Kumparan Logo

Cemas Berlebih soal Tujuan Hidup, Bisa Jadi Kamu Mengalami Purpose Anxiety

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi depresi pada perempuan. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi depresi pada perempuan. Foto: Shutterstock

Ladies, di usia yang sudah beranjak dewasa, kita tak hanya disibukkan dengan kegiatan fisik seperti berkuliah atau bekerja. Kita mungkin juga akan sibuk dengan berbagai pikiran mengenai target di masa depan dan tujuan hidup. Nah, pikiran-pikiran seperti ini ternyata bisa mengarah pada kondisi yang dinamakan purpose anxiety, lho.

Dikutip dari Healthline, purpose anxiety adalah kecemasan dan tekanan yang dirasakan dalam proses mencari tujuan dalam hidup. Pada dasarnya, ada dua pertanyaan yang akan muncul di benak kita: 1. Apa tujuan dari hidup itu sendiri, dan 2. Apa tujuan kita di dalam hidup.

Konsep purpose anxiety ini dibahas oleh peneliti dari University of Pennsylvania, Larissa Rainey, dalam artikel ilmiah yang dirilis pada 2014 lalu. Di dalamnya, Larissa mendefinisikan purpose anxiety sebagai “perasaan-perasaan negatif yang dirasakan, yang berhubungan langsung dengan pencarian tujuan.”

ilustrasi wanita cemas, stres atau depresi Foto: Shutterstock

Menurut Larissa, purpose anxiety dapat dialami dalam dua tahapan berbeda, yaitu saat kita berjuang untuk menemukan apa sebenarnya tujuan hidup kita, dan saat berupaya untuk menjalani dan “menghidupkan” tujuan tersebut.

Ladies, ternyata, tidak sedikit orang yang mengalami kecemasan seperti ini, lho. Dalam penelitian Larissa, terungkap bahwa 91 persen dari respondennya pernah merasakan purpose anxiety dalam suatu tahap atau momen di kehidupan mereka.

Dilansir Korn Ferry Institute, purpose anxiety dapat menyebabkan stres berat yang berkepanjangan, mempertanyakan peran dan identitas, membuat para dewasa muda merasakan tekanan ekonomi, hingga kecemasan berlebih akibat melihat kehidupan orang lain yang “ideal” lewat platform media sosial.

Ciri-ciri seseorang mengalami purpose anxiety

Ilustrasi perempuan cemas Foto: Shutter Stock

Dalam artikel ilmiahnya, Larissa mengungkapkan bahwa setidaknya ada lima ciri-ciri yang menandakan seseorang tengah mengalami purpose anxiety. Apa saja?

1. Terus menerus berganti pekerjaan atau berpindah perusahaan

Berganti pekerjaan atau berpindah perusahaan merupakan hal yang normal di kehidupan. Namun, jika itu dilakukan terus menerus dalam jangka waktu yang pendek, memberi kesan bahwa kita melompat-lompat dari satu pekerjaan ke yang lain, bisa jadi kita tengah mengalami purpose anxiety.

Seseorang yang berpindah-pindah pekerjaan melakukannya untuk mencari peran yang sempurna dalam hidup. Perusahaan atau pekerjaan baru ini menjadi moda bagi orang tersebut untuk mencari tujuan hidup.

2. Merasa gagal

Selalu merasa gagal atau merasa tidak cukup baik merupakan salah satu indikasi bahwa seseorang mengalami purpose anxiety. Ketika satu hal tidak berjalan sesuai rencana, perasaan dan pikiran negatif akan menyeruak masuk ke dalam pikiran—merasa bahwa hal itu tidak akan mengantarkan kita pada tujuan hidup.

3. Membandingkan diri dengan orang lain

Ilustrasi perempuan sedang bersedih. Foto: Nok Lek/Shutterstock

Fenomena membandingkan diri sendiri dengan orang lain, sekarang menjadi semakin lazim dengan adanya media sosial. Bukannya merefleksikan diri dan memikirkan tujuan hidup dengan tenang, orang-orang yang mengalami purpose anxiety justru akan membandingkan diri dengan orang lain yang tampaknya sudah menemukan tujuan hidup dan kebahagiaan mereka.

4. Ketakutan tidak akan pernah menemukan tujuan utama dalam hidup

Akibat terlalu cemas, seseorang bisa jadi semakin takut tidak akan pernah bisa menemukan tujuan utama di hidupnya. Bahkan, tak jarang, seseorang yang mengalami purpose anxiety akan berpikir, apakah hidup mereka sebenarnya berguna atau tidak.

5. Tidak mampu mengakui keberhasilan diri sendiri

Kecemasan dan perasaan negatif yang berlebih sering kali membuat seseorang tidak bisa berpikir dengan jernih. Jadi, seluruh pencapaian dan keberhasilan yang gemilang menjadi seakan-akan bukan sesuatu yang membanggakan bagi kita.

Cara menanggulangi purpose anxiety

Ilustrasi perempuan cemas. Foto: Shutter Stock

Nah, Ladies, merasakan purpose anxiety tentu tidaklah menyenangkan. Jika terus menerus dibiarkan, kita akan semakin merasa tersiksa dengan kecemasan dan ketakutan akan masa depan. Untuk itu, ada sejumlah langkah yang bisa dilakukan demi menanggulangi kondisi ini.

1. Mengubah pola pikir

Untuk bisa menanggulangi purpose anxiety yang kita rasakan, langkah pertama yang dilakukan adalah mengubah pola pikir. Tentu saja, ini lebih mudah diucapkan ketimbang saat dilakukan. Namun, ketika kita mampu mengubah mindset secara perlahan, beban pikiran yang selama ini kita rasakan, dapat perlahan terangkat juga.

Dilansir Healthline, kita harus meyakinkan diri bahwa tujuan itu bukanlah sesuatu yang seharusnya dicari, melainkan sesuatu yang harus kita ciptakan sendiri. Menurut psikolog asal Amerika Serikat, William Damon, kita harus melihat tujuan sebagai sebuah target yang kita buat dan kita raih dengan berusaha.

“Tujuan hidup adalah sebuah anak panah yang mengarah ke depan, yang memotivasi perilaku kita dan berfungsi sebagai prinsip yang mengatur berjalannya hidup kita,” ucap William, dikutip dari Healthline.

Ilustrasi perempuan menentukan tujuan hidup ke depannya. Foto: Shutterstock

2. Ingat bahwa tujuan datang dari pengalaman dan tantangan hidup masing-masing

Tujuan hidup kita merupakan suatu konsep yang dinamis. Tujuan hidup ketika kita berusia 25 tahun mungkin akan berbeda dengan tujuan hidup ketika kita berusia 45 tahun nanti. Selain itu, apa yang ingin kita raih di hidup pastinya berbeda dengan apa yang ingin dicapai orang lain.

Oleh karena itu, dilansir Healthline, jangan lupa bahwa seiring berjalannya waktu, kita akan bisa menciptakan tujuan dan target yang berbeda-beda. Belajar untuk berhenti membandingkan diri dengan orang lain. Tidak ada yang mengejar kita dalam hidup, karena setiap orang berjalan dengan waktu dan temponya masing-masing.

3. Eksplorasi diri dan minat

Nah, dalam menciptakan tujuan hidup kita, kita tentunya harus mengenal diri dan minat kita. Mengutip Psychology Today, kita harus berani mengeksplorasi, bereksperimen, dan mencoba apa saja yang kiranya cocok untuk hidup kita.

Misalnya, jika kita sudah menetapkan bahwa kita ingin pensiun di usia 50 tahun sebagai tujuan hidup, carilah tools dan langkah yang paling tepat dan menyenangkan buatmu untuk bisa mencapai tujuan tersebut.