dok. The Body Shop Indonesia
Apakah notes dan bahan dalam lima belas parfum ini juga berasal dari Timur Tengah?
ADVERTISEMENT
Ya, tapi bisa dibilang juga dari bahan yang global, karena berbagai bahan alam sekarang sudah bisa dikatakan jadi milik global, tidak ekskslusif milik area atau negara tertentu . Contohnya mawar. Bunga mawar pada awalnya berasal dari Timur Tengah, namun kemudian dibawa melalui ke Eropa melalui Turki pada masa Kekaisaran Ottoman. Dan sekarang bunga mawar lebih lekat imejnya dengan Inggris. Tapi pengaruh Timur Tengah dalam dunia parfum sangatlah besar.
Roger Schmid, Pakar Parfum Internasional dan Global Adviser on Sustainability & Innovation Natura & Co. Foto: dok. The Body Shop Indonesi
zoom-in-whitePerbesar
Roger Schmid, Pakar Parfum Internasional dan Global Adviser on Sustainability & Innovation Natura & Co. Foto: dok. The Body Shop Indonesi
Ceritakan sedikit perjalanan Anda sebagai seorang pakar parfum
Saya memulai karier saya di dunia parfum sejak berusia 21 tahun. Saya telah bekerja di banyak perusahaan dan bekerja di berbagai negara mulai dari Afrika, Eropa dan Amerika Serikat, karena memang parfum adalah sesuatu yang sangat global. Dan di lima belas tahun terakhir ini saya lebih banyak bertindak sebagai penasehat bagi Natura & Co.
ADVERTISEMENT
Tapi parfum adalah industri yang sangat berhubungan dengan passion. Hanya untuk orang-orang yang memang bekerja dengan passion terhadap parfum.
The Body Shop sangat terkenal dengan komitmennya terhadap sustainability. Bagaimana proses kreasi parfum yang bisa tetap berkomitmen pada sustainability?
Di The Body Shop kami berusaha bekerja dengan formula yang simple, dalam artian kami berusaha menggunakan sebanyak mungkin alkohol organik yang tentu saja lebih ramah lingkungan. Kami juga berusaha untuk membuat produk dengan harga terjangkau.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020