kumparan
23 November 2019 11:41

Citra Kirana: Tentang Peran Antagonis, Rumana dan Perjalanan Berhijab

Citra Kirana, Women on Top kumparanWOMAN, POTRAIT
Citra Kirana untuk program Women on Top kumparanWOMAN. Fotografer: Yessica Riany, Stylist: Anantama Putra, Makeup: Obby Farhobi, Busana: Elzatta Hijab.
Di industri hiburan, nama Citra Kirana mungkin sudah cukup familiar di telinga masyarakat Indonesia. Aktris 25 tahun ini mendulang popularitas lewat perannya sebagai Rumana di sinetron Tukang Bubur Naik Haji yang tayang pada 2012 hingga 2017 lalu.
Dalam sinetron yang tayang hingga 2000 episode tersebut, Citra berperan sebagai seorang ustadzah lulusan Kairo, Mesir dan selalu mengenakan hijab dalam kesehariannya.
Berkat perannya sebagai Rumana, Citra Kirana kemudian menjadi sering dapat peran sebagai perempuan berhijab dalam sinetron dan film lainnya. Padahal dulu di kesehariannya, ia tidak mengenakan hijab dan selalu mendapatkan peran antagonis. Selain banyak mendapatkan peran mengenakan hijab, sejak 2012 Citra juga menjadi wajah bagi brand pakaian muslim lokal Elzatta.
Setelah bertahun-tahun memerankan karakter perempuan berhijab serta menjadi model pakaian muslim, Mei 2019 lalu, Citra Kirana akhirnya memantapkan diri untuk betul-betul mengenakan hijab.
“Sekitar bulan April 2019 ini, aku umrah sekeluarga. Di sana aku banyak berpikir, Alhamdulillah Allah SWT sudah aku kasih kerjaan, keluarga yang sayang denganku, teman-teman yang sangat perhatian dan rezeki yang tidak putus-putus. Aku bersyukur sekali dengan hal ini. Lalu apa yang harus aku balas sebagai bentuk syukur kepada Allah? Akhirnya aku memutuskan untuk pakai hijab dan Allah SWT kasih aku kemudahan,” cerita Citra mengenai keputusannya untuk mengenakan hijab.
Untuk konten spesial Women on Top dari kumparanWOMAN, Citra bercerita tentang awal mula perjalanan kariernya, dunia seni peran yang menjadi bagian dari dalam hidupnya, keputusannya untuk mantap berhijab, hingga rencana pernikahannya dengan pemain sinetron Rezky Aditya.
Simak perbincangan Citra Kirana dengan kumparanWOMAN berikut ini:
Seperti apa kesibukan Citra saat ini?
Sekarang ini aku sedang sibuk persiapan pernikahan yang rencananya akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Aku sekarang memang sedang tidak mengambil syuting sinetron dulu, jadi banyak kegiatan off air saja seperti pemotretan. Sebenarnya ada tawaran main sinetron lagi, tapi karena sedang fokus menyiapkan pernikahan, aku tunda dulu main sinetronnya. Mungkin awal tahun depan aku akan mulai syuting sinetron lagi.
Citra Kirana, Women on Top kumparanWOMAN
Citra Kirana untuk program Women on Top kumparanWOMAN. Fotografer: Yessica Riany, Stylist: Anantama Putra, Makeup: Obby Farhobi, Busana: Elzatta Hijab.
Sejak kapan Citra mulai terjun ke dunia seni peran dan apa yang membuat Citra tertarik melakukan hal ini?
Sejak kecil, aku suka ikut lomba dengan kakak-kakakku, lomba fashion show yang berhubungan dengan dunia entertainment. Dulu saat kami tinggal di Bandung, kakakku sempat menjadi model dan hal itu diturunkan ke adik-adiknya. Aku pun senang dilihat banyak orang, bisa pakai baju bagus, itu senang sekali.
Karena kakak-kakakku tahu aku senang di dunia entertainment, mereka daftarkan aku audisi Gadis Sampul tahun 2007. Tidak disangka, aku terpilih menjadi semifinalis dan berlanjut ke 20 besar finalis. Memang aku tidak menang, tetapi sejak ikut Gadis Sampul ini, aku mulai dapat casting untuk iklan dan sinetron FTV. Dari situ jalannya sudah terbuka untuk menuju dunia entertainment. Aku juga bertemu dengan management yang sangat peduli denganku, mereka bantu aku cari sinetron, hingga dapat sinetron dengan episode yang panjang.
Buat aku, seni peran sudah jadi salah satu bagian hidupku yang sangat aku cinta. Aku besar di dunia ini, dari kecil senang tampil dan dilihat orang. Pada saat aku masuk dunia akting, aku merasa ini duniaku banget, aku sangat menikmati pekerjaan ini, aku enjoy sekali menjalaninya.
Bisa dibilang, sinetron Tukang Bubur Naik Haji membuat Citra Kirana semakin dikenal karena memerankan perempuan berhijab bernama Rumana. Apa yang membuat Citra menerima tawaran tersebut?
Sebenarnya awal-awal aku main sinetron justru selalu dapat peran antagonis, peran yang jahat. Mungkin karena dulu aku belum berhijab dan orang melihat wajahku judes.
Nah, saat pertama kali ditawari main 'Tukang Bubur Naik Haji', aku bilang sama orang casting-nya, aku dapat peran antagonis lagi ya? Kata mereka, ‘enggak, kamu jadi protagonis’. Aku kaget dong, kok bertolak belakang sekali dengan peran-peran yang pernah aku mainkan sebelumnya. Mereka bilang aku mampu memainkan peran ini. Ada beberapa penilaian dari mereka yang yakin bahwa aku bisa memerankan Rumana.
Ya sudah, aku coba saja. Saat syuting hari pertama, aku pikir tidak begitu panjang episodenya. Karena aku tidak mau berharap banyak, jadi aku jalani saja. Eh, ternyata 'Tukang Bubur Naik Haji' sampai 2000 episode.
Saat aku lihat ceritanya, oh ternyata bagus, berbeda sama yang lainnya dan lebih relate dengan kehidupan sehari-hari. Karakter Rumana yang aku perankan ini adalah tantangan buatku. Di sana aku berperan sebagai ustadzah lulusan Kairo, Mesir. Sedangkan dalam kehidupan sehari-hari aku masih banyak belajar soal agama. Jadi sambil memerankan Rumana, justru aku banyak belajar juga tentang agama.
Saat berperan sebagai Rumana, Citra saat itu belum mengenakan hijab. Pernahkan ada komentar dari orang lain tentang tampilan Citra yang berbeda saat di sinetron dan kehidupan sehari-hari?
Sampai sekarang pun aku masih dipanggil Rumana dan orang-orang masih mengenal aku sebagai Rumana. Memang banyak pro dan kontra saat aku memainkan karakter Rumana, banyak yang senang tapi banyak juga yang nyinyir. Aku bawa happy saya, karena itu hak mereka.
Memang awalnya sempat kepikiran, kenapa banyak yang bully, padahal aku tidak berbuat salah apa-apa, aku hanya memerankan karakterku dengan baik. Terus mungkin mereka lihat media sosialku di mana ada fotoku yang tidak berhijab, padahal aku tidak melakukan sesuatu yang aneh, tidak pakai baju yang terbuka, tetapi bullying yang aku terima cukup parah pada saat itu.
Aku sempat sedih, tetapi setelah aku pikir-pikir, mungkin mereka tidak suka dengan aku atau peranku karena mereka tidak bisa membedakan, mana dunia akting dan mana dunia sehari-hari.
WOMEN ON TOP - Cover Story - Citra Kirana
Akting Citra Kirana dalam sinetron Tukang Bubur Naik Haji. Foto: dok. YouTube
Saat memerankan Rumana, Citra sering sekali mendapatkan akting menangis. Adakah kesulitan dalam melakukannya dan pernahkah gagal saat berakting menangis?
Akting menangis itu susah, karena mood kita harus dijaga banget. Kalau misalnya ada adegan yang sedih tapi mood kita lagi happy, kita harus berkali-kali baca skenario.
Selain itu, lawan main pun sangat berpengaruh karena mereka bisa memberikan energi untuk aku. Sesama pemain kita harus benar-benar saling menguatkan dalam berakting.
Kalau kita punya lawan main yang bisa memberikan energi, akting jadi lebih lepas dan apa adanya. Makanya, aku selalu mengobrol dengan lawan main sebelum syuting agar bisa memberikan energi.
Pernahkah mengalami tekanan dalam berakting?
Pasti pernah. Aku sempat merasa takut, tidak berani akting dan kepikiran banget dari awal menjelang syuting. Misalnya saat baca skenario aku langsung merasa, oh ini scene-nya berat, ini golden scene jadi aku harus bisa berakting agar orang yang menonton terbawa suasananya.
Aku kepikiran dalam berakting karena aku ingin memberikan yang terbaik, makanya suka gugup saat syuting scene yang berat. Jadi aku suka ngobrol dengan sutradaranya, aku bilang ke sutradaranya, jangan ragu untuk cut akting aku di tengah jalan kalau kurang puas, yang penting aku ingin scene ini bagus.
Aku juga selalu konsultasi dengan lawan main, aku reading skenario berkali-kali biar feel-nya dapat. Itu yang harus dijaga sekali.
Citra Kirana, Women on Top kumparanWOMAN, POTRAIT
Citra Kirana untuk program Women on Top kumparanWOMAN. Fotografer: Yessica Riany, Stylist: Anantama Putra, Makeup: Obby Farhobi, Busana: Elzatta Hijab. Foto: Yessica Riany
Setelah berkecimpung di dunia akting selama lebih dari sepuluh tahun, apa pelajaran penting yang Citra dapatkan?
Aku paling banyak belajar tentang kedisiplinan. Maksudnya, waktu sangat berharga. Jangan sampai kita menyepelekan waktu, apalagi kita bekerja dengan banyak orang. Selain itu, lebih banyak menambah teman dan koneksi, itu sangat mempengaruhi pekerjaan.
Saat memerankan Rumana yang berhijab, Citra juga sempat menjadi brand ambassador untuk brand hijab Elzatta hingga 2017 lalu. Bisa ceritakan mengenai pengalaman tersebut?
Aku mengenal Elzatta awalnya saat syuting Tukang Bubur Naik Haji. Mungkin Elzatta melihat karakter Rumana ini sesuai dengan visinya Elzatta. Dan dari awal syuting, mereka sangat support aku, jadi kita tumbuh bersama sehingga aku dipercaya jadi brand ambassador-nya. Kita bekerja sama selama empat tahunan, selama aku syuting Tukang Bubur Naik Haji.
Bekerja sama dengan Elzatta rasanya sudah seperti keluarga. Aku sangat di-support, bukan hanya aku saja tapi keluargaku juga. Tapi kebetulan begitu sinetron selesai, kontrak kerja sama dengan Elzatta juga selesai. Namun setelah itu aku masih tetap jalin silaturahmi dengan keluarga Elzatta.
Citra Kirana, Women on Top kumparanWOMAN, POTRAIT
Citra Kirana untuk program Women on Top kumparanWOMAN. Fotografer: Yessica Riany, Stylist: Anantama Putra, Makeup: Obby Farhobi, Busana: Elzatta Hijab.
Dan belum lama ini, Citra kembali dipercaya sebagai Muse Elzatta untuk yang kedua kalinya. Apakah ada kaitannya dengan Citra yang baru mengenakan hijab belum lama ini?
Iya, di tahun ini aku memutuskan untuk berhijab dan sempat cerita dengan keluarga dan teman-teman, termasuk juga dengan beberapa tim di Elzatta. Rupanya teman-teman di Elzatta beri tahu Ibu Elidawati (pendiri Elzatta-red) dan katanya Ibu El senang sekali. Akhirnya tim Elzatta kontak aku untuk ajak silaturahmi dan ketemuan, setelah itu aku diajak lagi untuk menjadi muse Elzatta. Aku senang sekali, tanpa pikir panjang aku langsung terima tawarannya dan bisa kembali kerja sama dengan Elzatta lagi sampai sekarang.
Aku juga merilis koleksi kolaborasi dengan Elzatta. Beberapa di antaranya ada inner hijab, ciput dan scarf warna-warna basic. Koleksi ini sudah ada di gerai Elzatta.
Loading Instagram...
Apa yang membuat Citra akhirnya mantap memakai hijab dan bagaimana tanggapan keluarga serta orang-orang terdekat dengan keputusan ini?
Bisa dibilang, keinginan memakai hijab sudah ada dari dulu, sejak syuting 'Tukang Bubur Naik Haji'. Tapi itu baru sekadar keinginan dan tidak aku lakukan. Aku hanya ingin pakai hijab karena ngerasa nyaman, lebih adem dan tidak ada masalah apa-apa dengan rambutku. Tapi mengapa tidak aku lakukan? Aku juga tidak mengerti.
Sekitar bulan April 2019 ini, aku umrah sekeluarga. Di sana aku banyak berpikir, Alhamdulillah Allah SWT sudah aku kasih kerjaan, keluarga yang sayang denganku, teman-teman yang sangat perhatian dan rezeki yang tidak putus-putus. Aku bersyukur sekali dengan hal ini.
Lalu apa yang harus aku balas sebagai bentuk syukur kepada Allah? Akhirnya aku memutuskan untuk pakai hijab dan Allah SWT kasih aku kemudahan.
Alhamdulillah, tidak ada keraguan untuk memakai hijab. Karena, pada saat pulang umrah aku sudah yakin dan siap untuk berhijab, jadi aku langsung pakai hijab.
Setelah mengenakan hijab, apakah Citra merasa ada tantangan atau batasan berkarier dalam dunia hiburan dan seni peran?
Untuk batasan dalam berakting tidak ada. Karena aku masih tetap ingin belajar (akting). Aku juga masih ingin eksplor karierku dan terus berkarya.
Sebenarnya, dari sebelum aku berhijab, aku selalu dapat peran perempuan berhijab sehingga imej aku identik dengan perempuan berhijab. Kalau ditanya ingin peran seperti apa untuk karya berikutnya, sudah pasti perannya protagonis, tapi karakternya mungkin berbeda. Sepertinya aku lebih cocok main drama yang perannya tertindas, teraniaya dan banyak adegan nangisnya. Karena selama ini, aku selalu dapat peran seperti itu.
Bisakah diceritakan seperti apa seorang Citra Kirana dalam kehidupan sehari-hari saat tidak ada acara atau syuting sinetron?
Aku sama seperti yang lainnya. Kalau tidak ada kerjaan, aku bisa seharian di rumah. Malas-malasan, mandinya sore atau mandi pas mau pergi saja. Seharian di kamar, nonton TV dan pesan makanan karena aku tidak bisa masak. Benar-benar di rumah saja, aku anak rumahan dan lebih suka kalau teman-teman main ke rumah. Aku malas keluar rumah, macet dan waktunya terbuang banyak.
Belum lama ini, Citra juga mencoba vlogging di YouTube. Apa yang membuat Citra tertarik vlogging dan seperti apa konten yang dihadirkan?
Dulu aku sempat punya vlog sendiri cuma memang tidak komitmen jadi bikin videonya malas-malasan dan kurang niat. Sekarang aku mikir, semua orang sepertinya sudah memanfaatkan vlogging jadi kenapa enggak kita coba ikuti?
Sejauh ini, aku baru buat tiga video. Lebih ke daily vlogging, misalnya video persiapan pernikahan. Videonya juga aku edit sendiri, agak susah karena aku belajar sendiri. Aku dan Rezky gaptek, makanya kami berdua sama-sama belajar. Kayaknya vlog ini mau aku seriusin, sekarang lagi ingin coba cari video editor.
Video
Bicara tentang rencana pernikahan, bisakah diceritakan seperti apa tema atau konsep pernikahan yang akan digelar? Sudah sejauh mana persiapannya?
Kalau persiapan pernikahannya sudah sekitar 85 persen. Untuk konsep pernikahannya, karena aku orang Sunda, jadi menikahnya dengan adat Sunda, pakai Siger. Rencananya akan digelar di hotel. Doakan semoga semuanya lancar.
Lalu apa rencana setelah menikah? Apakah Citra akan terus berkarier seperti sekarang?
Ini yang penting untuk dibahas. Dari awal aku sama Rezky pun sudah membicarakan ini. Aku adalah tipe orang yang masih mau berkarier setelah menikah dan Rezky pun bukan tipe orang yang melarang aku melakukan sesuatu.
Dia mengikuti apa yang aku mau, membebaskan aku untuk melakukan apa saja asal tahu batasannya. Sama seperti Rezky, aku pun bukan tipe orang yang melarang pasangan untuk melakukan sesuatu. Kita sama-sama berkarier dan selalu mendukung satu sama lain.
WOMEN ON TOP - Cover Story - Citra Kirana
Citra Kirana untuk program Women on Top kumparanWOMAN. Fotografer: Yessica Riany, Stylist: Anantama Putra, Makeup: Obby Farhobi, Busana: Elzatta Hijab. Foto: Argy Pradypta/ kumparan
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan