Kumparan Logo

Cara Mudah Membedakan Keputihan Normal dan Tidak Normal

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
 Ilustrasi perempuan alami keputihan. Foto: Arkom Suvarnasiri/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perempuan alami keputihan. Foto: Arkom Suvarnasiri/Shutterstock

Keputihan menjadi hal yang sering dialami perempuan. Sebagian dari kamu mungkin pernah merasa khawatir saat mengalami keputihan. Tapi sebenarnya, keputihan adalah hal yang normal terjadi karena memiliki fungsi penting dalam sistem reproduksi perempuan, lho, Ladies.

WebMD melansir, keputihan merupakan cairan dari kelenjar di dalam vagina dan leher rahim yang membawa sel-sel mati dan bakteri ke luar tubuh. Keputihan berguna untuk menjaga vagina tetap bersih dan membantu mencegah infeksi. Meski begitu, ada juga kondisi keputihan tidak normal yang bisa menjadi tanda bahaya.

Sayangnya, masih banyak perempuan yang belum mengetahui perbedaan keputihan yang normal dan tidak normal. Padahal ini sangat penting untuk diperhatikan karena bisa menjadi salah satu tanda masalah di organ reproduksi.

Keputihan pada vagina. Foto: Shutterstock

Menurut dr. Amelia Soebyanto, Sp.DV, Spesialis Kulit dan Kelamin (Dermato-venereologi) Klinik Pramudia, ada beberapa tanda yang membedakan keputihan yang normal dan tidak normal untuk kesehatan perempuan.

"Keputihan itu yang perlu kita tahu ada yang normal dan tidak normal. Keputihan yang normal tidak terasa gatal, tidak berbau, dan terjadi satu sampai dua minggu menjelang menstruasi berikutnya. Kalau ada di siklus itu, kita bilang keputihannya masih normal. Secara fisiologis tubuh memang ada keputihan seperti itu," ujar Amelia.

Amelia menjelaskan keputihan yang tidak normal apabila mengeluarkan bau busuk dan menimbulkan rasa gatal di sekitar area kewanitaan. Ketika keputihan yang bau dan gatal tidak segera diatasi maka akan menimbulkan infeksi ditandai dengan rasa nyeri di bagian perut bawah.

"Tapi saat keputihan menjadi gatal dan berbau, itu berarti sudah tidak normal lagi dan butuh pengobatan. Kalau tidak mendapatkan pengobatan dalam jangka waktu lama, keputihan itu tidak bisa hilang sendiri karena pada dasarnya sudah ada infeksi jamur atau bakteri," papar Amelia.

Ia melanjutkan, "Kalau tidak diobati, infeksinya bisa naik ke area kandung kencing, organ-organ area serviks dan sebagainya. Jadi memang gejalanya nanti akan berubah menjadi nyeri di perut bawah, kita bilangnya radang panggul. " ungkapnya.

Ilustrasi keputihan Foto: Shutterstock

Ketika hal itu terjadi, Amelia pun menyarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapat pengobatan agar tidak terjadi infeksi yang berbahaya bagi kesehatan.

"Jadi kalau misalnya ada keputihan yang gatal dan agak berbau, sebaiknya diperiksakan. Jadi nanti akan ditentukan oleh dokternya setelah melakukan pemeriksaan apakah perlu melakukan pengobatan atau masih tergolong keputihan yang normal," tukasnya.