Kumparan Logo

Cerita Tatjana Saphira Sebagai Acne Fighter, 1 Dekade Berdamai dengan Jerawat

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tatjana Saphira bercerita soal perjalanannya berdamai dengan jerawat. Foto: Judith Aura/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Tatjana Saphira bercerita soal perjalanannya berdamai dengan jerawat. Foto: Judith Aura/kumparan

Jerawat bisa dialami siapa saja, tak terkecuali oleh aktris ternama seperti Tatjana Saphira. Sama halnya dengan yang dialami oleh banyak acne fighter, Tatjana pun pernah melalui perjalanan yang berat dalam berdamai dengan kondisi kulitnya.

Diceritakan langsung di acara peluncuran IT Cosmetics di The Langham Jakarta, Tatjana mengatakan, perlu waktu 10 tahun untuk dia bisa menerima kondisi yang dialami. Tentunya, 10 tahun bukanlah waktu yang sebentar. Tantangan yang dia rasakan selama satu dekade itu juga tidak mudah, Ladies.

Tatjana mengatakan, jerawat di wajahnya mulai muncul ketika ia berusia sekitar 15 dan 16 tahun. Saat itu, ia mengira jerawatnya tumbuh karena ia memasuki masa pubertas. Namun, kondisi kulit acne prone tetap berlanjut ketika usia Tatjana menginjak 20-an.

Tatjana Saphira, pemain film Perempuan Bergaun Merah, saat bertandang ke kumparan, Kamis (27/10/2022). Foto: Muhammad Husein Yordan/kumparan

Akibat kondisi kulit berjerawat, Tatjana merasa sedih dan kepercayaan dirinya menurun. Bahkan, ia mengaku sempat mengisolasi diri dan tak mau bertemu dengan orang lain. Pekerjaannya sebagai aktris dan selebriti di industri hiburan pun menambah tekanan tersendiri baginya.

“Sempat ada di titik di mana aku mengisolasi diri, enggak pernah keluar rumah, enggak pernah ketemu orang, apalagi aku ada di dunia hiburan yang secara fisik sangat menuntut. Dari umur 15 sampai 25 tahun aku merasa struggle banget karena itu bikin aku sangat tidak pede dan malu. Itu rasanya enggak enak banget,” jelas Tatjana pada Jumat (15/8) lalu.

“Bahkan sampai di tahap aku merasa harus menolak pekerjaan karena aku merasa enggak pantas berada di sana dengan kondisi kulitku.”

Artis Tatjana Saphira saat hadir di konferensi pers film Hit and Run di CGV FX Sudirman Jakarta Kamis (17/01). Foto: Ronny/kumparan

Tantangan tidak hanya datang dari spotlight sebagai tokoh publik, tetapi juga dari orang terdekat. Aktris film Negeri Van Oranje ini mengungkap, ia kerap menerima pertanyaan seperti, “Kenapa kulitnya berjerawat?” atau “Kenapa kulitnya enggak sembuh-sembuh?”.

“Padahal, itu, kan, hal yang sangat sensitif dan mereka enggak tahu aku sudah berusaha menyembuhkan. Tapi kalau ternyata sekompleks itu, mau bagaimana?” ucap Tatjana.

Satu dekade penerimaan diri

Tatjana Saphira, pemain film Perempuan Bergaun Merah, saat bertandang ke kumparan, Kamis (27/10/2022). Foto: Muhammad Husein Yordan/kumparan

Namun, Tatjana menolak untuk terus terjerembap. Ia mencoba bangkit dari rasa tidak percaya dirinya dan mencintai kondisi kulit apa adanya. Dia melihat bahwa banyak orang lain juga menghadapi masalah kulit masing-masing, dan masalah tersebut tidak memadamkan cahaya mereka.

“Aku sekarang merasa, siapa pun orang dengan skin insecurities mereka, kamu tetap berharga. Nilai diri kita enggak diletakkan di penampilan luar saja; there’s so much more in everyone. Jadi, aku perlahan mulai menerima, aku pergi ke luar rumah, dan aku sadar aku enggak sendiri, banyak yang mengalami masalah seperti aku ini,” jelas perempuan kelahiran 1997 ini.

Kondisi kulitnya ini justru membantu Tatjana untuk lebih mengenal dan merawat diri dengan lebih baik. Dia mencoba mencari keseimbangan antara mengelola stres, mencari skin care dan kosmetik yang baik untuk kulit, mengonsumsi makanan yang bergizi, serta rajin berolahraga.

Artis Tatjana Saphira saat hadir di acara Wardah di kawasan Kebayoran Baru Jakarta Senin (18/02). Foto: Ronny/kumparan

Ia pun menekankan bahwa pengelolaan stres sangat penting untuk kesehatan kulitnya. Jika psikis sering tertekan, penyakit dalam tubuh justru tidak akan sembuh.

Terakhir, mencintai diri sendiri adalah resep terbaiknya untuk mengarungi perjalanan panjang itu.

“Tetaplah mencintai diri sendiri, karena tidak akan ada orang yang akan mencintaimu setulus dirimu sendiri,” tutup Tatjana.