Kumparan Logo

Cara Sederhana Menikmati Alam di Tengah Kota

kumparanWOMANverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Meluangkan waktu untuk menikmati alam Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Meluangkan waktu untuk menikmati alam Foto: Shutterstock

Bagi masyarakat urban yang tinggal di perkotaan gedung pencakar langit yang berjejar sudah jadi pemandangan yang lumrah, begitupun aktivitas yang padat dan rutinitas yang seakan tidak pernah selesai.

Hal ini juga ditambah kemacetan lalu lintas yang harus dijalani setiap harinya. Hiruk pikuk di jalan tentu akan membuat pikiran semakin jauh dari ketenangan. Pasti akan sangat membosankan kan, Ladies?

Di tengah kondisi itu, terkadang kita merindukan suasana alam yang tenang. Kita mungkin membayangkan dapat menikmati udara sejuk dari semilir angin, suasana damai dari hijaunya dedaunan hingga nyanyian merdu kicau burung. Meski terkesan sulit didapat di tengah kota besar, bukan berarti kita berhenti berusaha untuk mencarinya. Kita bisa memanfaatkan libur dengan melancong ke pedesaan dengan suasana alam yang masih natural.

Namun bagaimana jika kita tidak memiliki waktu untuk berlibur menikmati alam dan meninggalkan kota? Jangan khawatir, sebenarnya ada berbagai cara yang dapat kita lakukan untuk mendekatkan diri dengan alam meski kita masih berada di tengah kota besar. Dikutip dari The Guardian, berikut penjelasannya.

Mengubah rutinitas

Rutinitas menikmati alam di tengah kota Foto: Shutterstock

Cobalah menghabiskan waktu di alam bebas selama dua jam dalam seminggu. Tidak harus langsung dua jam, namun sesinya bisa kita pecah pada seis-sesi yang kecil setiap harinya. Kita bisa memulainya dengan cara menikmati kopi di taman kota atau di dekat jendela terbuka. Keluar dari gedung perkantoran saat istirahat makan siang pun bisa jadi sebuah hal kecil yang menyenangkan.

Tidak hanya di siang hari, waktu menjelang beristirahat pada malam hari pun bisa menjadi momen untuk menikmati suasana alam. Dari jendela rumah, kita bisa mengintip langit sebelum beranjak tidur. Hal ini dipercaya dapat menimbulkan perasaan damai dan tenang di dalam diri. Selain itu, secara tidak langsung akan berdampak pada kesehatan. Menurut peneliti University of Exeter Medical School, dr Matthew White, rasa tenang itu bisa menjadi kunci kebahagiaan.

Memberi perhatian pada alam sekitar

Menikmati alam dengan memperhatikan sekitar Foto: Shutterstock

Terkadang untuk menikmati alam tidak perlu aktivitas khusus seperti mendaki gunung. Kita hanya perlu memperhatikan lingkungan sekitar secara lebih dekat. Leanne Manchester dari Wildlife Trusts, lembaga yang giat di bidang lingkungan mengatakan, banyak hal yang bisa diamati seperti tanaman dan pepohonan di sekeliling kita.

“Ada kehidupan di mana-mana, tetapi kadang kita melewatkannya. Sekarang saatnya untuk berhenti sejenak dan memperhatikannya,” ungkapnya

Sementara Direktur Forest School Association, Jo Phillips menyarankan untuk mencari ‘hal-hal indah’ yang menenangkan perasaan kita. "Itu bisa berupa bunga, awan, atau cahaya alami," ujarnya.

Menikmati alam bersama seseorang

Menikmati alam dengan anak-anak Foto: Shutterstock

Berjalan-jalan saat istirahat di tempat kerja merupakan cara sederhana untuk meningkatkan perhatian kepada alam. Menurut Jo Philips, jika kita berjalan bersama seseorang, tidak ada salahnya menunjukkan hal-hal menarik perhatian yang terjadi di sekeliling. Apalagi saat berjalan bersama anak-anak. Menurutnya menjaga kelangsungan bumi perlu menjadi prioritas dengan mengenalkannya lebih dini. “Kita harus melakukan segala yang kita bisa untuk memastikan orang tua masa depan memiliki pengalaman yang tak terlupakan di alam, sehingga mereka dapat meneruskan pengetahuan itu kepada anak-anak mereka,”kata Philips.

Mengenali ruang terbuka hijau di sekitar kita

Menikmati alam di taman Foto: Shutterstock

Di Inggris, Wildlife Trust misalnya memiliki daftar peta ruang terbuka hijau di negara tersebut yang berjumlah sekitar 62 ribu. Informasi ini dapat diakses melalui internet dan hampir sebagian besar ruang hiaju dapat diakses secara gratis. Di Indonesia, apalagi di kota besar seperti Jakarta memang belum banyak tersedia ruang hijau, dan belum ada data informasi lengkap tentang itu. Tetapi hal tersebut jangan sampai menghalangi kita untuk menikmati dan lebih dekat dengan alam. Anda bisa mengamati ruang terbuka hijau di sekitar Anda saat melakukan perjalanan ke luar kantor

Di Jakarta misalnya, kita masih bisa menemui ruang terbuka dengan nuasansa alami. Kita bisa ke Taman Suropati, Hutan Kota Srengseng, atau Hutan Mangrove Pantai Indah Kapuk.

Membawa alam ke dekat rumah

Tanaman di balkoni Foto: Shutterstock

Bagi kita yang tidak sempat keluar untuk menikmati alam, kita tetap bisa menikmatinya dengan cara 'membawa' alam lebih dekat pada kita. Kita bisa menempatkan pot bunga di jendela untuk mengatasi keterbatasan halaman yang kita miliki. Jika di luar jendela masih ada sedikit ruang, itu bisa dimanfaatkan untuk membuat kotak tanaman. Kita bisa membuat kotak tanaman dari kawat besi maupun kotak kayu. Kotak tanaman tersebut nantinya bisa diisi dengan pot berdiameter kecil.

Sementara untuk tanaman di luar jendela yang cocok adalah tanaman yang tahan panas dan sinar matahari langsung. Pilih tanaman yang tidak tumbuh tinggi, tetapi juga tidak terlalu kerdil. Atau tanaman gantung juga bisa jadi pilihan karena akan bisa menjuntai keluar dari pot.

Hal itu juga kita bisa terapkan jika kita memiliki balkon. Yang perlu diingat adalah jangan gunakan seluruh areanya untuk menanam. Anda tetap harus menyisakan ruang untuk tetap bisa berdiri dan bersantai di balkon. Seperti halnya di jendela, menanam di balkon juga harus menggunakan pot sebagai wadah.