Kumparan Logo

Cerita Menantu Ratu Elizabeth tentang Detik-detik Meninggalnya Pangeran Philip

kumparanWOMANverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pangeran Philip.  Foto: Adrian Dennis/Pool via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Pangeran Philip. Foto: Adrian Dennis/Pool via REUTERS

Suasana duka masih menyelimuti keluarga Kerajaan Inggris pasca kepergian Pangeran Philip yang meninggal dunia pada Jumat (9/4) lalu di usia 99 tahun. Suami Ratu Elizabeth II ini sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit setelah penyakit jantung yang dideritanya kembali kumat pada awal Maret lalu. Rencananya, Pangeran Philip akan dimakamkan pada Sabtu (17/4) lewat prosesi pemakaman militer yang hanya dihadiri oleh 30 orang saja.

Menantu Ratu dan Pangeran Philip, Countess of Wessex Sophie Helen, sempat menceritakan detik-detik terakhir meninggalnya Pangeran Philip. Sophie menceritakan hal ini saat menghadiri ibadah Minggu di Royal Chapel, Royal Lodge Windsor.

Mengutip Daily Mail, Sophie yang tengah berbincang-bincang dengan para jemaat lain terlihat tengah menceritakan bagaiman Pangeran Philip meninggal.

Potret Mesra Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip Foto: Instgaram @theroyalfamily

"Dia (Pangeran Philip) meninggal dengan sangat tenang. Seperti ada seseorang yang menarik tangannya dan dia pergi begitu saja mengikuti orang itu. Kami tahu hal ini akan terjadi, tetapi ketika ia meninggal, seperti ada lubang besar di dalam hati kami," cerita Sophie yang merupakan istri dari Pangeran Edward, anak terakhir Ratu dan Pangeran Philip.

Ia melanjutkan, kepergian Pangeran Philip dideskripsikan sangat damai. Seperti seorang yang tengah tidur panjang dalam keadaan sunyi.

"Saya rasa akan lebih mudah bila seseorang meninggal dengan cara seperti itu, sedangkan kamu semua di sini duduk sambil bertatapan satu sama lain dan meratapi kepergiannya," lanjut Sophie lagi.

Sejumlah warga memberikan penghormatan di depan Windsor Castle. Foto: Reuters/Andrew Boyers

Selain Sophie, Pangeran Edward pun turut menceritakan kepergian sang ayah. Baginya, kematian tetaplah hal yang paling menyedihkan meskipun semua anggota keluarga sudah siap bila sewaktu-waktu Pangeran Philip pergi untuk selamanya.

"Ini sangat, sangat, menyedihkan. Tetapi penghormatan yang diberikan oleh masyarakat kepada keluarga kami sangat mengagumkan. Dia (Pangeran Philip) adalah ayah, kakek, dan mertua kami, tapi dia sangat berarti untuk banyak orang," demikian tutur Pangeran Edward.