Kumparan Logo

Buka Suara, Ini Sosok Perempuan yang Disebut Ambil Keperjakaan Pangeran Harry

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Buku "Spare" karya Pangeran Harry dari Inggris, Duke of Sussex dipajang di toko buku WHSmith, Stasiun Victoria, London, Senin (9/1/2023). Foto: Isabel Infantes/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Buku "Spare" karya Pangeran Harry dari Inggris, Duke of Sussex dipajang di toko buku WHSmith, Stasiun Victoria, London, Senin (9/1/2023). Foto: Isabel Infantes/AFP

Ladies, masih ingatkah kamu dengan memoar Pangeran Harry yang dirilis awal Januari lalu? Salah satu bagian dalam buku bertajuk Spare tersebut menceritakan pengalaman Harry kehilangan keperjakaannya ketika masih remaja dengan seorang perempuan yang lebih tua.

Nah, perempuan tersebut akhirnya tampil di depan publik untuk pertama kali. Namanya adalah Sasha Walpole. Dilansir Independent, Sasha dulunya adalah teman Pangeran Harry. Saat itu, Sasha bekerja sebagai seorang staf perawat kuda di kediaman Pangeran Charles, Highgrove.

Ketika peristiwa “cinta satu malam” itu terjadi di belakang sebuah rumah minum (pub), Harry masih berusia 16 tahun dan Sasha 18 tahun.

embed from external kumparan

Hadir dalam talkshow Piers Morgan Uncensored di kanal televisi Inggris TalkTV pada Kamis (9/2), Sasha memaparkan cerita tersebut dari sudut pandangnya. Menurut Sasha, sebelum keduanya berhubungan badan, Harry-lah yang mengambil langkah pertama dan mendekatinya.

“Ia yang mengambil langkah pertama. Saya tidak tahu kenapa atau apa yang terjadi. Kita hanya keluar sebentar untuk merokok, dan sebelum saya sadar, semuanya terjadi. Ia mulai menciumku, lalu semuanya terjadi,” kata Sasha, sebagaimana dikutip dari Independent.

Sasha kemudian mengatakan, ia saat itu tidak melihat Pangeran Harry sebagai sosok pangeran, melainkan sebagai teman.

X post embed

“Kita saat itu agak mabuk, saya terlalu terbawa suasana dan akhirnya, saya terbangun dan disadarkan oleh kenyataan,” lanjut Sasha.

Sasha menambahkan, ia menyesali kejadian tersebut. Ia tidak tahu bahwa saat itu Harry masih seorang perjaka. Sasha pun menegaskan bahwa peristiwa itu tidak seharusnya terjadi dan sama sekali tidak disengaja.

“Tidak ada apa pun yang terjadi di antara kita sebelumnya, dan tidak ada yang terjadi setelahnya. Saya masih melihat dia sebagai Harry, sebagai seorang teman yang sering hang out bersama saya di pub, teman yang sering bermain dan menonton polo bersama saya,” lanjut Sasha.

Terkejut ketika kisahnya dimuat di buku Spare

Tidak hanya menceritakan kisah tersebut lewat sudut pandangnya, Sasha juga mengungkapkan keterkejutannya saat ia tahu cerita tersebut dimuat di buku Spare.

Ia mengeklaim, pihak Pangeran Harry sama sekali tidak mengabarkan padanya sebelum maupun sesudah memoar itu dirilis. Kendati demikian, dalam buku tersebut, Pangeran Harry tidak menyebutkan nama Sasha Walpole.

embed from external kumparan

Bahkan, menurut Sasha, ia baru tahu Harry memasukkan cerita ini lewat foto tangkapan layar yang dikirimkan oleh temannya. Ketika host bertanya apakah Sasha syok dengan kabar itu, ia langsung mengiyakan.

“Ya, saya kaget. Well, sepertinya saya saat itu melontarkan ucapan yang lebih kasar ketimbang ‘Oh my God’, saya hampir terjatuh dari sofa saya,” jelas Sasha.

Di Inggris, cerita bersifat pribadi atau eksklusif yang berkaitan dengan Keluarga Kerajaan Inggris kerap kali diperjualbelikan ke tabloid. Namun, Sasha mengeklaim bahwa ia tidak pernah sama sekali berniat untuk menjual kisahnya bersama Harry.

“Dia adalah teman saya. Saya tidak merasa itu perlu. Saya merasa protektif, bukan karena statusnya [sebagai seorang pangeran]. Ada hal-hal yang sebaiknya tidak perlu diceritakan … saya tidak paham mengapa ia memilih untuk memasukkan cerita itu ke bukunya,” ungkap perempuan yang kini berusia 40 tahun itu.